Kei Hirose akhirnya menjawab langsung soal berbagai spekulasi yang sempat berkembang soal masa depannya bersama Borneo FC Samarinda.
Gelandang asal Jepang itu menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan bersama tim berjuluk Pesut Etam tersebut untuk mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2025/2026.
Kepastian ini disampaikan Kei lewat pernyataan resmi yang diunggah di media sosial Borneo FC. Ia mengaku sangat antusias menyambut musim baru dan sudah menetapkan target pribadi maupun untuk tim secara keseluruhan.
“Saya ingin musim depan bisa lebih baik dari musim ini. Saya sangat antusias untuk memulai musim baru,” ucap Kei, menyadur laman ligaindonesiabaru.com, Jumat (20/6/2025).
Dengan nada penuh semangat, Kei menyampaikan bahwa tantangan musim depan akan lebih berat, namun ia tak gentar. Justru, kondisi itu menurutnya menjadi motivasi tambahan bagi seluruh skuad.
“Banyak klub yang menjadi lebih baik, jadi tidak akan mudah. Tapi kami bisa melakukannya,” sambungnya.
Kei bergabung dengan Borneo FC sejak musim 2021/2022. Dalam empat musim terakhir, ia mencatatkan total 121 penampilan di Liga 1, mengemas 2 gol dan 14 assist, serta deretan kontribusi non-statistik yang vital di lini tengah.
Pada musim 2023/2024, Kei menjadi bagian dari sejarah klub sebagai pemain kunci yang membantu Borneo FC menjuarai Regular Series BRI Liga 1. Sayangnya, mimpi menjadi juara penuh terhenti setelah dikalahkan Madura United di semifinal Championship Series.
Meski demikian, performa konsisten Kei tetap terlihat di musim 2024/25. Dirinya telah memainkan sebanyak 31 pertandingan, menyumbang 1 gol dan 3 assist. Di luar statistik menyerang, ia juga mencatat 42 tekel, 38 intersep, dan 9 sapuan sepanjang musim.
Peran Kunci Kei Hirose untuk Kedalaman Skuad Borneo FC
Di balik angka-angka tersebut, Kei Hirose menjadi jantung permainan Borneo FC. Ia berperan sebagai pengatur tempo sekaligus pemutus serangan lawan, menjadikannya salah satu gelandang paling komplet di Liga 1.
Kemampuannya membaca permainan, menutup ruang, dan memberi tekanan tinggi membuatnya menjadi salah satu pemain yang paling sulit digantikan. Ia menjadi tulang punggung tim baik dalam transisi bertahan maupun menyerang.
Lebih dari sekadar kontribusi teknis, Kei juga menjadi figur penting secara mental. Ia menjadi pemimpin diam-diam yang memengaruhi atmosfer kerja keras dan fokus dalam tim.
Bagi Borneo FC, keberadaan Kei seperti garansi stabilitas permainan. Ketika tim tampil inkonsisten, ia tetap menjaga ketenangan dan ritme tim, sesuatu yang sulit ditemukan dalam pemain asing lainnya.
Itulah mengapa kabar soal kemungkinan kepergiannya sempat membuat khawatir suporter Pesut Etam. Namun kini dengan komitmen yang kembali ditegaskan Kei, Borneo FC bisa bernapas lega.
Pemain yang pernah berseragam Persela Lamongan dan Johor Darul Ta’zim (JDT) itu juga menyampaikan target realistis namun ambisius, yakni membawa Borneo FC masuk empat besar.
Dengan catatan 56 poin musim lalu dan finis di posisi kelima, target tersebut sangat mungkin dicapai, terutama jika skuad bisa menjaga performa dan mendatangkan pemain pelapis berkualitas.
Kei Hirose pun sadar bahwa persaingan musim depan akan jauh lebih sengit. Klub-klub besar terus memperkuat diri, tapi ia yakin dengan persiapan matang, Borneo FC bisa bersaing di papan atas.
Semangat yang ia bawa bukan hanya tentang hasil akhir, tapi juga tentang proses. Bagi Kei, berkembang bersama tim dan membangun pondasi yang kuat lebih penting dari sekadar prestasi jangka pendek.
Tentu menarik untuk dinantikan bagaimana lanjutan kiprah Kei Hirose dalam membantu Pesut Etam meraih kembali kejayaannya.
Baca Juga
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Tampil Serasi di Script Reading Dive Into You
-
Ada yang Hilang dari Xdinary Heroes, Lagu Lost and Found Jadi Lebih Nylekit
-
Bentrok Jadwal, Lee Jong Suk Dipastikan Batal Bintangi Iseop's Romance
-
Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?
Artikel Terkait
Hobi
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
-
Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?
-
Sakit Misterius, Joan Mir Absen Sampai MotoGP Indonesia 2026
-
Mengejar atau Dikejar Marc Marquez: Mana yang Lebih Menakutkan di Lintasan MotoGP?
Terkini
-
Sinopsis Irreplaceable, Dracin Terbaru Zhao Jin Mai dan Wei Da Xun di Youku
-
Good Talk GNFI di UAD: Pendidikan RI Dianggap Hanya Cetak Tenaga Kerja
-
Salma Rilis Lagu 'maha benar', Sindiran Keras Buat Netizen Julid dan Si Paling Paham Hidup Orang!
-
Korea Selatan Libatkan Warga Lawan Deepfake, Indonesia Bisa Belajar Apa?
-
Korps Kadet RI di Sekolah: Perlukah Bela Negara Jadi Ekstrakurikuler?