Sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan sebelumnya, tanggal 30 Oktober 2025 ini akan menjadi waktu penghakiman bagi FAM dan 7 pemain bermasalah yang mereka miliki.
Diinformasikan oleh akun instagram @seasiagoal pada Kamis (30/10/2025), setelah proses pemberian sanksi awal dan rentangan waktu untuk melakukan banding, kini tiba bagi FIFA untuk memutuskan secara pasti terkait permasalahan ini.
Bukan hanya melulu tentang hukuman, namun juga potensi pencabutan sanksi jika banding yang dilakukan oleh FAM dan para pemain yang bermasalah mereka diterima oleh induk sepak bola dunia.
Bukan hanya publik sepak bola Malaysia saja yang kini tengah berharap-harap cemas. Namun juga sang negara tetangga, Vietnam yang juga menjadi rival Harimau Malaya dalam perburuan tiket ke putaran final Piala Asia 2027.
Sedari awal kasus pemalsuan dokumen para pemain naturalisasi Timnas Malaysia mencuat, para penggemar sepak bola Vietnam sendiri sering melakukan agitasi di berbagai media sosial yang menuntut keadilan bagi mereka.
Memang benar saat sanksi awal diturunkan oleh FIFA, 7 pemain yang diklaim masih memiliki pertalian darah dengan Malaysia langsung mendapatkan sanksi tak boleh bermain selama 12 bulan, namun tuntutan keadilan yang diminta oleh publik sepak bola Vietnam bukan itu.
Salah satu hal yang paling getol disuarakan oleh mereka adalah terkait dengan pembatalan kemenangan yang diraih oleh Malaysia pada bulan Juni lalu, di mana saat menjalani pertarungan babak kualifikasi Piala Asia 2027, Malaysia yang diperkuat oleh para pemain bermasalah tersebut berhasil menang dengan skor empat gol tanpa balas.
Dan berkenaan dengan hal tersebut, para pendukung Timnas Vietnam pun beramai-ramai meminta FIFA untuk menganulir kemenangan Malaysia, serta memberikan kemenangan 3-0 untuk Pasukan Paman Ho sesuai dengan regulasi WO yang ditetapkan oleh FIFA.
Bahkan, salah satu media ternama di Vietnam, thethao247.vn beberapa kali mengunggah tuntutan melalui akun Instagram mereka agar FIFA memberikan kemenangan tiga gol tanpa balas untuk Vietnam, mengurangi poin yang didapatkan oleh Malaysia dan tentu saja menambahkan tiga poin untuk Pasukan Paman Ho.
Dan kini harapan keadilan bagi publik sepak bola Vietnam akan ditentukan, seiring dengan keputusan final yang ditetapkan oleh FIFA kepada FAM dan para pemainnya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ajax Amsterdam, Maarten Paes dan Pentingnya Federasi Menaturalisasi Pemain yang Sudah Matang
-
Jadi Lawan Tertangguh, Bulgaria Terikat Erat dengan Timnas Indonesia Berkat 3 Hal Ini
-
Dihantui Fakta Minor 3 Pelatih Terdahulu, Bisakah John Herdman Catatkan Debut Manis di Indonesia?
-
Gegara John Herdman, Kans Marselino Ferdinan Balik ke Timnas Indonesia Kembali Menipis?
-
Salah Kaprah Sistem Pertandingan FIFA Series 2026, Bagaimana Format Sebenarnya?
Artikel Terkait
-
Ditolak Keras oleh STY, Mengapa Banyak Pihak Ingin Titipkan Pemain ke Timnas Indonesia?
-
Ole Romeny Balas Keraguan: Tak Semua Percaya Saya Bisa Kembali ke Timnas Indonesia
-
Fenomena Popularitas Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Bikin Heran Rekan Kevin De Bruyne
-
Penyesalan Bintang Belgia Tak Pilih Timnas Indonesia, Kini Pintu Sudah tertutup
-
Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen Kena Sentil Eks Gelandang AS Roma
Hobi
-
Dean James Dinilai Layak Gabung Ajax, Berpeluang Susul Maarten Paes?
-
Jelang Piala Asia U-17 2026, Timnas Indonesia Bakal Uji Coba Lawan China
-
Tegas! Eks-Punggawa Jerman U-17 Tolak Pinangan Membela Timnas Indonesia
-
Polemik Transfer Maarten Paes: Dianggap Mahal untuk Seorang Kiper Pelapis!
-
Jumpa I.League, John Herdman Soroti Pentingnya Kerja Sama Berkelanjutan
Terkini
-
5 Centimeters Per Second Live-Action: Kisah Penerimaan atas Kehilangan
-
Kenny Austin Lindungi Amanda Manopo dari Komentar Jahat: Don't Worry
-
4 Moisturizer Non-Comedogenic Under Rp50 Ribu, Aman untuk Kulit Berjerawat!
-
Indonesia Miliki 461 Ribu Kedai Kopi, Tapi Sudahkah Kita Ngopi Sehat?
-
Review Film The Plague: Metafor Kecemasan Sosial yang Menyeramkan!