Dalam hitungan hari, Timnas Indonesia akan kembali bertarung dalam kompetisi sepak bola paling akbar sejagat raya kelompok umur 17 tahun di Qatar.
Menurut jadwal yang dirilis oleh laman FIFA, gelaran bertajuk Piala Dunia U-17 tersebut akan memulai kick-offnya pada tanggal 3 November dan berakhir pada 27 November 2025.
Pada gelaran kali ini, Pasukan Garuda Muda sendiri berada di grup H yang mana berisikan tim-tim yang berasal dari 3 benua.
Selain Indonesia dari benua Asia, juga ada Brazil dan Honduras yang berasal dari benua Amerika, serta Zambia yang menjadi representasi dari persepakbolaan benua Afrika.
Jika melihat konstelasi penghuni grup H, tentunya kita sepakat bahwa Brazil adalah tim favorit di grup ini. Dengan statistik 19 kali partisipasi dan empat kali mendapatkan sematan label juara, tentunya siapapun akan menempatkan mereka sebagai tim yang paling dijagokan di grup ini.
Akan tetapi, hal itu tentunya bukan berarti menutup peluang Timnas Indonesia untuk membuat kejutan. Meskipun terkesan sulit untuk merusak hegemoni Brazil, namun Pasukan Garuda Muda berpotensi besar untuk bisa menjadi tim kuda hitam dalam kejuaraan ini, setidaknya di fase grup.
Pasalnya, dua lawan lawan yang akan mereka hadapi, yakni Honduras dan Zambia, secara kualitas permainan tak semengerikan Brazil yang harus diakui sudah memiliki kelas tersendiri di ajang sepak bola dunia level berapapun.
Honduras memang secara statistik penampilan dan pencapaian terlihat lebih mentereng daripada Indonesia. Dengan 6 kali partisipasi dan sekali menyentuh fase perempat final, tentu Honduras tak akan menjadi lawan yang mudah bagi Putu Panji dan kolega.
Namun patut diingat, setelah pencapaian Honduras di babak perempat final pada 2013 lalu, mereka cenderung mengalami penurunan hasil di kompetisi dan lebih sering pulang cepat dari gelaran.
Sama demikian halnya dengan Zambia yang baru sekali ini debut di gelaran. Meskipun masih terbilang buta dengan kekuatan sesungguhnya dari wakil Afrika ini, namun jika melihat kekuatan yang dimiliki oleh Timnas Indonesia saat ini, peluang untuk memetik poin penuh dari Zambia ini terbilang cukup terbuka bagi mereka.
Jadi, tak perlu berkecil hati. Meskipun kerap dipandang sebelah mata karena berasal dari Asia atau bahkan Asia Tenggara, namun kans Indonesia untuk menjadi tim Kuda Hitam di grup H ini terbuka sangat lebar.
Memang, kita mungkin berpotensi untuk kehilangan poin saat melawan Brazi. Namun melawan Honduras dan Zambia, kualitas yang dimiliki oleh anak-anak Indonesia ini masih sangat mampu untuk mendapatkan poin, bahkan hingga poin penuh.
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
-
Media Vietnam Sindir PSSI Langsung Fokus Timnas Indonesia U-22 usai Senior Gagal ke Piala Dunia 2026
-
Shin Tae-yong: Saya Ini Korban
-
Ditolak PSSI, Shin Tae-yong Berpeluang Latih Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Penyerang Klub Belanda Siap Susul Miliano Bela Timnas Indonesia: Ibu Senang Tiap Pulang ke Depok
-
Pos Pelatih Kepala Timnas Indonesia Lowong, PSSI Ogah Buru-buru Cari Pengganti Kluivert
Hobi
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
Terkini
-
Cinta dan Makna Sebuah Pilihan: Ulasan Novel Islammu Adalah Maharku
-
Rilis French Kissing! AND2BLE Bahas Rasa Penasaran dan Ketertarikan Intens
-
7 Film Dokumenter Netflix, Angkat Kasus Pembunuhan hingga Kehidupan Artis
-
Meneladani Spirit Pemimpi di Negeri Orang dalam Buku Lost in the USA
-
Indonesia Tak Cukup Mencetak Insinyur, Kita Harus Membangun Industrinya