Berakhirnya bursa transfer awal musim di sebagian besar liga dunia membawa para pemain abroad Indonesia mendapatkan nasib baru. Ada di antara mereka yang bertahan di klub lamanya, namun tak sedikit pula yang berganti seragam karena berpindah tim.
Nama-nama pemain abroad seperti Asnawi Mangkualam Bahar, Pratama Arhan, atau bahkan Marselino Ferdinan, hingga saat ini masih tercatat bertahan di klubnya masing-masing.
Sementara 12 pemain abroad lainnya, yang mana seluruhnya adalah para pemain diaspora berdarah campuran, terkonfirmasi berganti seragam. Dan jika dipecah lebih spesifik lagi, 12 pemain diaspora Indonesia yang berganti seragam tersebut, 8 di antara tetap memilih untuk melanjutkan kariernya di luar negeri, sementara 4 pemain lainnya memilih untuk kembali ke Indonesia dan bergabung dengan klub asal tanah para leluhurnya tersebut.
Delapan Pemain Tetap Bertahan di Kompetisi Luar Negeri
Berdasarkan informasi yang diunggah oleh akun instagram @transfermarkt.co.id (1/9/2029), dari 12 pemain yang berganti seragam, mereka yang memutuskan untuk tetap bertahan di kompetisi luar negeri, didominasi oleh para pemain yang pada musim lalu bermain reguler bersama klubnya.
Seperti misal, Jay Idzes yang kini membela Sassuolo, merupakan pemain andalan di klub sebelumnya, Venezia FC dan selalu menjadi andalan klub jika dirinya tak berhalangan untuk dimainkan. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, pemain yang akrab dipanggil dengan nama Bang Jay tersebut juga dipercaya untuk menjadi kapten kesebelasan.
Selain Jay Idzes, kompatriotnya yang juga berkarier di Liga Italia Serie A, Emil Audero juga berganti seragam musim ini. Sebelumnya, Emil pada musim lalu berseragam Como dan sempat dipinjamkan ke Palermo. Dan pada musim ini, Emil kembali dipinjamkan ke klub promosi, Cremonese dengan durasi satu musim.
Pemain lain yang berpindah seragam dan memilih untuk tetap berkarier di luar negeri adalah Sandy Walsh, Justin Hubner, Shayne Pattynama, Nathan Tjoe-A-On, dan tentu saja Kevin Diks serta Calvin Verdonk.
Empat Pemain Memilih Kembali ke Tanah Leluhur
Berbeda dengan delapan pemain yang memilih untuk tetap berjuang di liga luar negeri, empat pemain diaspora Indonesia justru lebih memilih untuk bergabung bersama klub-klub Indonesia Super League di kompetisi tanah air.
Dimulai dari Jordi Amat yang lebih memilih untuk bergabung bersama Persija Jakarta pasca pecah kongsi dengan JDT yang merupakan raksasa di persepakbolaan Malaysia, kemudian disusul oleh Rafael Struick yang bergabung ke Dewa United setelah menjalani musim yang tak memihak di Liga Australia, dan diakhiri dengan duo Timnas Indonesia, Thom Haye serta Eliano Reijnders yang kini telah resmi merapat ke Persib Bandung.
Meskipun ada kalangan yang menyayangkan terkait keputusan yang diambil oleh keempat pemain ini, namun hal tersebut tentu saja tak bisa disalahkan sepenuhnya. Pasalnya, Thom Haye dan Rafael Struick sendiri memang sempat mengalami kesulitan saat berusaha untuk mencari klub luar negeri yang menginginkan jasa mereka, sehingga pada akhirnya mereka memilih untuk pulang ke tanah air.
Pun demikian dengan Jordi Amat. Meskipun dirinya diminati beberapa klub asal luar negeri, namun mengingat usianya yang sudah cukup uzur untuk pemain sepak bola, maka keputusan untuk merapat ke Persija Jakarta bisa jadi merupakan sebuah hal yang tepat.
Daftar 12 Pemain Diaspora Indonesia yang Berganti Klub Musim 2025/2026:
- Jay Idzes (Venezia ke Sassuolo)
- Emil Audero (Como ke Cremonese / pinjaman)
- Sandy Walsh (Yokohama F. Marinos ke Buriram United)
- Justin Hubner (Wolverhampton ke Fortuna Sittard)
- Shayne Pattynama (KAS Eupen ke Buriram United)
- Nathan Tjoe-A-On (Swansea ke Willem II)
- Kevin Diks (FC Copenhagen ke Borussia Moncengladbach)
- Calvin Verdonk (NEC Nijmegen ke LOSC Lille)
- Thom Haye (Almere City ke Persib Bandung)
- Eliano Reijnders (PEC Zwolle ke Persib Bandung)
- Rafael Struick (Brisbane Roar ke Dewa United)
- Jordi Amat (JDT ke Persija)
Baca Juga
-
Kesakralan Bulan Juni dan Pandangan Sederhana Saya Terkait Kesempurnaan Ide Pancasila
-
Visi Tinggi Presiden Prabowo dan Krisis Literasi Nasional yang Menjadi Karang Penghalang Besar
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Surga Jalur WNI Itu Memang Nyata, Kali Ini Lewat Sapi-Sapi Kurban Presiden
-
Pasar Padukuhan Eyang Putri, Sentra Kuliner yang Seolah Melawan Arus Modernitas Kabupaten Tuban
Artikel Terkait
-
Apa Alasan Shin Tae-yong Murka Pemain Keturunan Merumput di Liga Indonesia?
-
Puji Timnas Indonesia U-23, Pelatih Laos Sebut Nama Shin Tae-yong
-
Korea Selatan Pernah Dihancurkan Timnas Indonesia U-23, Lee Min-sung: Sekarang Berbeda!
-
Kata-kata Pelatih Lebanon Jelang Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday
-
Target di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, Gerald Vanenburg: Ibarat Tampil di Liga Champions
Hobi
-
Dua Lawan Berat Menanti, Ini Target Utama Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
-
Mengukur Kekuatan Lini Belakang Timnas Indonesia saat Tanpa Nama Jay Idzes
-
Resmi! Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di GP Mugello 2026
-
Angka 61 yang Ikonik: Menilik Statistik Gila Rivalitas Lewis Hamilton dan Max Verstappen
-
Forza Horizon 6 Belum Lama Rilis, Mobil MBG Sudah Nongol di Jalanan Tokyo
Terkini
-
TWICE Tutup Tur Terbesar THIS IS FOR dengan Konser Finale 3 Hari di Seoul
-
Dituding Menunggak Pajak, Agensi Ji Chang Wook Buka Suara
-
Murah tapi Nggak Murahan, Ini Smartwatch Terbaik di Harga Rp2 Jutaan
-
Drama The Scarecrow dan Potret Kegagalan Sistem Hukum dalam Kasus Hwaseong
-
Apocalypse Hotel Raih Best Media dan Best Comic di Seiun Awards ke-57