Semenjak terjadi pergantian pelatih di tubuh Timnas Indonesia senior, masa-masa suram seolah menghampiri pemain tengah Skuat Garuda, Ivar Jenner.
Alih-alih menjadi andalan di tubuh Timnas Indonesia sepertimana yang kerap didapatkannya di era kepelatihan Shin Tae-yong, untuk sekadar mendapatkan menit bermain pun kini menjadi sebuah hal yang cukup sulit bagi Ivar Jenner pasca Patrick Kluivert memegang kendali nakhoda di skuat senior.
Terbaru, pemain milik FC Utrecht tersebut bahkan kembali terlempar dari daftar skuat Timnas Indonesia yang dipersiapkan oleh pelatih berkebangsaan Belanda itu untuk menjalani dua laga penentuan melawan Arab Saudi dan Irak di pekan depan.
Pasca tak dilirik oleh Kluivert untuk masuk ke Timnas Indonesia senior, Ivar Jenner akhirnya mendapatkan sedikit penawar luka dari Indra Sjafri.
Hanya berselang beberapa hari saja pasca ditunjuk untuk menangani Timnas Indonesia SEA Games 2025, pelatih berdarah Sumatera Barat tersebut langsung merilis nama-nama pemain bidikannya, di mana salah satunya adalah Ivar Jenner.
Kembali masuk dalam daftar panggil ke Timnas Indonesia tentunya menjadi sebuah hal yang cukup membanggakan bagi seorang Ivar Jenner.
Terlebih lagi, semenjak bertarung bersama Timnas Indonesia senior di laga melawan Tiongkok pada ronde ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu, pemain berusia 21 tahun ini tak lagi mendapatkan panggilan ke Skuat Garuda, baik di level senior maupun junior.
Namun sayangnya, bermain untuk tim proyeksi SEA Games sendiri seolah menjadi sebuah penurunan reputasi bagi sang pemain. Pasalnya, jika nantinya Ivar benar-benar masuk dalam skuat final di tim asuhan Indra Sjafri tersebut, maka momen ini akan menjadi kali pertama bagi Ivar untuk berkompetisi bersama Pasukan Muda Merah Putih di level regional.
Sebelumnya, dalam sejarah karier persepakbolaan internasional yang dijalaninya, Ivar belum sekalipun membela Timnas Indonesia untuk ajang skala regional, baik di gelaran Piala AFF maupun SEA Games.
Sejauh ini, turnamen berlevel benua seperti babak kualifikasi Piala Asia U-23, kemudian putaran final Piala Asia U-23 lah yang menjadi ajang pamer skill bagi sang pemain.
Malah, dalam catatan laman transfermarkt, selain ajang berlevel benua Asia itu, Ivar juga pernah bermain di tingkatan interkontinental saat Indonesia U-23 melawan Guinea di babak play-off Olimpiade Paris 2024 lalu.
Jadi, bagi saya pribadi, di samping bersyukur karena Timnas Indonesia SEA Games 2025 nanti akan diperkuat oleh pemain sekelas Ivar Jenner, namun di sisi lain, melihat Ivar bermain di kompetisi kelas regional dari sebelumnya selalu melihatnya bertarung di level benua seolah-olah melihat sang pemain turun reputasi.
Yah, mungkin karena selama ini kita terbiasa melihat Ivar beradu skill dengan pemain-pemain kelas benua, eh, sekarang malah melihatnya bertarung kemampuan melawan pemain-pemain yang berasal dari Thailand, Vietnam, Malaysia atau tim-tim medioker kawasan.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026 dan Nestapa Korea Selatan yang Kembali Harus Menanggung Beban Prestasi Semu
-
Piala Dunia 2026 dan Tak Selarasnya Casing Timnas Maroko dengan Dapur Pacu Mereka
-
Piala Dunia 2026,Babak 32 Besar, dan Pertemuan Brasil dengan Jepang yang Terjadwal Terlalu Dini
-
Jika FIFA Bertindak Tegas, Kuota AFC di Piala Dunia Bisa Berkurang Gegara Tim-Tim Arab!
-
Bukan Arab Saudi apalagi Qatar, Kepulangan 4 Tim Ini Bikin Greget Piala Dunia 2026 Jadi Berkurang
Artikel Terkait
-
Kacau, Protes PSSI Soal wasit Timur Tengah Masih Digantung FIFA dan AFC
-
Manajer Ungkap Kondisi Emil Audero dan Maarten Paes Usai Nadeo Argawinata Gabung Timnas Indonesia
-
Kevin Diks dan Status Pemain Indonesia Pertama di Liga Champions Eropa yang Nyaris Saja Terealisasi
-
Timnas Indonesia Baru OTW, Arab Saudi Geber Latihan Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Kakang Rudianto dan Robi Darwis Dipanggil Timnas U-23 untuk SEA Games 2025
Hobi
-
Lompatan Suporter Meksiko saat Lawan Ekuador Picu Getaran Mirip Gempa
-
Duel Panas Demi 16 Besar: Portugal Siap Habisi Kroasia atau Justru Tumbang?
-
10 Julukan Pesepak Bola Dunia dan Kisah di Balik Namanya
-
Dikalahkan Belgia 2-3, Senegal Tak Mampu Ulang Memori Piala Dunia 2002
-
Romelu Lukaku Sanjung Karakter Kuat Belgia, Setan Merah OTW Tembus Final?
Terkini
-
Tim Favorit Justru Paling Tertekan di Piala Dunia 2026, Benarkah?
-
Sinopsis Film Sihir Tanah Kubur: Teror Mistis Menggugat Iman dan Keluarga
-
Di Balik Ban Kapten, Ada Sisi Psikologi yang Menentukan Nasib Sebuah Tim
-
Elite Force Tayang 22 Juli, Serial Netflix Angkat Operasi Antiteror GIGN
-
Satu Program, Seribu Panggung: Jejak Narasi MBG dalam Pidato Prabowo