Sebagai salah satu pemain andalan di klubnya saaat ini, Almere City, Thom Haye kerap mendapatkan kesulitan ketika harus izin untuk membela Timnas Indonesia.
Pasalnya, dengan statusnya sebagai pemain reguler dan kunci permainan tim, kualitas seorang Thom Haye tentu saja selalu diharapkan ada dalam setiap pertandingan yang dimainkan oleh klubnya tersebut.
Maka tak mengherankan, semenjak pemain berusia 30 tahun ini resmi beralih kewarganegaraan pada 18 Maret 2024 lalu, dirinya tak pernah sekalipun tercatat bermain bersama Pasukan Merah Putih pada kompetisi di luar naungan FIFA.
Dalam catatan laman transfermarkt, 11 pertandingan yang dijalani oleh pemain berjuluk The Professor tersebut semuanya adalah pertandingan yang berada di dalam kalender resmi FIFA, dan tak ada satupun laga yang di luar status tersebut.
Itu artinya, dengan kondisi yang ada saat ini, Thom Haye kemungkinan besar tak akan bisa memperkuat Timnas Indonesia di pentas Piala AFF.
Karena kita ketahui bersama, Piala AFF sendiri hingga saat ini belum masuk dalam agenda resmi FIFA, sehingga tak ada kewajiban bagi setiap klub untuk melepaskan pemainnya ketika mendapatkan panggilan ke Timnas.
Potensi tak bakal bermainnya Thom Haye di pentas Piala AFF sendiri tentunya akan membuat sang pemain akan sedikit kesulitan untuk merealisasikan salah satu impian besarnya bersama Timnas Indonesia.
Sepertimana diunggah oleh kanal YouTube The Haye Way (22/2/2025), Thom Haye sendiri hingga saat ini masih memendam keinginan besar untuk bisa bermain dalam derby Nusantara melawan Timnas Malaysia.
"Saya tidak tahu apakah saya punya impian dalam bermain di derby, tentu saya punya impian di Timnas Indonesia. Sebenarnya Timnas Indonesia punya derby juga, melawan Malaysia. Saya belum pernah main melawan Malaysia, tapi tentunya akan menyenangkan bisa melawan Malaysia," ucap Thom Haye di siniarnya tersebut.
Sejatinya, keinginan Thom Haye ini sendiri bisa dengan mudah diwujudkan oleh sang pemain di Piala AFF. Karena seperti yang kita ketahui, di turnamen dua tahunan level regional tersebut, Indonesia kerap berjumpa dengan Malaysia, baik di fase penyisihan grup, maupun di fase gugur.
Namun sayangnya, karena Piala AFF bukanlah agenda FIFA, maka akan sangat mungkin Almere City tak akan melepas sang pemain ke turnamen level regional milik induk sepak bola Asia Tenggara tersebut.
Namun ternyata, baru-baru ini ada secercah harapan bagi Thom untuk bisa mewujudkan keinginannya itu. Induk sepak bola Indonesia, PSSI baru-baru ini merencanakan sebuah mini turnamen tiga negara, yang disebut-sebut bakal mengundang Timnas Malaysia.
Menyadur laman Suara.com (1/5/2025), PSSI sendiri tengah menggodok agenda tersebut, yang mana nantinya selain akan diikuti oleh Timnas Indonesia dan Malaysia, turnamen tersebut juga akan diikuti oleh satu tim asal Asia Barat, yakni Lebanon.
Dan yang membuka kans besar bagi Thom Haye untuk bisa mewujudkan impiannya merasakan derby Nusantara adalah, mini turnamen yang diinisiasi PSSI itu akan dimainkan pada rentang FIFA Matchday bulan September 2025 mendatang.
Dengan demikian, maka mau tak mau Almere City harus melepaskan Thom Haye ke Timnas Indonesia jika nantinya sang pemain mendapatkan panggilan ke Skuat Garuda.
Sekadar menginformasikan, semenjak bergabungnya Thom Haye ke Timnas Indonesia, Pasukan Merah Putih memang belum pernah sekalipun bertemu dengan tim Harimau Malaya.
Dalam catatan laman 11v11.com, pertemuan terakhir kedua kesebelasan ini terjadi pada 19 Desember 2021 lalu di ajang Piala AFF 2020. Pada pertandingan tersebut, Timnas Indonesia berhasil menekuk sang lawan dengan skor telak, 4-1.
Kira-kira, impian Thom Haye yang satu ini bisa segera terwujud atau tidak ya? Bagaimana menurut teman-teman?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Selamat Tinggal Miliano Jonathans, Orang dalam PSSI Bongkar Fakta Ini
-
Erick Thohir Bongkar Strategi Jitu Alasan TC Timnas Indonesia Berlangsung di Bali
-
Selamat Tinggal Kevin Diks dan Dean James? Patrick Kluivert Cari Pengganti
-
Bukan Jay Idzes, Bek Timnas Indonesia Diincar Klub Terkaya Italia Como
-
Shin Tae-yong Kembali! Langsung Ingatkan Patrick Kluivert Soal Fondasi Timnas Indonesia
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
Sekolah Mengajarkan Etika, tapi Mengapa Banyak Kejahatan Lahir di Dalamnya?
-
5 Rekomendasi HP dengan Chipset Dimensity Terbaik 2026: Performa Kencang, Baterai Anti Boros
-
The Bride Who Burned The Empire: Kisah Pemberontakan Seorang Putri
-
Di Balik Megahnya Dapur MBG, Ada Sekolah yang Dilupakan Negara
-
Tak Semua Cinta Bisa Diselamatkan: Tragedi Nara dan Jindo dalam Eye Shadow