Guliran Indonesia Super League musim mendatang akan menjadi ajang pertarungan bagi para pelatih berkualitas. Klub-klub kontestan yang mencanangkan target di akhir musim, mendatangkan para juru taktik yang dipandang mampu untuk mengarungi kerasnya kompetisi sekaligus merealisasikan keinginan mereka.
Tak segan-segan, banyak klub peserta kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia tersebut yang mendatangkan para pelatih dari luar negeri. Dan sejatinya memang harus diakui, untuk gelaran kompetisi kali ini, mayoritas klub yang ada di Super League menggunakan jasa dari para pelatih impor.
Bahkan, jika kita berkaca dari unggahan akun instagram @sports.indosiar yang menjadi salah satu televisi penyiar pertarungan kompetisi musim depan, 17 dari 18 klub Liga Indonesia tersebut menggunakan jasa dari pelatih manca negara.
Itu artinya, hanya ada satu pelatih dari dalam negeri yang akan menjadi nakhoda di pentas kompetisi kali ini, yang mana dimiliki oleh klub asal kepulauan rempah-rempah, Malut United.
Iya, untuk gelaran Liga Indonesia musim mendatang, Malut United akan didampingi oleh Hendri Susilo, yang mana sosok pelatih ini akan berjuang sendirian menjaga marwah pelatih lokal yang dikepung oleh 17 pelatih yang berasal dari berbagai belahan dunia di kompetisi domestik.
Meski Pejuang Tunggal, Hendri Susilo Bukanlah Pelatih Kaleng-Kaleng
Meskipun berstatus sebagai satu-satunya pelatih dari dalam negeri di pentas Indonesia Super League musim mendatang, namun Hendri Susilo bukanlah nama sembarangan di blantika persepakbolaan dalam negeri.
Dalam perjalanan karier kepelatihannya yang sudah mencapai angka 20 tahun, pria yang kini berusia 59 tahun tersebut telah kenyang asam-garam dunia persepakbolaan Indonesia, terutama dalam hal kepelatihan.
Bukan hanya berpusat pada satu wilayah saja, pria kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat tersebut bahkan sudah pernah menjelajah hampir seluruh bagian negeri ini dan mendampingi tim-tim kuat di sana.
Bagaimana tidak, dalam catatan laman transfermarkt, Hendri Susilo pernah menjadi pelatih dari Persiraja Banda Aceh yang berada di ujung Indonesia bagian barat, hingga kini melatih klub Malut United yang notabene berada di wilayah Indonesia bagian timur.
Tim-tim besar di persepakbolaan dalam negeri pun sempat merasakan tangan dingin mantan pelatih Timnas Indonesia U-18 tersebut. Seperti misal Sriwijaya FC, Semen Padang, hingga PSBS Biak yang kini juga mentas di Super League.
Raihan PPM (point per match alias poin per pertandingan) juga cukup apik. Di mana saat menjadi pelatih dari tim Sriwijaya FC pada periode 2023/2024 lalu, pelatih yang satu ini bisa mendapatkan sampai 2,10 poin dalam setiap pertandingannya, dari 3 poin maksimal yang bisa didapatkan.
Jadi, meskipun Hendri Susilo adalah satu-satunya pelatih lokal di pentas Indonesia Super League musim mendatang, namun meremehkan kualitas dari pelatih yang satu ini tentunya menjadi sebuah hal yang bisa menjadi bumerang bagi para pelatih asing di Liga Indonesia nanti.
Pasalnya, coach Hendri yang telah malang melintang di persepakbolaan dalam negeri, dari ujung barat hingga ujung timur kepulauan negeri ini, memiliki banyak pengalaman untuk sekadar bisa menghidupkan persaingan atau bahkan mungkin melampaui capaian dari 17 pelatih lainnya di musim ini.
Daftar Tim yang Pernah Ditangani Hendri Susilo
- Timnas Indonesia U-18 (Pelatih Kepala, 2005-2008)
- PON Jakarta (Pelatih Kepala 2008/2009)
- Persija (Asisten Pelatih 2011-2013)
- Persisam (Pelatih Kepala, 2011-2012)
- Sriwijaya FC (Asisten Pelatih, 2013-2015)
- PS Sumbawa (Pelatih Kepala, 2015-2017)
- PSPS Pekanbaru (Pelatih Kepala, 2018)
- Persiraja (Pelatih Kepala, 2019-2021)
- Semen Padang (Pelatih Kepala, 2021-2022)
- PSCS (Pelatih Kepala, 2022-2023)
- PSBS Biak (Pelatih Kepala, 2023)
- Sriwijaya FC (Pelatih Kepala, 2023-2024)
- Semen Padang (Pelatih Kepala, 2024)
- Sriwijaya FC (Pelatih Kepala, 2024-2025)
- Malut United (Pelatih Kepala, 2025)
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
Hobi
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
Terkini
-
Dinamika Tukar Raga dan Misteri Itomori dalam Your Name karya Makoto Shinkai
-
Diary Seorang Digital Slaves: Saat Notifikasi Lebih Mengatur Saya daripada Alarm
-
Eona: Ketika Punggawa Naga Terakhir Menentukan Nasib Sebuah Kekaisaran
-
Review Film The Bell: Sajikan Elemen Horor Psikologis yang Begitu Mendalam!
-
Productivity Hack: 80 Inspirasi untuk Mendongkrak Produktivitas Pribadi