Zalnando resmi dipinjamkan oleh Persib Bandung ke Persita Tangerang menjelang penutupan bursa transfer BRI Super League 2025/2026. Keputusan ini diumumkan pada Jumat (29/8/2025) setelah manajemen klub berdiskusi dengan pelatih Bojan Hodak dan sang pemain.
Kepindahan bek kiri asal Cimahi tersebut bukanlah yang pertama kali. Lantaran sebelumnya, skuad Pangeran Biru juga telah meminjamkan dua pemain lainnya, yakni Ferdiansyah ke Semen Padang FC serta Adzikry Fadlillah ke Persijap Jepara. Strategi ini ditempuh demi memberikan kesempatan bermain lebih banyak bagi para pemain muda yang sulit menembus skuad utama.
Adhitia Putra Herawan sebagai
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat menegaskan bahwa peminjaman Zalnando bukan bentuk melepas tanggung jawab, melainkan jalan yang dipilih agar pemain bisa berkembang.
"Kami berdiskusi dengan tim pelatih dan mempertimbangkan kesempatan bermainnya, Persib memutuskan untuk meminjamkan Zalnando. Kami berharap ia mendapatkan menit bermain lebih banyak bersama Persita, sehingga dapat berdampak positif bagi perkembangan kariernya," ujar Adhitia sebagaimana menyadur ileague.id.
Musim sebelumnya, Zalnando juga sempat menjalani proyek serupa bersama PSIS Semarang. Ia dipanggil pulang ke Bandung di pertengahan kompetisi setelah Rezaldi Hehanussa mengalami cedera panjang. Kini, dengan kondisi Rezaldi yang sudah pulih, Hodak punya alternatif lebih segar di sektor kiri.
Tanpa kehadiran Zalnando, Bojan Hodak sering mengandalkan Frans Putros di pos wing back kiri. Rezaldi pun siap melapis posisi tersebut, sehingga stok pemain di area itu masih aman. Oleh sebab itu, peminjaman ke Pendekar Cisadane dianggap sebagai langkah win-win solution.
Persib Optimis Ada Manfaat Ganda di Balik Peminjaman Zalnando
Manajemen Persib menegaskan bahwa keputusan meminjamkan Zalnando ke Persita Tangerang diharapkan membawa manfaat ganda. Pertama, Zalnando berkesempatan mendapat menit bermain lebih banyak, sehingga bisa menjaga ritme dan performanya. Kedua, Persib tetap memiliki kedalaman skuad yang solid berkat rekrutan anyar yang lebih matang.
"Persib memberikan dukungan penuh kepada Zalnando selama memperkuat Persita Tangerang. Kami percaya keputusan ini akan memberikan manfaat ganda, baik bagi perkembangan individu Zalnando maupun strategi manajemen skuat Persib," tambah Adhitia.
Optimisme itu bukan tanpa alasan. Persib Bandung di bursa transfer musim ini sudah mendatangkan enam pemain baru, termasuk bek asing Julio Cesar dan Alfeandra Dewangga. Nama lain seperti William Marcilio, Luciano Guaycochea, Saddil Ramdani, serta Al Hamra Hehanussa menambah kekuatan lini depan dan tengah.
Dengan kedatangan pemain-pemain baru yang berkualitas, kekuatan Persib tidak berkurang meski ada beberapa pemain yang dipinjamkan. Bahkan, klub berjuluk Maung Bandung itu tetap dipandang kompetitif untuk bersaing di BRI Super League musim 2025/2026.
Selain itu, Persib masih membidik pemain asing berkelas internasional seperti Federico Barba, bek asal Italia yang pernah merumput di Eropa. Jika transfer ini terealisasi, pertahanan Persib akan semakin tangguh menghadapi jadwal padat musim ini.
Adanya kombinasi antara perekrutan pemain matang dan peminjaman pemain muda menjadi strategi seimbang Persib. Skuad tetap terjaga kualitasnya, sementara para pemain muda seperti Zalnando mendapat ruang berkembang di klub lain.
Zalnando sendiri bukanlah pemain baru dalam urusan pinjaman. Pada musim 2024/2025, ia tampil cukup stabil bersama Persib dengan 26 pertandingan, 11 kali di antaranya sebagai starter. Ia mencatatkan 1 assist, menerima 1 kartu kuning, dan tanpa kartu merah. Meski jarang mencetak gol, kontribusinya di lini pertahanan sangat terasa.
Saat dipinjamkan ke PSIS Semarang, Zalnando tampil reguler dalam 13 pertandingan. Meski tidak menyumbang gol, perannya di sektor belakang tetap penting. Statistik tersebut menunjukkan bahwa ia konsisten menjadi bek yang disiplin dan dapat diandalkan.
Musim 2025/2026 ini, Zalnando baru tampil sekali bersama Persib. Dengan menit bermain terbatas, peminjaman ke Persita diharapkan bisa menjaga kualitasnya tetap terasah, sekaligus membuka peluang lebih besar untuk kembali bersaing di level atas.
Baca Juga
-
PSSI Harus Bayar Denda Puluhan Juta ke AFC, Kok Bisa?
-
Reuni Jarak Jauh: Alejandro Catena Terima Jersi Persija dari Jordi Amat
-
Premier League: Mikel Arteta Ungkap Frustasi Arsenal usai Dijegal Wolves
-
Shayne Pattynama Ungkap Persaingan di Persija Jakarta, Optimis Masuk Skuad Utama?
-
Mauro Zijlstra Debut di Persija Jakarta, Adaptasi Jadi Tantangan Utama?
Artikel Terkait
Hobi
-
Gegara Gol Telat Borneo FC, Persija Gagal Pepet Persib di Puncak Klasemen
-
Baru Jalani 2 Pertandingan, Kelemahan Maarten Paes Mulai Nampak di Ajax Amsterdam
-
Debut di GP Thailand 2026: Dua Rookie Tampil Impresif, Adaptasi jadi Kunci
-
Thom Haye Menepi, John Herdman Patut Lirik 2 Nama Ini sebagai Opsi! Siapa Paling Layak?
-
Jadwal F1 GP Australia 2026: Ada Kejutan Apa di Albert Park?
Terkini
-
Semanis Apel Merah dan Selembut Kasih Sayang Ibu
-
Di Balik Secangkir Kopi: Mengapa Ngopi Jadi Ruang Favorit Bertukar Ide?
-
KWaS Pamerkan Dapur Kayu Jati Bersertifikat FSC di JIFFINA 2026: Awet, Kuat, dan Eco-Friendly
-
Sewa iPhone Saat Lebaran: Gengsi Atau Benar-Benar Mengutamakan Fungsi?
-
Ketika Cinta Lebih Kuat dari Gravitasi: You Had Me at Hello Karya Ailee