Sebuah kenyataan yang cukup menyakitkan kini tengah dirasakan oleh pemain muda Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan. Di tengah persiapan Pasukan Merah Putih jelang pertarungan nan menentukan di ronde keempat babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, nama eks pemain Persebaya Surabaya tersebut tak terlihat dalam daftar skuat.
Pada informasi yang diunggah oleh akun instagram @timnasindonesia (24/9/2025), pemain Oxford United yang kini sedang menjalani masa peminjaman di AS Trencin tersebut kini tak terlihat. Sebuah hal yang tentunya cukup unik, karena semenjak menjalani debutnya di Timnas Indonesia senior pada 27 Januari 2022 lalu, pemain yang akrab disapa dengan nama Marceng tersebut selalu masuk dalam list terkecuali ketika tengah didera masalah kebugaran.
Namun jika diingat-ingat, sejatinya tak masuknya nama Marceng dalam daftar panggil yang dipilih oleh Patrick Kluivert sendiri juga bukanlah sebuah hal yang aneh. Bahkan, terbilang wajar.
Tentu saja alasannya tak lepas dari performa menurun yang kini tengah dialami oleh sang pemain. Bagaimana tidak, semenjak memutuskan untuk berpindah ke Benua Eropa, Marceng tak lagi mendapatkan menit bermain yang melimpah.
Bersama KMSK Deinze di Liga Belgia, Marceng seperti menjadi teman setia dari benc bangku cadangan. Dan hal ini juga semakin diperparah dengan catatannya saat berpindah klub ke Oxford United.
Alih-alih mendapatkan tambahan menit bermain, di musim lalu, pemain berusia 21 tahun tersebut justru malah nyaris tak mendapatkan menit bermain di klub Inggris tersebut.
Minimnya menit bermain tak ayal membuat salah satu pemain muda terbaik milik Indonesia tersebut semakin kehilangan sentuhan magisnya. Terbukti, pada dua pertandingan uji coba terakhir melawan China Taipei dan Lebanon, Marceng bermain di bawah form terbaiknya.
Sentuhan-sentuhannya berkurang jauh, bola kerap terlepas, pengambilan keputusannya melemah, dan skill dribble yang selama ini kerap membuat namanya melambung, seolah hilang di dua pertarungan yang dijalaninya itu.
Jadi, untuk saat ini kita harus fair bahwa tak adanya nama Marceng dalam daftar panggil, adalah sebuah hal yang wajar. Namun tentu saja kita masih berharap, semoga saja Marceng bisa segera kembali menemukan sentuhan-sentuhan terbaiknya, berproses untuk menjadi lebih baik, dan membawa Timnas Indonesia ke level persaingan yang jauh lebih tinggi lagi.
Baca Juga
-
Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
Artikel Terkait
-
Adu Hebat Kapten Timnas Indonesia, Arab dan Irak: Jay Idzes, Jalal Hassan, atau Salem Al-Dawsari?
-
Kapan Timnas Indonesia OTW ke Arab Saudi? Catat Jadwalnya
-
2 Hal Paling Merugikan Timnas Indonesia Menuju Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Revolusi Skuad Garuda: 8 Anak Emas STY Ditinggal Patrick Kluivert di Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Tak Masuk dalam Daftar Panggil Kluivert, Timnas Indonesia Sejatinya Masih Butuh Rafael Struick
Hobi
-
Gagal di GP Prancis, Pecco Bagnaia Tatap Seri Catalunya dengan Optimis
-
Nyesek, Jorge Martin Bisa Tinggalkan Aprilia Walau Raih Gelar Juara Dunia?
-
Sprint Race GP Prancis 2026: Jorge Martin Menang, Marc Marquez Patah Tulang
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
Terkini
-
Dari Murah ke Flagship, Ini 8 Tablet Xiaomi Terbaik 2026
-
Istilah Guru Honorer Dihapus, Bisakah PPPK Paruh Waktu Menjadi Solusi?
-
Tanah Bangsawan: Rahasia Kelam di Balik Identitas Ganda Seorang Pemuda Eropa
-
Era Baru Dimulai, Anime The Ghost in the Shell Resmi Umumkan Tayang 7 Juli
-
Dari Gombalan SMA ke Realita Kampus, Dilan ITB 1997 Punya Vibe yang Berbeda