Semen Padang FC resmi mengamankan tempatnya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia usai menjalani musim yang penuh tekanan di BRI Liga 1 2024/2025. Kemenangan penting 2-0 atas Arema FC dalam laga terakhir menjadi penentu nasib mereka.
Pertandingan tersebut digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (24/5/2025). Gol dari Filipe Chaby dan Muhamad Ridwan membuat Semen Padang mengoleksi 36 poin dan finis di posisi ke-13 klasemen akhir. Mereka unggul dari PSS Sleman dan Barito Putera yang harus terdegradasi ke Liga 2.
Meski menjadi tim dengan jumlah kebobolan terbanyak musim ini, yakni 60 gol, Semen Padang membuktikan kekuatan mental dan semangat juang mereka. Tim asuhan Eduardo Almeida menunjukkan bahwa konsistensi di momen krusial bisa jadi pembeda antara bertahan dan terdegradasi.
Mentalitas kuat seluruh lapisan tim tentu termasuk modal penting Semen Padang FC untuk menatap musim 2025/2026.
Namun melansir laman ligaindonesiabaru.com, di balik strategi dan keberuntungan, ada sosok-sosok yang tak tergantikan di lapangan. Tiga pemain mencuat sebagai tokoh utama dalam keberhasilan Semen Padang menghindari degradasi
1. Bruno Gomes
Bruno Gomes merupakan penyerang andalan yang kehadirannya selalu dinanti. Pemain asal Brasil itu tercatat cukup konsisten mencetak gol penting dan menjadi ancaman utama di lini serang Kabau Sirah.
Salah satu momen krusial adalah ketika ia mencetak gol penyama kedudukan 1-1 melawan Persik Kediri di pekan ke-33. Gol tersebut membawa Semen Padang meraih satu poin penting di tengah persaingan ketat di zona degradasi.
Keahliannya dalam membaca peluang, menjaga bola, dan penyelesaian akhir menjadikannya pemain yang sulit dilepaskan dari skema ofensif Almeida. Bruno bukan hanya pencetak gol, tapi juga pembuka ruang dan pengalir permainan tim.
2. Ricki Ariansyah
Gelandang sayap lincah ini menjadi senjata rahasia Semen Padang dalam membongkar pertahanan lawan. Kecepatan dan kreativitas Ricki Ariansyah sangat terasa, terutama dalam laga penting.
Dalam pertandingan melawan Persik Kediri, Ricki menunjukkan pengaruh besarnya dengan melepaskan tendangan bebas yang menghasilkan sepak pojok di awal laga. Ia juga aktif membantu pertahanan dengan mencuri bola saat injury time, menunjukkan peran ganda yang ia emban di lini tengah.
Semangat juang dan determinasi Ricki menjadi energi tambahan yang tak terlihat di papan skor, tapi sangat terasa dalam dinamika permainan tim.
3. Cornelius Stewart
Cornelius Stewart adalah winger berpengalaman yang memberi tekanan konstan bagi pertahanan lawan. Ia tampil penuh dalam 34 pertandingan musim ini, mencetak 6 gol dan menyumbang 5 assist, sebuah catatan impresif untuk pemain sayap.
Dalam pertandingan penentuan melawan Arema FC, , Stewart tetap memberi kontribusi besar dengan umpan silang yang berujung pada gol Chaby di menit ke-72.
Selain tiga pemain kunci di atas, tak dapat dipungkiri bahwa keberhasilan Semen Padang bertahan di kasta tertinggi juga dipengaruhi oleh duet di lini tengah Filipe Chaby dan Alhassan Wakaso. Mereka punya peran yang saling melengkapi.
Kolaborasi Chaby dan Wakaso menghadirkan stabilitas yang dibutuhkan oleh Semen Padang di tengah tekanan degradasi. Keduanya adalah roh permainan di lini tengah dan pembeda saat laga memasuki momen kritis.
Dengan fondasi pemain-pemain kunci tersebut, Semen Padang FC memiliki peluang menjanjikan di musim 2025/2026. Walaupun tantangan tetap berat seperti dari tim-tim kuat seperti Persib Bandung dan Bali United, pasukan Kabau Sirah telah menunjukkan bahwa mereka memiliki mentalitas dan kualitas untuk bersaing.
Tentu menarik untuk dinantikan bagaimana aksi Kabau Sirah dalam menuntaskan misi penting di musim mendatang.
Baca Juga
-
Saddil Ramdani Rindu Bela Timnas Indonesia, Siap Curi Hati John Herdman?
-
Beckham Putra Ungkap Nilai Plus John Herdman, Singgung soal Komunikasi?
-
Transfer Ilmu John Herdman Diyakini Genjot Kualitas Sepak Bola Indonesia
-
Rizky Ridho Soroti Drawing Grup Piala ASEAN 2026, Berani Targetkan Juara?
-
Sambut Piala ASEAN 2026, John Herdman Bakal Andalkan Tim Pelapis?
Artikel Terkait
Hobi
-
Guliran FIFA Series 2026 dan 2 Alasan dari Semesta yang Patahkan Klaim PSSI Anak Emas FIFA
-
Baru Juga Diresmikan, John Herdman Sudah Langsung Bikin Kebijakan yang Menantang!
-
Dibandingkan Grup Lain, Tuan Rumah Indonesia Hanya Kebagian Lawan Receh di FIFA Series 2026
-
Lama Absen, Ginting Comeback di Indonesia Masters 2026: Ada Rasa Tegang
-
Kembali Bertemu Vietnam, Peluang Timnas Indonesia Lolos Fase Grup AFF Cup Kecil?
Terkini
-
Membaca Adalah Olahraga Otak: Cara Alami Tingkatkan Daya Ingat dan Fokus
-
Maskeran Pakai Bubble Mask? Ini 5 Pilihan Biar Wajah Auto Glowing
-
Kesepian Kolektif di Era Konektivitas: Banyak Teman, Minim Kelekatan
-
Sinopsis Museum of Innocence, Kisah Obsesi dan Cinta yang Tayang Februari 2026
-
Usai Diterpa Rentetan Kontroversi, Jule Ungkap Ingin Jadi Diri Sendiri?