Menjelang laga krusial melawan China dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan pesan penting bagi seluruh suporter Timnas Indonesia. Ia meminta agar dukungan diberikan dengan cara yang positif, tanpa mencederai semangat sportivitas melalui tindakan diskriminatif seperti xenofobia.
Hal ini bukan tanpa alasan. Lantaran pada pertandingan sebelumnya saat menjamu Bahrain, federasi harus menerima sanksi dari FIFA akibat tindakan suporter yang dianggap melanggar etika. Denda sebesar Rp 400 juta dan pengurangan kapasitas penonton sebanyak 15 persen menjadi peringatan serius agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kita harus menjadi tuan rumah yang baik. Kalau kemarin kita bisa sambut suporter dari Arab Saudi, Jepang, Australia, dan Bahrain, tentu kita juga harus bisa menyambut suporter dari China dengan baik,” tutur Erick, mengutip laporan Antara News, Senin (2/6/2025).
Menurutnya, pertandingan internasional bukan sekadar kompetisi di atas lapangan. Namun sekaligus momentum bagi bangsa Indonesia menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi, tak terkecuali dengan dukungan suporter sepak bola.
Besok akan ada sekitar 3.000 suporter asal China yang akan hadir langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk memberikan dukungan bagi Team Dragon. Sementara itu, tiket untuk suporter tuan rumah telah ludes terjual. Atmosfer diprediksi akan penuh energi.
“Sepak bola tidak boleh ada diskriminasi. Baik kita melawan tim luar negeri maupun tim nasional lainnya, semua harus dijalani dengan nilai-nilai yang bersih dari rasisme dan xenofobia,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Erick mengapresiasi kreativitas suporter Indonesia dalam mendukung timnas selama ini. Ia mencontohkan bagaimana tifo ‘Gundala melawan Godzilla' saat melawan Jepang, dan pesan ‘Show Your Dignit’” waktu menghadapi Bahrain. Dukungan semacam inilah yang perlu diperkuat kembali.
Timnas Indonesia Hadapi Jalan Terjal, Suporter Jadi Kekuatan Besar
Di tengah persaingan ketat Grup C, Timnas Indonesia berada di posisi keempat dengan sembilan poin. Meski unggul tiga poin atas Bahrain dan China, posisi ini belum sepenuhnya aman. Satu kesalahan bisa membuat Garuda terlempar dari perebutan tiket ke putaran berikutnya.
Laga melawan China menjadi kunci penting. Setelah itu, Indonesia akan langsung bertolak ke Jepang untuk menghadapi raksasa Asia tersebut pada 10 Juni mendatang. Dengan hanya berjarak lima hari, konsistensi mental dan dukungan publik menjadi hal yang sangat krusial.
Inilah waktunya suporter mengambil peran besar. Mereka bukan sekadar penonton, tetapi bagian integral dari perjuangan Timnas. Kehadiran mereka di stadion membawa motivasi yang luar biasa bagi para pemain.
Kehadiran suporter juga memperkuat identitas nasional. Lagu kebangsaan yang dinyanyikan bersama, atribut Merah Putih yang dikenakan, serta koreografi kreatif di tribun menciptakan rasa bangga dan solidaritas yang meluas, baik bagi pemain maupun penonton lain.
Lebih dari itu, suporter adalah wajah dari budaya Indonesia di mata dunia. Cara mereka menyambut lawan dan memberikan dukungan bisa menjadi penilaian tersendiri bagi negara kita. Ketika suporter menunjukkan kedewasaan, Indonesia akan dikenal sebagai bangsa yang ramah, sportif, dan menjunjung nilai kemanusiaan.
Erick menyadari kekuatan besar ini, dan itulah mengapa ia kembali menegaskan bahwa pertandingan kontra China harus jadi momentum menunjukkan kedewasaan. Tidak ada tempat untuk xenofobia. Tidak ada ruang bagi diskriminasi.
Dukungan yang sehat dan penuh semangat akan menjaga performa Timnas dalam dua laga pamungkas ini. Baik saat menghadapi China di rumah sendiri, maupun kala terbang ke Jepang, dukungan yang konsisten baik di stadion maupun media sosial diyakini akan menjaga mental para pemain tetap stabil.
Baca Juga
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Tampil Serasi di Script Reading Dive Into You
-
Ada yang Hilang dari Xdinary Heroes, Lagu Lost and Found Jadi Lebih Nylekit
-
Bentrok Jadwal, Lee Jong Suk Dipastikan Batal Bintangi Iseop's Romance
-
Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?
Artikel Terkait
-
Fenomena Nonton Timnas Indonesia Bikin Malaysia Heran: Tiket Mahal Kok Tetap Laku?
-
Simon Tahamata Terang-terangan Tolak Pemain dari Luar Negeri: Tidak! Saya Tidak Mau
-
Fans Timnas Indonesia Diminta Jangan Galak-galak ke Penggemar China, PSSI Singgung Sanksi FIFA
-
Simon Tahamata Ternyata Mahir Berbahasa Indonesia, Khas Logat Timur
-
Menerka Siapa Penerus Legacy Ernando Ari di Timnas Indonesia U-23
Hobi
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
Terkini
-
Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah
-
Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi
-
Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar
-
Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me
-
Pemerintah Gemar Solusi Instan, Siapa yang Menyelesaikan Akar Masalah?