Setelah melewati berbagai peristiwa dan drama akibat cuaca yang berubah-ubah, MotoGP Le Mans 2025 telah usai dilaksanakan pada Minggu malam kemarin (11/02/25).
Begitu banyak yang terjadi di sesi balap utama ini sehingga mungkin seri ini akan menjadi seri paling membingungkan di tahun 2025. Berikut adalah rangkuman peristiwanya.
1. Start yang Ditunda dan Cuaca Labil
Balapan dimulai dengan kondisi trek yang kering sehingga dinyatakan dry race. Namun, saat warm up lap bendera putih dikibarkan yang membuat semua pembalap masuk ke pit untuk ganti motor.
Karena terlalu banyak pembalap yang berada di pit lane exit, bendera merah dikibarkan dan prosedur quick start pun diterapkan, balapan dikurangi menjadi 26 putaran.
Kekacauan mulai terjadi saat para pembalap masuk ke pit lagi untuk ganti motor saat sighting lap. Berdasarkan regulasi MotoGP terbaru, pembalap yang meninggalkan grid start untuk ganti motor sebalum warm up lap akan dikenai double long lap penalty.
Ada sekitar 13 pembalap yang dijatuhi hukuman tersebut, di antaranya: Marc Marquez, Alex Marquez, Fabio Quartararo, Ai Ogura, Fermin Aldeguer, Fabio Di Giannantonio, Pedro Acosta, Joan Mir, Brad Binder, Raul Fernandez, Enea Bastianini, Maverick Vinales, dan Franco Morbidelli.
2. Kecelakaan
Balapan baru saja dimulai dan drama berikutnya masih berlanjut. Enea Bastianini menabrak Pecco Bagnaia di tikungan 1 yang menyebabkan keduanya crash. Pecco langsung bangkit dan menghampiri motornya untuk kembali ikut balapan.
Di sisi lain, Joan Mir juga terlibat kontak dengan Johann Zarco. Zarco sempat terseret hingga ke gravel. Beruntung dua tidak crash dan tetap melanjutkan balapan.
Hujan deras kembali mengguyur lintasan Le Mans, membuat Si Tuan Rumah, Fabio Quartararo, jatuh.
Kutukan special livery Quartararo di Le Mans kembali berlanjut, Quartararo juga dihukum suspend 10 menit pertama di GP Silverstone dan denda sebesar 2000 euro karena dianggap tidak patuh terhadap instruksi marshal setelah insiden crash ini.
Nasib apes juga menimpa Alex Marquez dan Enea Bastianini yang masing-masing mengalami dua dan tiga kali crash di balapan kali ini.
Bahkan Enea Bastianini harus menerima 2x double long lap penalty dan long lap penalty di GP Silverstone yang akan datang karena menyebabkan insiden yang melibatkan Pecco Bagnaia.
3. Kemenangan Johann Zarco
Peringatan wet race membuat para pembalap kembali ke pit, termasuk Marc Marquez, untuk mengganti motor mereka ke motor setelan basah.
Johann Zarco tetap berada di lintasan karena dirinya tetap bertahan dengan ban basah dan tidak menggantinya sama sekali.
Setelah kembali ke lintasan, Marc sudah tertinggal 8 detik di belakang Zarco. Pendiriannya untuk tetap menggunakan ban basah kali ini sangat tepat, Zarco langsung memperlebar jaraknya dari 8 menjadi 19 detik dan membuatnya memenangkan GP Le Mans 2025 ini.
Ini adalah kemenangan kedua Zarco di MotoGP setelah GP Australia 2023, saat itu dirinya masih berseragam Pramac Racing.
Dan kali ini kemenangannya juga mematahkan rentetan kemenangan beruntun Ducati yang dimulai dari GP Spanyol 2024. Makin spesial lagi karena diraih di Prancis, negara asal Johann Zarco sendiri dan disaksikan oleh para pendukungnya.
4. Hasil Keseluruhan
Setelah melewati drama yang panjang, Johann Zarco keluar sebagai juara di MotoGP Le Mans 2025. Disusul oleh Marc Marquez yang juga mampu bertahan di tengah kacaunya balapan.
Posisi ketiga ditempati oleh Fermin Aldeguer, ini menjadi podium Grand Prix perdana bagi Aldeguer dalam tahun debutnya di MotoGP.
P4 dan P5 ditempati oleh pembalap KTM, Pedro Acosta dan Maverick Vinales. P6-10 juga dihuni oleh beberapa pembalap yang cukup asing di barisan 10 besar, seperti Takaaki Nakagami, Raul Fernandez, Fabio Di Giannantonio, Lorenzo Savadori, dan Ai Ogura. Sementara itu, Pecco Bagnaia yang sempat jatuh tadi finis di posisi paling buncit.
Kendati cuaca yang buruk membuat balapan menjadi lebih rumit dan membingungkan, MotoGP Le Mans 2025 tampaknya menjadi salah satu seri terbaik musim ini. Bagaimana menurut kamu?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
-
Mau Jual Makanan yang Lagi Viral? Ini 5 Etika yang Perlu Diterapkan
-
Pimpin Klasemen, Jorge Martin Tak Mau Ambisi jadi Juara Dunia Lagi?
-
Bosan Dimsum Mentai? Ini 5 Kuliner Nusantara di Nganjuk yang Patut Dicoba
Artikel Terkait
-
Disindir Gigi Dall'igna, Pecco Bagnaia Jadikan Ini Sebagai Motivasi
-
Sprint Race MotoGP Le Mans 2025: Perlawanan Sengit dari Fabio Quartararo
-
Data Bicara: Mobil F1 atau Motor MotoGP yang Lebih Cepat?
-
Performa Meningkat Tajam, Fabio Quartararo Tetap Membumi di GP Le Mans 2025
-
Punya Riwayat Buruk di Le Mans, Pecco Bagnaia Optimis Raih Hasil Maksimal
Hobi
-
Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
-
Fabio Calonego Ungkap Target Pribadi bersama Era Baru Persija Jakarta
-
Bali United Bertekad Dominasi Laga Kandang di BRI Super League 2026/2027
-
Jakarta Mulai Bersiap, 2 Lapangan Disiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026
Terkini
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong