Awal musim kompetisi 2025/2026, pemain belakang Timnas Indonesia, Kevin Diks memutuskan untuk hijrah dari FC Copenhagen di Liga Denmark menuju Borussia Moncengladbach di pentas Liga Jerman.
Dalam perspektif kualitas liga, tentunya yang dilakukan oleh Kevin Diks ini merupakan sebuah peningkatan. Karena kita ketahui bersama, grade Liga Jerman yang masuk dalam daftar 5 liga terbaik di dunia, tentunya jauh lebih tinggi ketimbang Liga Denmark yang selama beberapa musim belakangan ini diarungi oleh Diks.
Namun sayangnya, kepindahan pemain belakang berusia 28 tahun tersebut meninggalkan sedikit luka, terutama bagi para pendukung Timnas Indonesia.
Pasalnya, kepindahan pemain bernama lengkap Kevin Diks Bakarbessy ke Liga Jerman tersebut membuat kans Indonesia memiliki pemain yang bertarung di pentas Liga Champions Eropa urung terjadi pada musim ini.
Karena, ketika Kevin Diks memilih pindah ke Moncengladbach, di tubuh FC Copenhagen yang kini merasakan babak utama Liga Champions Eropa tak ada lagi pemain berdarah Indonesia.
Sehingga, kepindahan Diks ke Liga Jerman secara tak langsung membuat perwakilan Indonesia di kompetisi antar klub tertinggi milik UEFA tersebut menjadi menghilang.
Memang, berdasarkan catatan dari laman transfermarkt.com, gelaran Liga Champions Eropa sendiri bukanlah sebuah hal yang baru bagi seorang Kevin Diks.
Tercatat, pemain yang memiliki 6 caps bersama Timnas Indonesia tersebut sudah pernah merasakan atmosfer pertarungan para tim juara di Eropa tersebut sebanyak tiga musim bersama dua klub yang berbeda.
Pada musim 2017/2018, Kevin Diks yang masih memperkuat Feyenoord bermain sebanyak 3 kali di UCL. Pun demikian ketika berganti seragam ke FC Copenhagen, Diks merasakan atmosfer UCL dalam dua kali kesempatan yakni pada musim 2022/2023 dan 2023/2024.
Namun sayangnya, Kevin Diks saat itu belum menjadi warga negara Indonesia, sehingga secara de facto maupun de jure, dirinya tak bisa dikatakan sebagai pemain Indonesia yang bermain di gelaran UCL.
Laman transfermarkt.com mencatat, laga terakhir di pentas Liga Champions Eropa sendiri dijalai oleh Kevin Diks pada tanggal 7 Maret 2024 ketika dirinya membela FC Copenhagen melawan Manchester City di babak 16 besar kompetisi.
Sementara dalam laporan PSSI, Kevin Diks baru resmi menjadi warga negara Indonesia pada tanggal 8 November 2024, yang mana berselang sekitar 8 bulan dari laga terakhirnya di UCL.
Maka, sekali lagi kita tak bisa mengklaim sudah pernah ada pemain aktif dari Indonesia yang sudah mengenyam pertarungan di level UCL.
Padahal seandainya saja Kevin Diks tak pindah klub, dirinya bisa saja menjadi pemain Indonesia pertama yang mentas di Liga Champions Eropa.
Baca Juga
-
Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar
-
Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan
-
LCC 4 Pilar MPR dan Relasi Kuasa yang Menjadi Penyakit Akut Pemilik Kewenangan di Indonesia
-
Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
Artikel Terkait
-
Indra Sjafri: Marselino Ferdinan Belum Dipanggil, Bukan Tidak..
-
Meski Peluang Lolos Diprediksi 7 Persen, Patrick Kluivert: Insyaallah Siap Membuat Negara Bangga
-
Detik-detik Menegangkan Absennya Emil Audero, Bermula dari Sambungan Telepon
-
Pemain Keturunan di Eropa Kini ke Klub Lokal Prediksi Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026: Gak Tahu
-
Media Vietnam Soroti 6 Pemain Era Shin Tae-yong yang Dicoret Patrick Kluivert
Hobi
-
BMW Rilis Vision K18 Concept Bike, Padukan Luxury Bagger dan Nuansa Aviasi
-
Performa Kian Gacor, Dean Zandbergen Disetarakan dengan Cristian Gonzales?
-
Ironi Super League: Liga Tertinggi yang Jauh dari Kata Profesional!
-
MotoGP Catalunya 2026: Diggia Menang Usai Drama Dua Kali Red Flag
-
Membongkar Peluang Skuad Garuda di Grup F Piala Asia 2027: Ujian Mental Menuju Pentas Dunia
Terkini
-
Merasa Kosong di Tengah Keramaian: Membaca Rasa Sepi di The Great Gatsby
-
Mencuri Raden Saleh: Ketika Anak Muda Nekat Merampok Istana Negara
-
In This Economy, Apakah Nongkrong di Kafe Estetik Masih Worth It?
-
Belajar dari The Story of My Life: Menyerah Tak Akan Mengubah Keadaan
-
Sinopsis Kartavya, Film Kriminal India Terbaru Saif Ali Khan di Netflix