Satu langkah bersejarah kembali ditorehkan oleh sepak bola Indonesia. Di mana PSSI memperoleh penghargaan dari FIFA dalam kategori Gold untuk program FIFA Forward. Hal tersebut diberikan kepada PSS sebagai bentuk apresiasi atas pembangunan PSSI National Training Center di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Penghargaan ini diumumkan langsung oleh FIFA dalam ajang FIFA Forward Awards for Asian Member Associations. PSSI menjadi asosiasi sepak bola pertama di Asia yang berhasil meraih kategori Gold, yang merupakan penghargaan tertinggi dalam program tersebut.
FIFA menilai bahwa proyek pembangunan pusat latihan nasional yang digarap PSSI bukan hanya ambisius, tetapi juga strategis, berdampak nyata, dan memiliki visi jangka panjang. Fasilitas yang dibangun sudah memenuhi standar internasional, dari lapangan latihan, fasilitas medis, ruang gym, hingga ruang kelas pengembangan pemain.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, pun tak ragu mengucapkan selamat secara langsung. Ia menyebut bahwa Indonesia menunjukkan kemajuan pesat dalam dunia sepak bola, baik dari sisi infrastruktur maupun program pembinaan.
"Indonesia telah menunjukkan kemajuan pesat dalam dunia sepak bola. Saya mengucapkan kepada Presiden Thohir dan timnya atas kerja luar biasa mereka," kata Infantino lewat Instagram pribadinya @gianni_infantino, Rabu (18/6/2025).
Lebih lanjut, ia juga menyoroti berbagai program kolaboratif yang telah dijalankan di Indonesia, seperti FIFA Talent Development Scheme dan FIFA Football For Schools. Ini menjadi bukti bahwa FIFA benar-benar melihat Indonesia sebagai pusat pertumbuhan sepak bola di kawasan Asia Tenggara.
Sebagaimana dilansir dari Suara.com, dalam pembangunan pusat latihan nasional tersebut, FIFA diketahui menghibahkan dana sebesar Rp85,6 miliar. Bagi PSSI, kepercayaan itu merupakan amanah besar yang harus dijawab dengan kerja nyata.
Tak hanya dari FIFA, dukungan juga datang dari pemerintah Indonesia. Kementerian PUPR membantu dari segi infrastruktur pendukung serta pembebasan lahan melalui APBN senilai Rp90 miliar. Total luas lahan pembangunan mencapai 34,5 hektar, yang siap menjadi rumah baru bagi masa depan sepak bola nasional.
Terima Penghargaan, Transformasi PSSI Mulai Buahkan Hasil?
Penghargaan dari FIFA ini bukan sekadar simbol kehormatan. Di dalamnya terdapat pengakuan global terhadap kerja transformasi yang telah dilakukan PSSI dalam beberapa tahun terakhir. Sejak dipimpin Erick Thohir, arah pembangunan sepak bola nasional berubah signifikan. Dari sekadar penyelenggaraan kompetisi, menjadi pembinaan terstruktur dengan fondasi kuat.
FIFA sendiri mengakui bahwa keberhasilan ini adalah cerminan penggunaan maksimal dari dana program FIFA Forward. Sementara banyak asosiasi lain belum memanfaatkan potensi penuh dari program itu, PSSI justru menjadi kisah sukses yang bisa dijadikan contoh di kawasan Asia.
Bagi Indonesia, ini lebih dari sekadar bangunan. Ini adalah simbol bahwa sepak bola bisa dibangun secara profesional, kolaboratif, dan berkelanjutan. Sekaligus bukti bahwa dengan niat dan strategi yang jelas, kita mampu bersaing secara global.
Erick Thohir sendiri menyebut bahwa penghargaan ini adalah momen penting dalam sejarah sepak bola Indonesia. Ia berharap ini menjadi pelecut semangat untuk bekerja lebih keras lagi, membangun sistem yang tidak hanya sukses sesaat, tapi juga kokoh dalam jangka panjang.
Melalui unggahan akun Instagram pribadi @erickthohir, Ketua Umum PSSI turut menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan FIFA.
Ia mengatakan, "Keberhasilan yang dicapai PSSI ini merupakan kolaborasi dari berbagai pihak termasuk dukungan pemerintah maupun FIFA. Terima kasih Presiden FIFA Gianni Infantino yang selalu percaya dan mendukung PSSI dalam membangun sepak bola Indonesia."
Menurutnya, capaian Gold FIFA Forward merupakan sejarah baru untuk sepak bola tanah air yang melecut semangat para pemangku kepentingan untuk terus membangun sepak bola Indonesia agar semakin besar di masa depan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Review Drama Korea The Legend of Kitchen Soldier: Saat Dapur Jadi Medan Perang
-
Piala Dunia 2026: Format dan Harapan Baru, Tim Underdog Bakal Beri Kejutan?
-
Saat Perempuan Begadang Demi Piala Dunia 2026, Apa yang Salah?
-
Hangatnya Euforia Piala Dunia, Sepakbola Benar-Benar Jadi Bahasa Universal?
-
Piala Dunia Memang Milik Semua Orang, Tak Perlu Malu Jadi Fans Jalur FOMO?
Artikel Terkait
-
Qatar dan Arab Jadi Tuan Rumah Round 4, Erick Thohir Beri Komentar Sindiran
-
BUMN Beralih ke Danantara, Erick Thohir: Kami Tetap Pengawas
-
Daftar 10 Pejabat Terkaya, Ada Raffi Ahmad hingga Mertua Jessica Mila
-
Erick Thohir Ingin Naturalisasi Striker Baru, Mauro Zijlstra Jadi Pilihan?
-
Erick Thohir Sampaikan Permintaan ke Simon Tahamata
Hobi
-
Skandal Rekaman Audio: Saat Martabat Son Heung-min Diinjak-injak Media Korea Selatan
-
Bawa Argentina Menang 3-0, Messi Cetak Hattrick Pertama di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Meksiko vs Korea Selatan: Adu Taktik, Siapa yang Kuasai Grup A?
-
Swiss Waspada! Bosnia Herzegovina Bawa Misi Menang Grup B Piala Dunia 2026
-
Prediksi Ceko vs Afrika Selatan: Kalah Angkat Kaki dari Piala Dunia 2026
Terkini
-
ROG Zephyrus Duo, Laptop Dua Layar dengan RTX 5090 Seharga Mobil Bekas!
-
Samsung Galaxy A57 5G Resmi di Indonesia, HP dengan Kamera Mumpuni dan Baterai Tahan Lama
-
Usai Rilis Bab Baru, Manga Kagurabachi Umumkan Hiatus Hingga Agustus 2026
-
Anak Muda Punya Banyak Rencana Hidup, Tapi Risiko Bisa Datang Kapan Saja
-
Mengapa Banyak Pemain Pakai Sepatu Pink di Piala Dunia 2026?