Ketika publik Tanah Air masih menunggu pengumuman resmi dari PSSI soal pelatih baru Timnas Indonesia, media Vietnam justru melontarkan dugaan yang cukup mengejutkan. Dalam laporannya, Soha.vn menulis bahwa federasi sepak bola Indonesia disebut-sebut tengah mendekati mantan pelatih Vietnam, Park Hang-seo.
Media tersebut menyoroti lamanya kursi pelatih kepala Garuda dibiarkan kosong tanpa kepastian setelah berakhirnya kerja sama dengan Patrick Kluivert. Kondisi ini dinilai membuka ruang spekulasi bahwa PSSI mungkin sedang menyiapkan langkah besar secara diam-diam.
“Tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat, PSSI akan menghubungi pelatih Park Hang-seo,” tulis Soha.vn dalam laporannya yang disadur suara.com pada Kamis (6/11/2025).
Selain menyebut kemungkinan itu, Soha juga menambahkan bahwa PSSI membantah kabar mengenai kembalinya Shin Tae-yong ke kursi pelatih kepala tim nasional. Dengan demikian, arah pencarian pelatih masih menjadi misteri bagi publik sepak bola Indonesia.
Park Hang-seo sendiri bukan sosok asing di kawasan Asia Tenggara. Bersama Vietnam, pelatih asal Korea Selatan itu menciptakan era keemasan dengan sederet prestasi membanggakan, mulai dari juara AFF Cup hingga konsisten menembus fase akhir berbagai turnamen besar di level Asia.
Kebersamaan Park dengan tim Vietnam bahkan membuat mereka sempat menyalip Indonesia di level regional. Tak heran, dugaan yang dilontarkan media Vietnam itu memunculkan perdebatan dan rasa sensitif di kalangan pendukung sepak bola negeri tersebut.
Media Vietnam Soroti Peluang Rivalitas Baru di Asia Tenggara
Apabila benar Park Hang-seo menerima tawaran melatih Timnas Indonesia, Soha.v menyebut akan muncul babak baru dalam rivalitas antara dua negara serumpun di ASEAN. Sebab, pelatih Park berpotensi kembali berhadapan dengan pelatih Vietnam saat ini, Kim Sang-sik.
“Jika ia dapat memimpin timnas Indonesia, pelatih Park akan memiliki peluang besar untuk menghadapi pelatih Kim Sang-sik dan tim Vietnam di berbagai turnamen,” tulis Soha.
Namun, media tersebut juga menyoroti keraguan yang muncul mengenai peluang Park menerima tawaran tersebut. Selain faktor usia yang tidak lagi muda, Park sebelumnya telah menyiratkan keinginannya untuk menikmati masa tenang setelah mengakhiri masa tugasnya bersama Vietnam.
Kekosongan kursi pelatih ini berdampak langsung pada agenda tim nasional. Timnas Indonesia dipastikan tidak akan turun pada FIFA Matchday November 2025. Sebagai gantinya, PSSI memutuskan untuk memanfaatkan periode tersebut bagi persiapan Timnas U-23 menjelang SEA Games 2025.
PSSI menegaskan bahwa pencarian pelatih baru tetap berjalan. Harapannya, pelatih dengan pengalaman internasional mampu membawa Timnas Indonesia kembali kompetitif menjelang Piala Asia 2027 dan Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Baca Juga
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Akui Kelalaian, Fantagio dan Cha Eun Woo Minta Maaf soal Kontroversi Pajak
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
Artikel Terkait
-
Calvin Verdonk, Penampilan di Lapangan dan Market Value yang Selalu Berkorelasi Positif
-
Link Live Streaming Nonton Timnas Indonesia U-17 Vs Brasil
-
Kenapa Pertandingan Timnas Indonesia di FIFA Matchday November 2025 Tak Dihitung Ranking?
-
Shayne Pattynama dan Thom Haye Kena Hukum FIFA, Apa Salahnya?
-
Rincian Sanksi FIFA ke PSSI dan Pemain Keturunan Timnas Indonesia
Hobi
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
Terkini
-
Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu
-
Bia dan Kapak Batu: Kisah Inspiratif Perempuan Papua di Tengah Arus Zaman
-
Ketika Rupiah Melemah, Kelas Menengah Dipaksa Bertahan Lebih Keras
-
'Berpikir dan Bertindak Kreatif for Gen Z': Senjata Bertahan di Era Digital
-
Esensi Lagu 'Dance No More' Milik Harry Styles Punya Makna Lebih Energik