Sebelum undian pembagian grup babak kualifikasi Piala Asia U-23, induk sepak bola benua Asia alias AFC telah membagi para kontestan dalam pot-pot unggulan.
Sepertimana konstelasi setiap grup yang akan beranggotakan empat tim, AFC pun membagi para membernya tersebut dalam empat seeding pots.
Setelah dilakukan perhitungan berdasarkan penampilan para kontestan dalam tiga edisi terakhir gelaran, Timnas Indonesia U-23 sendiri pada akhirnya menempati pot unggulan kedua.
Sementara pot unggulan pertama, ditempati oleh sebelas negara yang secara perhitungan penampilan akumulatif, dinilai lebih baik dari Timnas Indonesia oleh AFC.
Namun uniknya, meskipun pot unggulan pertama berisikan sebelas negara, hanya 5 negara saja yang bisa berada satu grup dengan Indonesia.
Mereka adalah Uzbekistan, Jepang, Irak, Korea Selatan, dan Australia. Jika kita melihat lima negara tersebut, tentunya kita tak bisa menemukan tim lemah di dalamnya.
Namun, seandainya bisa memilih, mungkin para fans Timnas Indonesia bisa memilih berada satu grup dari 2 tim berikut untuk bisa menuntaskan balas dendam atas kejadian yang tak mengenakkan di turnamen edisi terakhir.
Negara mana sajakah itu? Mari kita bahas bersama!
1. Uzbekistan
Para pendukung Pasukan Merah Putih tentunya tak akan bisa dengan mudah melupakan pertandingan antara Timnas Indonesia U-23 melawan Uzbekistan di babak semifinal gelaran edisi 2024 lalu.
Pada pertandingan yang menentukan langkah kedua kesebelasan ke partai puncak tersebut, Pasukan Garuda Muda pada akhirnya harus merasakan kekalahan 0-2 dan memupus langkah mereka ke partai puncak.
Bukan kekalahan yang membuat pertandingan tersebut akan selalu diingat dan diliputi dendam, namun karena banyaknya drama yang terjadi dan merugikan Indonesia lah yang menjadi faktor pemicunya.
Pada pertandingan tersebut, Timnas Indonesia U-23 mendapatkan beberapa keputusan wasit yang merugikan mereka. Selain gol Ferarri yang dianulir pada menit ke-61 dan kartu merah sang kapten Rizky Ridho, kepemimpinan wasit Shen Yinhao asal China juga terlihat sangat berat sebelah dan menguntungkan tim lawan.
Sehingga, akan sangat seru jika nantinya Skuat Garuda Muda berada satu grup dengan Uzbekistan bukan?
2. Irak
Pasca mengalami kekalahan dari Uzbekistan di babak semifinal gelaran, Timnas Indonesia U-23 pada akhirnya harus puas untuk menjalani laga perebutan tempat ketiga melawan Irak.
Namun sayangnya, sepertimana tertulis di laman match report AFC, Indonesia yang sempat unggul terlebih dahulu melalui Ivar Jenner di menit ke-19, harus kena comeback dari sang lawan melalui gol dari Zaid Tahseen dan Ali Jasim pada menit ke-27 dan 96.
Alhasil, kans Indonesia untuk melaju ke gelaran Olimpiade Paris secara otomatis pun urung terlaksana dan pada akhirnya hilang karena kalah di laga play-off antar konfederasi melawan Guinea.
Jika dibandingkan dengan laga melawan Uzbekistan, laga melawan Irak ini cenderung berjalan dengan normal dan fair. Kedua kesebelasan saling beradu taktik pun strategi sehingga sukses menampilkan permainan kelas tinggi di laga yang berlangsung di Abdullah bin Khalifa Stadium, Doha Qatar tersebut.
Tentunya, akan menjadi suatu hal yang sangat menarik jika nantinya Timnas Indonesia bisa kembali bertarung melawan Irak di babak kualifikasi Piala Asia U-23.
Patut digarisbawahi, peluang Timnas Indonesia untuk bisa membalas kekalahan atas Uzbekistan dan Irak tentunya terbuka sangat lebar, mengingat AFC sendiri juga telah memutuskan Indonesia menjadi salah satu dari 11 tuan rumah babak kualifikasi.
Jadi, baik Uzbekistan maupun Irak nantinya yang berada satu grup dengan Indonesia, harus siap untuk bermain di kandang sang Garuda.
Kalau menurut teman-teman, enaknya bertemu yang mana nih? Irak yang selalu bermain fair, atau Uzbekistan yang di pertemuan kemarin bertarung dengan segala keuntungan dari wasit?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Shin Tae-yong Ramal Nasib Terbaru Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026: Saya Rasa Bisa..
-
4 Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Bulan September 2025
-
Misi Sulit! Duo Diaspora Timnas Indonesia Usung Target Selamatkan Klub dari Degradasi
-
Selamat Tinggal, Dean James Akan Diganti Kurang dari 30 Hari Lagi dari Timnas Indonesia
-
Selain Rusia, 3 Negara ini Masuk Radar Uji Coba Timnas Indonesia
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
Pocong yang Membesar sambil Menyeringai Gila di Kebun Pisang
-
Raja Antioksidan! 4 Masker Astaxanthin untuk Lawan Penuaan dan Flek Hitam
-
Teach You a Lesson Rilis Jadwal Tayang, Drama Aksi Terbaru Berlatar Sekolah
-
Jadi Dokter Bedah Plastik, Intip Karakter Lee Jae Wook di Doctor on the Edge
-
Bosan Desain TWS Itu-itu Aja? Realme Buds T500 Pro Bawa Desain Kotak Permen