Sebuah keputusan yang cukup tepat diambil oleh penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi di awal musim 2025/2026 ini.
Meskipun kepindahannya secara permanen ke klub lainnya masih belum mendapatkan izin dari Como yang merupakan klub induknya, namun pada akhirnya kiper berusia 28 tahun tersebut tetap bisa bermain di klub lain meskipun dengan status sebagai pemain pinjaman.
Bukan hanya sekadar bermain bagi klub lain, namun kepindahan Emil Audero ke Cremonese yang merupakan klub promosi di kasta tertinggi dalam persepakbolaan Italia tersebut juga menjadi ajang untuk memperkuat perjodohan Emil dengan tim-tim medioker.
Bagaimana tidak, sepertimana dilansir laman transfermarkt dan unggahan akun Instagram @seasiagoal, penampilan Emil di tiga matchday pertama bersama klub antah-berantah di Liga Italia tersebut dihiasi dengan catatan apik.
Akun @seasiagoal bahkan merilis, hingga berakhirnya pekan ketiga Liga Italia Serie A, Emil Audero menahbiskan diri sebagai penjaga gawang dengan total penyelamatan berharga paling banyak, yakni mencapai 17 aksi.
Dan seperti yang telah disinggung di atas, penampilan apik Emil ini juga menjadi pertanda bahwa sang pemain memang berjodoh dengan tim-tim medioker, alih-alih tim besar.
Berdasarkan data yang ada di laman transfermarkt, Emil sendiri sejatinya pernah memperkuat klub-klub besar di Liga Italia Serie A seperti Juventus dan Inter Milan.
Namun sayangnya, ketika pemain kelahiran Mataram itu bermain untuk klub-klub top tersebut, hanya bangku cadangan yang menjadi teman setianya.
Tercatat, Emil hanya mendapatkan jatah 6 pertandingan saat berseragam Inter Milan, dan yang lebih ironis, pemilik 4 caps bersama Timnas Indonesia tersebut hanya mendapatkan 1 kesempatan tampil untuk Juventus, yang notabene adalah klub tempatnya berproses sedari usia dini.
Catatan tersebut justru berbanding terbalik dengan saat dirinya bermain untuk klub-klub medioker sekelas Sampdoria, Venezia, Palermo atau kini Cremonese.
Selain menjadi opsi utama di bawah mistar gawang, penampilan Emil bersama klub-klub kelas menengah ini juga semakin melambungkan namanya karena aura kebintangan yang terus saja muncul dalam setiap laga yang dijalani.
Lantas, apakah ini pertanda bahwa Emil memang lebih berjodoh dengan klub-klub medioker ketimbang klub besar dan mapan? Sepertinya sih demikian!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
Pemain Belakang Timnas Indonesia Bikin Heboh Pekan Ini: Audero hingga Pattynama Tampil Gahar!
-
Nasib Kontras Dua Kiper Timnas Indonesia: Maarten Paes atau Emil Audero, Kluivert?
-
Dari Serie A hingga Thailand, Pemain Abroad Indonesia Pamer Aksi Menawan
-
Soal Kiper Nomor 1 Timnas Indonesia, Pengamat: Maarten Paes Bagus, Tapi Emil Audero Lebih Bagus
-
3 Kabar Baik Bikin Patrick Kluivert Full Senyum Jelang Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Hobi
-
Digosipkan Pecat Maverick Vinales, KTM Bakal Dibenci Pembalap MotoGP?
-
Dibandingkan dengan Marc Marquez, Alex Marquez Mengaku Sempat Alami Tekanan
-
Marc Marquez Waspadai Tantangan Besar di GP Inggris 2026, Ini Penyebabnya
-
MotoGP Inggris 2026 Resmi Dimulai Hari Ini, Cek Jadwal Lengkapnya
-
Tak Kejar Validasi, Marc Marquez Tetap Tenang dengan 7 Gelar Juara Dunia
Terkini
-
Review Deep Water: Kendati Klise, Film Serangan Hiu Selalu Seru Ditonton!
-
Ketika Oposisi Mati, Akademisi Turun Gunung: Lahirkan Kabinet Bayangan Demi Selamatkan Demokrasi
-
Bukan Ventela Saja! Ini Sepatu Sekolah Lokal Terbaik untuk Sekolah
-
Tokyo Schoolgirl Karya Osamu Dazai: Potret Kecemasan Remaja yang Mengusik
-
Desa Les Buleleng: Saat Tradisi Garam Kuno Berpadu dengan Inovasi Modern