Genderang perang ronde keempat babak kualifikasi Piala Dunia 2026 grup B resmi ditabuh pada Jumat (8/10/2025) dini hari.
Tiga negara yang memiliki ambisi sama, yakni Indonesia, Arab Saudi dan Irak, saling bertarung untuk memperebutkan satu tiket otomatis ke putaran final Piala Dunia 2026 di benua Amerika.
Menariknya, berbeda dengan pertarungan di grup sebelah, pertarungan tiga negara yang tergabung di grup B ini tak ubahnya sebagai persaingan para alumni gelaran Piala Dunia yang ingin kembali mengulang momen manis tersebut.
Baik Pasukan Garuda, Tim Singa Mesopotamia maupun Tim Elang Hijau, ketiganya merupakan negara yang sudah pernah merasakan atmosfer kejuaraan sepak bola paling akbar sejagat raya tersebut dalam periode yang berbeda.
Dimulai dengan Indonesia yang menjadi pionir bagi negara-negara di benua Asia. Dalam catatan FIFA, Indonesia sendiri menjadi kontestan gelaran Piala Dunia edisi ketiga tahun 1938 di Prancis.
Meskipun saat itu turun dengan nama Hindia Belanda Timur (Dutch East Indies), namun belakangan induk sepak bola dunia mengakui bahwa tim tersebut saat ini merepresentasikan Indonesia.
Hampir setengah abad kemudian, Timnas Irak akhirnya menyusul catatan manis Indonesia dan merasakan atmosfer Piala Dunia pertama mereka.
Pada Piala Dunia 1986 yang digelar di Meksiko, Irak untuk kali pertama berhasil lolos ke putaran final turnamen dan menjadi salah satu perwakilan benua Asia di perhelatan.
Namun sayangnya, di event tersebut Irak tak mampu berbuat banyak dan mereka mengakhiri pagelaran dengan terhenti langkahnya di fase grup saja. Hingga saat ini, penampilan di Meksiko tahun 1986 tersebut menjadi satu-satunya partisipasi Irak di putaran final Piala Dunia.
Berbeda dengan Indonesia dan Irak yang hanya sekali saja berhasil masuk ke putaran final Piala Dunia, Arab Saudi menjadi tim tersukses di antara ketiganya.
Dalam catatan laman history FIFA, The Green Falcon bahkan sudah merasakan 6 kali putaran final Piala Dunia, yakni pada edisi 1994 di AS, 1998 di Prancis, 2002 di Korea-Jepang, 2006 di Jerman, 2018 di Rusia dan terakhir di Qatar tahun 2022 lalu.
Dari enam partisipasinya tersebut, pencapaian terbaik yang pernah dicatatkan oleh Arab Saudi adalah mampu mencapai babak 16 besar di edisi 1994, yang mana kala itu putaran final masih berisikan 24 kontestan.
Jika melihat sejarah keikutsertaan para penghuni grup B ronde keempat ini, tentu kita sepakat bahwa Arab Saudi memiliki catatan yang paling mentereng.
Namun demikian, kita tak bisa mengklaim begitu saja terkait siapa yang sukses mengamankan tiket putaran final dari tiga tim alumni Piala Dunia ini bukan?
Baca Juga
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
Artikel Terkait
-
Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Arab Saudi Tayang di TV Mana?
-
Bocor Starting Line Up Arab Saudi untuk Lawan Timnas Indonesia
-
Prediksi Susunan Pemain Arab Saudi vs Timnas Indonesia Malam Ini, Siapa Kiper?
-
Arab Saudi Dihantam Badai Cedera, Semesta Mulai Bekerja untuk Kelolosan Indonesia?
-
Bantah akan Tinggalkan Arsenal, Leandro Trossard: Selalu Ada Rumor Seperti Itu
Hobi
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
3 Motor Touring Segala Medan Paling Canggih, Siap Taklukkan Jalan Apa Pun
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
-
Geser Status Calon Juara ke Marco Bezzecchi, Marc Marquez Atur Strategi?
-
Mengapa Toyota Supra MK4 dan Nissan GT-R R34 Jadi Mobil Favorit Banyak Orang?
Terkini
-
Sosok Berkepala Lancip di Rumpun Bambu Dekat Halaman Belakang Rumah Pakpuh
-
Dilema Slow Living di Purworejo: Antara Gaji UMR dan Realitas Ekonomi
-
4 Varian Parfum Teh Crusita: Dari Es Teh Manis hingga Thai Tea yang Creamy!
-
UMK Kabupaten vs Kota: Jaraknya Cuma Kilometer, Tapi Nasibnya Kok Beda Jauh?
-
Ketika Galvalum Menang, Petani Kayu Tumbang