Para kontestan babak kualifikasi Piala Asia U-23 akhirnya mengetahui posisi mereka di pot unggulan alias seeding pots.
Sejumlah 44 negara dari seluruh kawasan benua Asia, akan saling berjibaku untuk memperebutkan 16 tempat di putaran final Piala Asia U-23 yang akan digelar di Arab Saudi tahun depan.
Uniknya, Timnas Indonesia yang tampil apik di Piala Asia U-23 edisi tahun 2024, urung untuk menempati pot unggulan pertama dalam pengundian grup kualifikasi nanti.
Meskipun mereka pada akhirnya finish sebagai tim terbaik keempat di turnamen, namun pihak AFC menempatkan Pasukan Garuda Muda di pot unggulan kedua, bersama tim-tim medioker Asia seperti Kuwait, Turkmenistan, Malaysia, China, Bahrain, Palestina, Suriah, Yaman, Kamboja, dan Iran sebagai pengecualian.
Sekadar menginformasikan, sebelumnya Timnas Indonesia U-23 sejatinya digadang-gadang bisa masuk ke pot unggulan pertama setelah penampilan apik mereka di Qatar tahun 2024 lalu.
Namun, karena AFC pada akhirnya mendasarkan penempatan pot unggulan pada penampilan para kontestan dalam tiga turnamen terakhir, Timnas Indonesia U-23 akhirnya berada di pot unggulan kedua, dan disalip oleh Thailand maupun Vietnam yang tampil tak sebaik mereka di turnamen tahun 2024 lalu.
Bukan hanya itu, menyadur unggahan akun Instagram @seasiagoal (2/5/2025), dua tim Asia Tenggara lainnya yang tampil lebih buruk daripada Timnas Indonesia itu bahkan masuk dalam pot unggulan pertama.
Maka, secara teori dan perhitungan peluang matematis, Pasukan Muda Merah Putih memiliki kans untuk bisa bertemu dengan salah satu dari dua tim tersebut, untuk saling bersaing di grup yang sama.
Namun sayangnya, di babak kualifikasi nanti, Pasukan Garuda Muda dipastikan tak akan bertemu dengan kedua tim liat Asia Tenggara itu.
Hal ini tak lepas dari kebijakan AFC, yang mana pada momen sebelumnya telah merilis sebelas negara untuk menjadi tuan rumah babak ini, termasuk di antaranya Indonesia, Vietnam, dan Thailand.
Selain trio kekuatan utama persepakbolaan Asia Tenggara tersebut, induk sepak bola Asia juga menunjuk dua negara lainnya dari kawasan ini, yakni Kamboja dan Myanmar untuk menjadi tuan rumah kualifikasi.
Sementara enam tuan rumah lainnya, diberikan kepada China, Yordania, Kirgistan, Qatar, Tajikistan, dan Uni Emirat Arab.
Karena keputusan dari AFC tersebut, maka tak akan mungkin bagi Indonesia untuk bisa berada satu grup dengan Thailand dan Vietnam meskipun ketiganya berbeda pot unggulan.
Tentunya akan menjadi sebuah permasalah besar bukan jika nantinya Indonesia bergabung satu grup kualifikasi dengan Thailand atau Vietnam?
Mengingat keduanya sama-sama menjadi tuan rumah, lantas, negara mana yang akan menggelar pertandingan tersebut ketika mereka berada dalam satu grup?
Bukan Kali Pertama Menjadi Tuan Rumah Babak Kualifikasi
Timnas Indonesia U-23 sendiri bukan pertama kalinya mendapatkan keuntungan menjadi tuan rumah babak kualifikasi.
Pada edisi sebelumnya, Pasukan Muda Merah Putih juga mendapatkan berkah untuk mengemban tanggung jawab tersebut.
Pada babak kualifikasi Piala Asia U-23 tahun 2024 lalu, Timnas Indonesia berada di grup K bersama Turkmenistan dan China Taipei.
Dari dua laga yang mereka jalani, Pratama Arhan dan kolega berhasil menyapu bersih dua kemenangan, dengan masing-masing menang sembilan gol tanpa balas saat melawan China Taipei di pertandingan pertama dan mengungguli Turkmenistan dua gol di pertandingan kedua.
Seperti yang telah kita ketahui, hasil tersebut membawa Indonesia melaju ke putaran final gelaran untuk kali pertama, hingga pada akhirnya mereka terus melaju sebelum terhenti langkahnya di babak empat besar turnamen.
Kira-kira, Timnas Indonesia U-23 ini akan kembali menuai kesuksesan seperti di babak kualifikasi edisi sebelumnya atau tidak ya?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Masih Ingat Doan Van Hau? Bek Kasar Timnas Vietnam Ini akan Kembali Merumput Usai Lama Cedera
-
Media Vietnam Julid! Tuding PSSI dan Timnas Indonesia Bikin Susah Kim Sang-sik, Ada Apa?
-
Sudirman Cup 2025: Indonesia Melaju ke Semifinal usai Ungguli Thailand 3-1
-
Sudirman Cup 2025: Line Up Indonesia vs Thailand
-
Meski Gagal Juara di Musim Debutnya, Pratama Arhan Sudah Bergabung dengan Klub yang Tepat
Hobi
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
Terkini
-
Lika-liku Keuangan Anak Muda Zaman Now: Cuma Mau Hidup Hemat Tanpa Merasa Tertekan
-
PC Tanpa Ribet Kabel? Acer Aspire C24 AIO Tawarkan Desain Tipis dan Ringkas
-
5 Pilihan HP Samsung dengan Bypass Charging, Anti Overheat Saat Nge-Game
-
Rumah yang Tak Pernah Selesai Dibangun: Catatan Luka Seorang Anak Perempuan Fatherless
-
Kukungan Emosi dalam Set Terbatas Film Kupeluk Kamu Selamanya