Kejelasan mengenai penyelenggaraan Liga Putri Indonesia sepertinya mulai terlihat. Melansir dari laman berita suara.com (29/07/2025), PSSI dan PT LIB sepakat akan menggelar liga putri Indonesia pada tahun 2027 mendatang atau pada musim 2027/2028 nanti. Kabar ini sendiri diumumkan oleh direktur PT LIB atau yang kini bernama I League, Ferry Paulus beberapa waktu yang lalu.
“Liga Putri (mulai) 2027. Iya, (pengelolaan Liga Putri) diserahkan ke LIB (I League),” ujar Ferry Paulus.
Hal ini tentunya menjadi sebuah titik terang baru mengenai kejelasan keberlangsungan liga putri di Indonesia yang sejak tahun 2019 lalu vakum dan tak diselenggarakan oleh PSSI dan PT LIB atau I League. Sebelumnya, sempat beredar rumor bahwa liga putri Indonesia akan mulai digelar pada musim 2026/2027 mendatang. Namun, kabar itu pada akhirnya direvisi dan diumumkan akan digelar pada musim 2027/2028 mendatang.
Menurut Ferry Paulus, I League selaku operator liga sepakbola profesional di Indonesia menyebutkan PSSI dan I League akan melakukan trial dulu pada musim 2026/2027 mendatang sebelum menggulirkan liga putri Indonesia kedepannya. Trial ini sendiri diprediksi akan dibentuk dengan sistem turnamen pra-musim layaknya Piala Presiden yang juga digelar oleh I League dan PSSI.
“Musim depan trial dulu, (operatornya) LIB,” ujar Ferry Paulus.
Kehadiran liga putri ini tentunya bisa menjadi secercah harapan dibalik terhentinya kompetisi kasta sepakbola putri di Indonesia sejak adanya pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020 solam. PSSI dan I League atau yang dulunya bernama PT LIB memang tak kembali menggelar liga putri Indonesia dikarenakan berbagai alasan.
Erick Thohir Minta I League Lakukan Trial Liga Putri Indonesia
Lebih lanjut lagi, kejelasan mengenai liga putri Indonesia sendiri juga ada sangkut pautnya mengenai mandat yang diberikan oleh ketua umum PSSI, Erick Thohir beberapa waktu lalu. Melalui akun instagram pribadinya, @erickthohir, mantan pemilik klub Italia, Inter Milan ini meminta secara langsung akan adanya liga putri di Indonesia pada musim-musim berikutnya.
Namun, Erick Thohir juga cukup memahami kondisi operator di liga Indonesia yang sudah cukup lama tak menyelenggarakan kembali kasta sepakbola profesional putri di Indonesia. Oleh karena itu, dirinya meminta adanya trial competition atau ajang kompetisi uji coba terlebih dahulu guna membiasakan para perangkat pertandingan, operator dan juga klub tentunya.
“Saya akan minta PT LIB untuk coba pra-musim terlebih dahulu. Mungkin dimulai dari empat klub seperti Persib, Persija, Dewa United, dan klub dari Banten atau Tangerang. Ini sebagai tahap awal untuk melihat seberapa besar talenta yang kita miliki,” ujar Erick Thohir.
Rencana ini sendiri tentunya cukup diapresiasi mengingat saat ini pesepakbolaan putri di Indonesia memang tengah mati suri dengan waktu yang cukup lama. Sejauh ini, kompetisi sepakbola putri di Indonesi hanya digelar sebatas kompetisi-kompetisi regional dan level semi-amatir.
Tentunya keberadaan kasta liga putri yang dikelola dengan profesional bisa meningkatkan kualitas pesepakbolaan Indonesia tak hanya di level regional ASEAN. Tetapi, juga bisa meningkakan level pesepakbolaan putri Indonesia di kancah internasional.
Langkah ini sendiri cukup dinantikan oleh banyaknya pihak, khususnya para atlet sepakbola putri di Indonesia. Belum lagi saat ini timnas putri Indonesia tengah gencar-gencarnya melakukan perbaikan dan pembangunan guna mampu berprestasi di kancah internasional.
Timnas putri Indonesia sendiri saat ini juga meniru langkah timnas putra yang menaturalisasi beberapa pemain keturunan. Bayangkan saja, jika para talenta naturalisasi keturunan yang terbiasa di kompetisi Eropa ini dikombinasikan dengan talenta-talenta lokal saat berada di timnas Indonesia, Tentunya peluang skuad garuda pertiwi untuk kian berprestasi bisa lebih besar lagi.
Kini, kita tunggu saja bagaimana realisasi PSSI dan I League dalam mewujudkan liga putri Indonesia kedepannya.
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Cetak Rekor, Erling Haaland Kian dekat Raih Gelar Topskor
-
Fenomena Kiper 'Pahlawan' di Piala Dunia 2026: Dari Fase Grup Langsung Dilirik Klub Elite
-
Portugal Unjuk Gigi Lumat Uzbekistan! Inikah Tahun Kejayaan Ronaldo di Piala Dunia Terakhirnya?
-
Piala Dunia 2026: Cetak Brace, Cristiano Ronaldo Panaskan Perburuan Topskor
-
Piala Dunia 2026: Nestapa Timnas Turki, Gagal karena Kutukan Hakan Sukur?
Artikel Terkait
-
Jelang Ajang ASEAN Womens Cup 2025, Indonesia Panggil 23 Nama Pemain!
-
Pindah ke Torino, 3 Nama Ini Diprediksi Bakal Jadi Pesaing Jay Idzes
-
Erick Thohir: PSSI Fokus ke Timnas Indonesia, Seperti di Jerman dan Inggris
-
Simon Tahamata: Liga Itu Nyawa Sepak Bola dan Kunci Sukses Timnas!
-
6 Untung-Rugi PSSI All-in untuk Timnas Indonesia Abaikan Kompetisi
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Cetak Rekor, Erling Haaland Kian dekat Raih Gelar Topskor
-
Prediksi Curacao vs Pantai Gading: Misi Panas Kedua Tim di Philadelphia
-
Analisis Taktik Ekuador vs Jerman: Die Mannschaft Jaga Mental Juara
-
Turki vs Amerika Serikat: Ujian Mental di Akhir Fase Grup Piala Dunia 2026
-
Tumbang Lagi, Pelatih Korea Selatan Buka Suara soal Rumor Keracunan Makanan
Terkini
-
The Bodyguard From Beijing: Film Jet Li yang Bikin Masa Kecil Kita Berdebar-debar
-
5 Serial Netflix Terbaik 2026 yang Wajib Masuk Daftar Tontonan
-
Ulasan The Auditors, Kisah Seru Tim Audit yang Bekerja Layaknya Detektif
-
Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Ego Anak, Penyesalan, dan Air Mata di Panti Jompo
-
Hospitality: Seni Memanusiakan Pelanggan di Tengah Persaingan Bisnis