Tanggal 8 Oktober 2025 akan menjadi awal waktu penentuan bagi Timnas Indonesia untuk mewujudkan mimpinya kembali tampil di Piala Dunia.
Pasalnya, tanggal tersebut adalah jadwal pertarungan pertama Pasukan Merah Putih melawan Arab Saudi di ronde keempat babak kualifikasi, sebelum kemudian berlanjut dengan berduel melawan Irak empat hari berselang.
Berdasarkan timeline kualifikasi yang telah diumumkan oleh AFC, pada ronde keempat babak kualifikasi ini, hanya tim-tim yang menjadi pemuncak klasemen akhir saja yang langsung memiliki hak untuk lolos ke putaran final Piala Dunia di benua Amerika tahun depan.
Sementara tim yang menduduki posisi runner-up masing-masing grup, akan saling berhadapan di ronde kelima untuk memperebutkan satu tiket ke babak play-off antar benua.
Namun, tahukah teman-teman bagaimana aturan penentuan posisi yang telah ditetapkan oleh AFC untuk ronde keempat ini?
Jika belum tahu, maka kali ini kita akan membahasnya dengan tuntas, agar nanti bisa berhitung bagaimana peluang Indonesia untuk lolos ke ronde selanjutnya.
Secara garis besar, sepertimana yang telah ditetapkan oleh induk sepak bola benua Asia, tiebreakers alias aturan untuk penentuan posisi di klasemen ronde keempat babak kualifikasi sendiri berbasis pada "regulation article 11.5" yang telah ditetapkan oleh FIFA.
Dalam aturan tersebut, basis penentuan posisi kontestan di papan klasemen adalah:
- Poin terbanyak,
- Selisih gol,
- Gol terbanyak yang diciptakan dalam seluruh pertandingan grup. Adapun jika 3 kriteria tersebut memiliki kesamaan, maka penentuan selanjutnya adalah dengan menghitung tim-tim yang memiliki kesamaan tersebut dengan ketentuan:
- Poin yang didapatkan saat kedua tim saling berhadapan,
- Selisih gol yang dihitung saat kedua tim saling berhadapan,
- Gol terbanyak / produktifitas gol saat kedua tim saling berhadapan,
- Gol away yang dicetak (jika sistemnya home and away)
- Poin kedisiplinan, di mana kartu kuning dihargai -1 poin, kartu kuning kedua atau kartu merah tak langsung dihargai -3 poin, kartu merah langsung dihargai -4 poin, serta kartu kuning dan kartu merah langsung dihargai -5 poin.
- Undian.
Jika melihat ketentuan yang telah ditetapkan oleh AFC maupun FIFA di atas, maka sebisa mungkin Timnas Indonesia harus bertarung semaksimal mungkin untuk bisa mendapatkan poin terbanyak ya. Karena jika sudah sampai ke aturan tiebreakers kedua, ketiga atau bahkan seterusnya, maka kans kelolosan secara langsung skuat Garuda ke Piala Dunia 2026 bisa saja mengecil persentasenya.
Lantas, bagaimana caranya? Tentu saja dengan memenangi dua laga melawan Arab Saudi dan Irak nanti.
Baca Juga
-
Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar
-
Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan
-
LCC 4 Pilar MPR dan Relasi Kuasa yang Menjadi Penyakit Akut Pemilik Kewenangan di Indonesia
-
Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
Artikel Terkait
-
Trio Bek Timnas Indonesia Catat Rekor Mengerikan Jelang Lawan Arab Saudi
-
Ole Romeny Belum Tampil di Klub Tapi Justru Bela Timnas Indonesia, Ini Respons Oxford United
-
Tanpa Emil Audero, Harga Pasaran Timnas Indonesia Masih Lebih Unggul Ketimbang 2 Lawannya di Grup B
-
Intip Latihan Intensif Arab Saudi Jelang Lawan Timnas Indonesia, Targetkan Start Sempurna
-
Kata-kata Patrick Kluivert H-2 Laga Hidup Mati Arab Saudi vs Timnas Indonesia
Hobi
-
Ducati Butuh Bantuan, Marc Marquez Minta Pensiun Tahun Depan?
-
Neymar is Back! Fans Brasil Pecah setelah Pengumuman Skuad Piala Dunia 2026
-
Dirumorkan Jadi Rekan Setim, Pedro Acosta Ingin Duel dengan Marc Marquez
-
Drama Nurburgring 24H: Mercedes Juara dan Max Verstappen Tumbang Jelang Finis
-
Pecahkan Kutukan Selama 22 Tahun, Arsenal Resmi Jadi Raja Inggris Lagi!
Terkini
-
Soul Plate: Ketika Member Astro Berubah Jadi Malaikat Restoran, Efektifkah Promosinya?
-
Kisah Tragedi Berdarah di Apartemen Virgil dalam film, They Will Kill You
-
Pertemanan Tanaman Plastik: Tampak Hidup di Story, Mati di Kehidupan Nyata
-
Manga Horor Junji Ito, The Long Hair in the Attic Siap Diangkat Jadi Film Live Action
-
Connect Community: Bergerak dari Kampus, Berdampak bagi Remaja Desa