Timnas Indonesia U-22 dihantam Mali dengan skor cukup lebar tiga gol tanpa balas di laga uji coba pertama kedua negara. Meski berstatus sebagai tuan rumah, namun kerja keras para pemain Skuat Garuda Muda masih tak mampu meredam keunggulan tamunya dari benua Afrika tersebut.
Dilansir laman Suara.com (15/11/2025), tiga gol kemenangan Mali diciptakan oleh Sekou Doucoure pada melalui sundulan ketika pertandingan baru berjalan 5 menit, kemudian Wilson Samake di menit ke-33 dan dilengkapi oleh Moulaye Haidara di menit ke-90+1.
Harus diakui, terlepas dari kualitas kedua kesebelasan yang cukup berbeda, kinerja para pemain Garuda Muda di pertandingan ini masih sangat kurang memuaskan. Lini tengah yang seharusnya menjadi dapur pacu dalam permainan pola 4-3-3 khas Indra Sjafri tampil pincang dan tak tersistem dengan baik.
Mengacu laman match report transfermarkt, coach Indra Sjafri menurunkan trio Ivar Jenner, Rafael Struick dan Ananda Raehan untuk mengisi slot tiga pemain tengah dalam formasinya.
Namun sayangnya, dari ketiga pemain tersebut, hanya Ivar Jenner yang bisa memerankan tugasnya dengan baik. Diplot sebagai gelandang bertahan, pemain FC Utrecht tersebut sukses menjadi penjembatan lini belakang dengan lini tengah, dan menjadi cover bagi duo Kakang Rudianto dan Kadek Arel yang konsolidasinya beberapa kali ditembus oleh pemain Mali.
Namun sayangnya, permainan apik Ivar Jenner ini tak diikuti dengan duo kompatriotnya. Rafael Struick yang ditempatkan oleh coach Indra bukan di posisi aslinya, terlihat masih sangat kagok memainkan perannya sebagai inisiator penyerangan dari sektor tengah, sementara Ananda Raehan, juga tampil tak sebaik yang bisa dilakukannya.
Pun demikian halnya ketika coach Indra memasukkan Rivaldo Pakpahan dan Toni Firmansyah untuk menggantikan Raehan dan Struick. Memang, masuknya kedua pemain ini membuat penyerangan Indonesia sejenak menjadi lebih hidup, namun hal itu harus ditebus mahal dengan tak imbangnya lini tengah milik Indonesia.
Terbukti, di sekitaran pengujung pertarungan, ketidakharmonisan lini tengah membuat lini pertahanan membuat kesalahan dan berujung hukuman gol ketiga ke gawang Cahya Supriyadi.
Kita nantikan bersama, apakah di laga kedua nanti coach Indra sudah menemukan komposisi terbaik untuk lini tengah timnya? Tentunya mau tak mau di laga kedua nanti kekurangan yang ada di lini tengah maupun lini-lini lainnya sudah harus dibenahi olehnya.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
-
Tak Perlu Branding Berlebihan, Kualitas Herdman Terbukti Lebih Baik Ketimbang Kluivert
-
John Herdman, Timnas Indonesia, dan Formasi Laga Debutnya yang Amat Intimidatif
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
-
John Herdman, FIFA Series 2026 dan Lini Tengah Skuat Final yang Tak Lagi Jadi Dapur Pacu Serangan
Artikel Terkait
-
Statistik Timur Kapadze saat Menangani Uzbekistan, Cocok untuk Timnas Indonesia?
-
Siapa Kapten Timnas Indonesia U-22di SEA Games 2025?3Nama Jadi Kandidat!
-
Jelang SEA Games 2025, Seperti apa Kondisi Penyerang Timnas Indonesia U-22?
-
Targetnya Emas, tapi Pelatih 'Buta' Kekuatan Lawan: Timnas U-23 Bisa Apa di SEA Games 2025?
-
Indra Sjafri: Timnas Indonesia U-22 Gak Main Jelek Kok, Cuma Kalah 3-0
Hobi
-
Terungkap! Performa Red Bull Bukan Alasan Max Verstappen Ingin Pensiun
-
Kacau! Kemenangan Pecco Bagnaia Pupus karena Masalah Getaran pada Motor
-
Ferrari F40, Proyek Supercar Terakhir Karya Enzo Ferrari yang Jadi Legenda
-
Salut! Marc Marquez Minta Dihukum Usai Buat Fabio Di Giannantonio Jatuh
-
Max Verstappen Isyaratkan Pensiun, Regulasi F1 2026 Dinilai Rusak Esensi Balap
Terkini
-
Vivo Y05: HP Rp1 Jutaan, Tahan Banting dan Baterai Tahan hingga 3 Hari
-
Warisan Himmel: Ketika Karakter Anime Mengubah Cara Kita Berbuat Baik
-
Bukan April Mop, Taeyang BIGBANG Goda Fans dengan Pengumuman Comeback Solo
-
5 Rekomendasi Drama Korea tentang Realitas di Balik Industri Hiburan
-
Sinopsis Northern Wei Dynasty, Drama China Terbaru Yang Mi dan Liu Xue Yi