Pertandingan antara Persija Jakarta dan Bali United di Jakarta International Stadium (JIS) menyisakan cerita panas. Rizky Ridho, kapten sekaligus bek Persija buka suara terkait hasil imbang 1-1 tersebut. Dalam konferensi pers, ia menyinggung soal strategi diving yang kerap dilakukan pemain lawan. Menurutnya, hal itu cukup mengganggu ritme permainan Persija yang saat itu tengah mendominasi.
Sejak peluit awal dibunyikan, laga berlangsung dengan intensitas tinggi. Kedua tim saling serang, memperlihatkan permainan agresif dan penuh tensi. Bali United tampil lebih efektif di babak pertama melalui skema serangan balik cepat.
Pada menit ke-7, tuan rumah hampir membuka keunggulan lewat sepakan Allano Lima. Namun, bola masih bisa ditepis kiper Bali United, Mike Hauptmeijer. Justru Bali United yang berhasil mencuri gol lebih dulu pada menit ke-18. Sundulan Mirza Mustafic, hasil umpan silang Thijmen Goppel, sukses membobol gawang Carlos Eduardo.
Gol tersebut membuat skuad racikan Mauricio Souza tertinggal 0-1 hingga turun minum. Meski menguasai permainan, peluang demi peluang yang diciptakan Macan Kemayoran gagal dikonversi menjadi gol.
Memasuki babak kedua, Persija Jakarta semakin agresif. Tekanan terus dilancarkan hingga akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-56. Bruno Tubarao melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Tak berhenti di situ, Persija nyaris membalikkan keadaan lewat tendangan bebas Gustavo Franca. Sayangnya, Mike Hauptmeijer tampil gemilang dengan refleks cepatnya. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang 1-1 bertahan.
Dugaan Rizky Ridho Soal Upaya Bali United Ganggu Ritme Persija Jakarta
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Rizky Ridho mengungkapkan kekecewaannya. Ia menilai Persija kehilangan fokus di babak pertama hingga kecolongan lewat serangan balik Bali United.
“Babak pertama kami ingin melakukan apa yang disuruh pelatih, tapi kami banyak hilang fokus dan kecolongan lewat gol serangan balik,” ucap Ridho sebagaimaana menyadur ileague.id, Senin (15/9/2025).
Namun bukan hanya soal gol yang disesali Ridho. Menurutnya, permainan Persija yang mulai menemukan ritme kerap terhenti akibat pemain Bali United sering terjatuh di lapangan.
“Menurut saya, di pertandingan tadi ketika kami menemukan ritme yang baik, mereka mencoba menghentikan ritme itu dengan jatuh. Mungkin orang-orang bisa lihat, karena mereka sangat sering jatuh,” jelasnya.
Meski begitu, Ridho tetap menilai hal tersebut masih wajar. Ia menganggap aksi jatuh pemain Bali United bagian dari strategi sah dalam sepak bola modern.
Penggawa andalan skuad Garuda itu menambahkan, “Pelatih pun bilang mungkin hari ini kami tidak bermain 90 menit penuh, mungkin cuma 45 menit, dan sisanya mereka jatuh-jatuh. Tapi itu bagian dari strategi, itu fair. Mereka boleh melakukan itu karena itu strategi mereka."
Pernyataan Rizky Ridho ini menunjukkan adanya kekecewaan, meski ia tetap berusaha profesional. Ia tidak menampik strategi semacam itu boleh saja dilakukan, tetapi jelas memberi dampak pada ritme permainan timnya.
Baca Juga
-
Timnas Indonesia Krisis Ketajaman, Ole Romeny Jadi 'Tulang Punggung' Lagi?
-
Wajib Ditunggu! Seo Kang Joon dan Ahn Eun Jin Bakal Bintangi Drama Romansa
-
Tanpa Thom Haye di FIFA Series, Timnas Indonesia Unjuk Transformasi Baru?
-
Elkan Baggott Comeback, Lini Belakang Timnas Indonesia Makin Terjamin?
-
Garuda Calling! John Herdman Kembalikan Nuansa Era Lama di Timnas Indonesia
Artikel Terkait
-
Tambah Jelek, Jordi Amat Bingung dengan Rumput JIS
-
BREAKING NEWS! Persija Tinggalkan JIS dan Pindah ke Bekasi, Ini Penyebabnya
-
BRI Super League: Takluk dari Persib, Pelatih Persebaya Isyaratkan Evaluasi
-
Hasil Lengkap Pekan 5 Super League 2025/2026: Persib Menang, Persija Hampir Kalah
-
Gara-gara Rumput JIS, Rizky Ridho Harus Belajar Ilmu di Luar Kebiasaan
Hobi
-
Awalnya Cuma Lelucon April Mop, BMW Sulap M3 Touring Jadi Mobil Balap
-
Gagal Finish di GP China 2026, Max Verstappen: Saya dan Tim Frustrasi!
-
Timnas Indonesia Krisis Ketajaman, Ole Romeny Jadi 'Tulang Punggung' Lagi?
-
Dapat Pekerjaan Baru, Patrick Kluivert Bakal Bikin Timnas Suriname Melesat Tajam! Tapi ke Mana?
-
Tanpa Matthew Baker dan Mierza? Bongkar Alasan Dua Pilar Utama Absen di Timnas U-19 Jelang AFF 2026!
Terkini
-
Konspirasi Basa-Basi: Lebaran Itu Silaturahmi atau Ruang Interogasi?
-
Kuda Lumping Diplomasi: Misi Jakarta Merayu Pawang di Panggung Board of Peace
-
Tarian Darah dari Rawa
-
Perebutan Kuasa Tertinggi Asia Pasifik, Membaca Kisah Bujang di Novel Pergi
-
Silaturahmi Lebaran dan Budaya Gosip: Ketika Obrolan Hangat Berubah Arah