Imbas kegagalan yang didapatkan oleh Timnas Indonesia senior asuhan Patrick Kluivert di ronde keempat babak kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu, PSSI akhirnya mengakhiri kerja samanya dengan sang pelatih.
Dilansir laman Suara.com (16/10/2025), induk sepak bola Indonesia tersebut bukan hanya memulangkan Patrick Kluivert, namun juga jajaran pelatih yang masuk dalam gerbongnya seperti Gerald Vanenburg di level Timnas Indonesia U-23 dan Frank van Kempen di Timnas Indonesia U-20.
Kali ini, kita coba untuk membandingkan prestasi ketiga pelatih yang sudah diputus kontrak oleh PSSI. Kira-kira, siapa yang paling bagus performanya?
Mari kita ulas bersama!
1. Patrick Kluivert (Timnas Indonesia Senior)
Hingga pemecatan yang dialaminya pada tanggal 16 Oktober kemarin, Patrick Kluivert secara total telah mendampingi Timnas Indonesia dalam 8 pertandingan.
Berdasarkan catatan dari laman transfermarkt.com, eks Barcelona tersebut mendapatkan 3 kemenangan, 1 hasil imbang, 4 kekalahan dan mengoleksi 10 poin.
Catatan buruk Kluivert ini semakin bertambah dalam hal produktifitas gol dan pertahanan. Meskipun sukses melesakkan 11 gol dari 8 laga tersebut, namun 6 di antaranya dilesakkan ke gawang China Taipei yang sejatinya bukan lawan sepadan dengan mereka.
Pun demikian dengan rekor kebobolan. Dari 8 pertandingan, anak asuh Kluivert kebobolan hingga 15 gol, dan sang pelatih mencatatkan 1,25 poin per pertandingan yang dijalani.
2. Gerald Vanenburg (Timnas Indonesia U-23)
Sama halnya seperti Kluivert, Gerald Vanenburg juga tercatat 8 kali mendampingi Pasukan Garuda Muda.
Dari jumlah laga tersebut, Vanenburg berhasil membawa 4 kemenangan, 2 hasil imbang dan 2 kekalahan bagi sang anak asuh.
Rekor produktifitas golnya pun terbilang sangat apik, di mana Timnas Indonesia U-23 berhasil mendonasikan 22 gol dan hanya 8 kali kebobolan.
Total, Gerald mengoleksi 10 poin bersama Skuat Garuda Muda, dan poin per pertandingan yang didapatkannya berada di angka 1,75.
Jika dibandingkan dengan Kluivert, tentunya pencapaian Vanenburg ini terbilang lebih lumayan ya!
3. Frank van Kempen (Timnas Indonesia U-20)
Dalam gerbong pelatih Belanda yang dipecat oleh PSSI, Frank van Kempen adalah satu-satunya pelatih yang memiliki catatan "100 persen" sekaligus "0 persen" dari segi apa pun.
Pasalnya, semenjak ditunjuk oleh PSSI untuk menukangi Timnas Indonesia U-20 pada bulan Juli lalu, eks asisten pelatih Timnas Belanda U-20 ini sama sekali belum pernah mendampingi anak asuhnya di sebuah laga pun.
Sehingga, ketika kita membaca statistik van Kempen di laman transfermarkt, kita akan disuguhi angka 0 untuk setiap data sang pelatih bersama Timnas Indonesia U-20 karena memang dirinya belum pernah melatih.
Namun demikian, seiring dengan pemecatannya dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia U-20, van Kempen juga berhak untuk mendapatkan kompensasi dari PSSI, meskipun saru kali pun tak pernah turun ke lapangan untuk menguji dan menerapkan taktik kepelatihannya.
Nah, dari 3 pelatih yang dipecat oleh PSSI tersebut, kira-kira siapa yang paling mentereng nih menurut teman-teman Yoursay?
Baca Juga
-
Tak Terlibat dalam Pemilihan Pelatih Baru, Sebuah Cara Cuci Tangan Model Baru dari Erick Thohir?
-
Diresmikan Menjadi Pelatih, Timnas Indonesia Harusnya Tak Butuh Berproses Lagi Bersama John Herdman
-
Ajakan Uji Coba Ditolak, Mengapa Indonesia Tak Ajak Bangladesh Bermain di FIFA Series?
-
Tawari Laga Uji Coba, Ada 2 Alasan yang Bikin Timnas Indonesia Harus Tolak Ajakan Bangladesh!
-
John Herdman Mulai Disenggol para Komentator, Barisan 'Ternak STY' Bakal Berbalik Arah?
Artikel Terkait
-
Satu Syarat FC Twente Buat Mees Hilgers Jika Ingin Main Lagi: Take it or leave it!
-
Di Balik Pemecatan Patrick Kluivert, Ternyata Ada Sosok Pelatih yang Ketiban Durian Runtuh!
-
Tak Bisa Dipungkiri, Dipecatnya Patrick Kluivert Jadi Efek Domino di Timnas
-
Respons Shin Tae-yong soal Pemecatan Kluivert Jadi Sorotan
-
Hasil Drawing SEA Games 2025: Timnas Indonesia U-23 Ketiban Sial!
Hobi
-
Uji Sensasi Berkendara Yamaha NMAX TURBO lewat MAXCLUSIVE The Premium Ride
-
Dari Desain hingga Kenyamanan, Yamaha NMAX Buktikan Skutik Premium Ramah Perempuan
-
Lebih dari Sekadar Berkendara, Yamaha NMAX Hadirkan Riding Berkelas di MAXCLUSIVE Ride
-
Soroti Ajang AFF Cup 2026, John Herdman Akui Kaget dengan Nasib Indonesia
-
Final Perdana Jonatan Christie di 2026: Harapan Gelar Super 750 di India
Terkini
-
5 Inspirasi Gaun ala Kim Hye Yoon, Soft Look yang Memikat
-
Buku 'Tumbuh Meski Tak Utuh' dan Seni Melanjutkan Hidup
-
Review Film 5 Centimeters Per Second: Masterpiece Makoto Shinkai Tentang Luka LDR
-
Jennie BLACKPINK Rayakan Ulang Tahun ke-30, Aksi Tiup Lilin Mirip Merokok Jadi Kontroversi
-
Kupu-kupu Dalam Kenangan