Setelah beberapa waktu dirumorkan tengah didekati oleh beberapa klub dari berbagai negara, pemain belakang Timnas Indonesia, Jordi Amat akhirnya menentukan klub yang menjadi pilihannya untuk melanjutkan karier.
Menyadur laman Suara.com (6/7/2025), pemain belakang berdarah Spanyol tersebut mantap untuk berlabuh ke klub mapan Indonesia, Persija Jakarta. Dari laman yang sama dikabarkan, pemain berjuluk El Prince itu mengakhiri spekulasi kepindahannya dari Johor Darul Takzim dengan berlabuh ke klub liga Indonesia, meskipun dirinya juga mendapatkan penawaran dari klub lain, termasuk dari klub-klub Arab Saudi dan Liga Spanyol.
Menyadur laman transfermarkt, Jordi Amat dan Persija Jakarta sendiri menyetujui kontrak dengan durasi dua musim. Itu berarti, kebersamaan antara klub berjuluk Macan Kemayoran dengan eks pemain junior Timnas Spanyol tersebut akan berlangsung setidaknya hingga 31 Mei 2027 mendatang.
Uniknya, ikatan kontrak dengan durasi dua musim ini juga seolah menunjukkan sebuah tanda terkait keinginan dari sang pemain untuk mengakhiri kariernya di liga sepak bola tanah leluhurnya.
Berdasarkan data dari laman transfermarkt.com, Jordi Amat tercatat lahir pada 21 Maret 1992, sehingga saat ini sudah berusia 33 tahun. Dengan demikian, ketika kontraknya bersama Persija Jakarta berakhir di tahun 2027 mendatang, sang pemain akan memasuki usia 35 tahun, yang mana kebanyakan pemain sepak bola yang berposisi sebagai outfield player (pemain non penjaga gawang) gantung sepatu di usia tersebut.
Hal ini tentunya cukup masuk akal, karena seperti yang kita ketahui bersama, jarang ada pemain di posisi center back yang bisa terus eksis di dunia sepak bola, terkecuali mereka yang terus bermain konsisten dan "mengalahkan" gerusan penurunan fisik, seperti Paolo Maldini dan Pepe yang bisa terus bermain hingga melewati usia 40 tahun.
Kebanyakan dari pemain yang berposisi di sini, sudah "selesai" ketika berada di usia pertengahan 30an tahun, dan beralih profesi merambah ke dunia kepelatihan.
Keputusan yang Tepat untuk Mengakhiri Karier Lebih Lama
Keputusan Jordi Amat untuk memulai kariernya di liga tanah leluhur ini tentunya menjadi sebuah keputusan yang tepat. Pasalnya, selain bakal berkarier di liga yang persaingannya tak sekeras di negara-negara lainnya, Jordi Amat juga memiliki kans besar untuk bisa mengakhiri karier lebih lama daripada kebanyakan pemain belakang di kompetisi negara lain.
Berbeda dengan para pemain belakang yang mengakhiri karier di kompetisi kelas elite yang berkisar di usia 34-36 tahun, para pemain belakang di Liga Indonesia ini pada kenyataannya bisa terus berkarier hingga usia yang benar-benar senja.
Di laman data transfermarkt.com, hingga musim kemarin, ternyata masih banyak bek gaek yang mendapatkan tempat di tim-tim Liga Indonesia.
Seperti misal Fabiano Beltrame bersama PSBS Biak yang sudah menginjak usia 42 tahun, Victor Igbonefo di Persib Bandung yang sudah berada di angka umur 39, atau bek lokal seperti Achmad Jufriyanto di Persib Bandung masih terus bermain hingga usia 38 tahun 3 bulan.
Dan itu berarti, dengan kembali ke Liga Indonesia di usianya yang ke-33 tahun, Jordi Amat memiliki kans besar untuk terus bermain di pentas sepak bola profesional, setidaknya satu atau dua musim pasca kontraknya bersama Persija Jakarta berakhir nanti.
Dan bisa saja nanti selepas kontraknya usai bersama Persija Jakarta, Jordi Amat bermain di klub-klub medioker negeri ini bukan? Karena dengan nama besar yang dimilikinya di dunia persepakbolaan Eropa dan Asia Tenggara, tentu banyak klub yang masih tertarik untuk mendatangkannya meskipun sang pemain sudah melewati masa puncak permainannya.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Jay Idzes Sulit Direkrut, Udinese Beralih ke Calon Rekan Kevin Diks
-
Jordi Amat Ambil Tantangan Berat dengan Gabung Persija, Bisa Adaptasi?
-
Jurnalis Asing Review Nasi Kotak Piala Presiden 2025, Isi Lauknya Jadi Sorotan
-
Sehabat Apa Frank van Kempen? Pengganti Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-20
-
Kenalan dengan Pemain Indonesia di Klub Catalan Barcelona, Cocok Bela Timnas U-17?
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi
-
5 Peptide Sheet Mask untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Kulit Kenyal
-
Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah
-
Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya