Belakangan ini, penggemar sepak bola di kawasan Asia Tenggara tengah disibukkan dengan tingkah laku federasi sepak bola Malaysia alias FAM. Setelah berwaktu-waktu mereka seret dalam melakukan pendekatan kepada para pemain keturunan untuk dinaturalisasi, tiba-tiba saja mereka mendapatkan banyak talenta dari kawasan yang tak terduga, yakni Amerika Latin.
Sontak saja masuknya gelombang pemain naturalisasi dengan skala masif dan berasal dari kawasan yang terbilang minim kontak dengan Malaysia dari sisi kesejarahan, membuat publik bertanya-tanya. Bahkan tak jarang, para warganet menuding bahwa Malaysia melakukan proses naturalisasi ilegal karena pemain-pemain yang mereka datangkan belum jelas terungkap asal-usul genetiknya.
Desas-desus ini pun juga telah menjadi perbincangan penikmat bola di kawasan. Bukan hanya di Indonesia, namun negara-negara lainnya di bagian tenggara benua Asia juga angkat bicara terkait hal tersebut. Bahkan, laman Suara.com (30/6/2025) menuliskan bahwa banyak tudingan warganet yang menilai bahwa dokumen naturalisasi para pemain Malaysia tersebut abal-abal, dan berpotensi untuk mendatangkan sanksi dari induk sepak bola dunia, FIFA.
Ternyata, perihal isu naturalisasi aneh yang dilakukan oleh Timnas Malaysia ini tak hanya menjadi bahasan warganet dan media-media di Indonesia. Salah satu media kenamaan Vietnam, Soha.vn juga menuliskan terkait hal ini. Bahkan mereka juga memberikan contoh hukuman jika Malaysia terbukti melakukan kecurangan tersebut.
Dalam sebuah artikelnya berjudul "Pernah terlibat dalam skandal naturalisasi yang 'berisik seperti tim Malaysia, seberapa berat FIFA menghukum tim Amerika Selatan tersebut?", Pada Jumat (4/7/2025) media dari Negeri Paman Ho itu mencontohkan hukuman yang didapatkan oleh tim asal Amerika Selatan, Bolivia.
"Setelah timbul kecurigaan penggunaan pemain naturalisasi ilegal, tim tersebut diselidiki oleh FIFA dan menerima hukuman berat." tulis Soha.
Bukan hanya itu, dalam artikelnya tersebut, Soha juga mencontohkan kasus serupa namun tak sama yang terjadi pada Bolivia di babak Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Conmebol. Pada babak kualifikasi tersebut, Bolivia dilaporkan oleh federasi sepak bola Chile, karena dinilai menggunakan satu pemain ilegal, yakni Nelson Cabrera.
Cabrera yang menjadi bagian dari skuat Bolivia di babak kualifikasi tersebut, sejatinya adalah pemain kelahiran Paraguay, dan telah menetap di Bolivia. Melihat peluang untuk masuk ke Timnas negeri barunya tersebut relatif terbuka, Cabrera akhirnya memutuskan untuk melakukan proses naturalisasi dan berpindah federasi demi bisa mewujudkan keinginannya tersebut.
Sejatinya, proses naturalisasi Cabrera berjalan normal, namun ada satu hal yang membuat Chile protes, yakni durasi tinggal sang pemain di Bolivia. Dalam aturan FIFA, seorang pemain baru diperbolehkan untuk melakukan proses naturalisasi jika mereka sudah tinggal minimal selama 5 tahun. Dan pada kenyataannya, setelah diselidiki oleh FIFA, Nelson Cabrera baru menetap di Bolivia selama 4,5 tahun, sehingga masih memerlukan waktu setidaknya 6 bulan lagi untuk sah membela negeri barunya tersebut.
Alhasil, FIFA pun langsun turun tangan dan memberikan hukuman kepada Cabrera serta Bolivia. Seolah mengingatkan kepada Malaysia, Soha menuliskan bahwa semua laga yang dijalani oleh Bolivia dengan keikutsertaan Cabrera di dalamnya, maka kemenangan sebesar 3-0 akan diberikan kepada tim lawan. Dan secara otomatis, poin yang didapatkan oleh Bolivia di pertandingan tersebut akan dihapuskan.
Dan hal inilah yang mungkin saja bisa terjadi terhadap Malaysia. Jika proses naturalisasi Malaysia ternyata tidak sah dan terbukti curang, maka hukuman serupa yakni pengurangan poin dan menghukum Malaysia kalah 0-3 akan dilakukan oleh FIFA.
Jika hal itu terjadi, maka tentu saja Vietnam yang akan mendapatkan keuntungan besar. Pasalnya, pada pertandingan babak kualifikasi Piala Asia 2027 pada 10 Juni 2025 kemarin, Vietnam dibabat habis dengan skor empat gol tanpa balas oleh Malaysia yang diperkuat oleh para pemain naturalisasi yang sampai saat ini masih disebut-sebut belum jelas asal-usulnya.
Baca Juga
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
-
Tak Perlu Branding Berlebihan, Kualitas Herdman Terbukti Lebih Baik Ketimbang Kluivert
Artikel Terkait
-
3 Penyerang Timnas Indonesia yang Terancam Terdepak karena Mauro Zijlstra
-
Diterpa Rumor Naturalisasi Ilegal, Pejabat FAM Ramai-Ramai Berikan Klarifikasi! Panik?
-
Warga Jepang Protes Timnas Indonesia yang Gila-gilaan Lakukan Naturalisasi
-
Indonesia Bakal Kedatangan Mauro Zijlstra, Vietnam Tetap Optimis karena Alasan Ini
-
Eks Pemain Liverpool Ngaku Tinggal di Bali, Bisa Dinaturalisasi?
Hobi
-
3 Motor Touring Segala Medan Paling Canggih, Siap Taklukkan Jalan Apa Pun
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
-
Geser Status Calon Juara ke Marco Bezzecchi, Marc Marquez Atur Strategi?
-
Mengapa Toyota Supra MK4 dan Nissan GT-R R34 Jadi Mobil Favorit Banyak Orang?
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
Terkini
-
Mencintai yang Berbeda: Mengapa Novel 'Kisah Seekor Camar dan Kucing' Wajib Anda Baca
-
Liturgi dari Rahim Silikon
-
Ilusi Gaji UMR: Terlihat Besar di Atas Kertas, Hilang Begitu Saja Sebelum Akhir Bulan
-
Cerita Perantau di Batam: Gagal Makan Ayam Penyet, Ujung-ujungnya Mi Ayam Jadi Penyelamat
-
Pemanasan Sebelum Coachella! Pinky Up ala Katseye Bikin Hook-nya Nempel Terus di Kepala