Gregoria Mariska Tunjung memberikan kabar baik dari Kumamoto Japan Masters 2025. Dalam turnamen Super 500 di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Jepang ini, Jorji berhasil amankan tempat di babak final dan berpeluang naik podium tertinggi.
Menghadapi unggulan ke-7 asal Taipei, Chiu Pin Chian, Jorji bermain sangat baik. Di hadapan pemain muda yang baru saja jadi juara Korea Masters 2025 ini, Jorji tunjukkan performa layaknya atlet papan atas.
Bermain rapi dan minim eror, Jorji mampu meredam tren positif Chiu Pin Chian. Setelh 37 menit, Jorji akhirnya menangi laga dua gim kontra Chiu Pin Chian dengan skor akhir 21-16 dan 21-14.
Hasil ini memastikan Jorji kembali merasakan euforia partai puncak turnamen BWF Super Series setelah kerap early exit di beberapa turnamen terakhir.
BL Gaungkan Nama Gregoria "Kumamoto" Mariska Tunjung
Kemenangan di laga semifinal Kumamoto Masters 2025 ini bukan hanya jadi angin segar bagi Indonesia tapi juga fakta menarik perjalanan karier Gregoria Mariska Tunjung.
Bukan sekadar menang dan tembus final, badminton lovers (BL) bahkan menggaungkan julukan Gregoria "Kumamoto" Mariska Tunjung untuk tunggal putri Pelatnas tersebut.
Bukan tanpa alasan, pasalnya Kumamoto selalu menjadi arena spesial bagi Jorji. Dalam tiga edisi terakhir, mulai 2023 hingga 2025, Jorji selalu kunci tiket final.
Jorji bahkan naik podium tertinggi di Kumamoto Masters 2023 setelah mengalahkan Chen Yufei dari China. Saat itu, Jorji menang straight game 21-12, 21-12 tumbangkan unggulan kedua.
Kembali tembus final di tahun 2024, sayangnya Jorji harus puas jadi runner up. Melawan wakil tuan rumah, Akane Yamaguchi, Jorji dipaksa menyerah 12-21 dan 12-21.
Kali ini Jorji kembali ke final Kumamoto Masters 2025 yang berarti menjadi kali ketiga secara beruntun lolos ke babak final. Tidak heran kalau nama tengah "Kumamoto" diselipkan untuk Jorji.
Menariknya, nama tengah spesial ini disematkan di kolom komentar akun Instagram @badminton.ina oleh Anthony Sinisuka Ginting. Meski terkesan nyeleneh, tapi komentar ini seolah diaminkan badminton lovers tanah air.
Harapan Sabet Gelar
Harapannya, Jorji bisa tampil maksimal duli laga final hari Minggu (16/11/2025) sebab peluang sabet gelar Super 500 hanya bertumpu pada Jorji. Di partai puncak nanti, Jorji akan menghadapi Ratchanok Intanon yang sebelumnya berhasil mengalahkan wakil tuan rumah, Nozomi Okuhara.
Jika melihat head to head, sementara ini Jorji tertinggal 3-9 dari Intanon. Namun, pertemuan terakhir dengan tunggal putri Thailand justru dimenangkan Jorji di Kumamoto Masters 2024 dalam dua gim. Tentu peluang Jorji untuk menang masih terbuka, tapi Intanon juga bukan pemain sembarangan hingga harus tetap diwaspadai.
Gregoria Mariska Tunjung: "Saya Ingin Have Fun di Lapangan"
Jorji mengaku bersyukur atas hasil yang diraihnya di Kumamoto Masters 2025 kali ini di tengah tren minor di beberapa turnamen sebelumnya. Final ketiga beruntun yang sebenarnya tidak disangka Jorji pasca sempat rehat akibat vertigo.
“Mengucap syukur untuk hasil hari ini, walau saya merasa bermain kurang bersih tapi bisa melewatinya dengan kemenangan. Final ketiga secara beruntun di Kumamoto Masters, senang dan tidak menyangka. Pencapaian yang sangat berarti karena ini merupakan tahun yang berat untuk saya setelah sempat rehat beberapa kali karena sakit,” ungkap Jorji.
Menghadapi laga final nanti, Jorji berharap bisa menunjukkan performa maksimal tapi juga tidak ingin merasa terbebani hingga mempengaruhi permainannya saat melawan Intanon.
“Di final saya berharap bisa bermain maksimal, have fun di lapangan, tidak terlalu memikirkan hasilnya. Saya ingin berjuang semaksimal mungkin. Tekadnya juara, tapi saya mau fokus ke prosesnya dulu,” kata atlet 26 tahun itu.
Selain itu, Jorji juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang besar pada semua fans badminton yang sudah mendukungnya, termasuk yang hadir di venue.
“Terima kasih banyak untuk pendukung saya yang hadir di lapangan hari ini, dukungannya terdengar dan sangat berarti. Juga untuk semua yang mendukung dari mana pun berada,” pungkasnya.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Fast Fashion dan Krisis Sampah: Bisakah Perempuan Jadi Agen Perubahan?
-
Belanja Atas Nama Healing: Self-Reward yang Diam-diam Menguras Finansial
-
Diskon, Gratis Ongkir, dan Cicilan: Kombinasi yang Sulit Ditolak Gen Z
-
Tren Paylater dan Gengsi Sosial: Ketika Validasi Justru Jadi Prioritas
-
Tren Less Waste di Media Sosial: Konten Estetik vs Aksi Nyata, Menang Siapa?
Artikel Terkait
-
Bangkit dari Cedera, Jorji Melaju ke Final Kumamoto Masters 2025!
-
Kumamoto Masters 2025: Jorji Melaju ke Semifinal, Tulang Punggung Indonesia
-
Mental Baja, Gregoria Mariska Tunjung Melaju ke Semifinal Kumamoto Masters 2025
-
Apriyani Rahayu Ungkap Penyebab Kekalahan atas Pasangan Jepang di Kumamoto Masters 2025
-
Kumamoto Masters 2025: Gregoria Melaju ke Perempat Final, Tiga Wakil Indonesia Gugur
Hobi
-
Dirumorkan Jadi Rekan Setim, Pedro Acosta Ingin Duel dengan Marc Marquez
-
Drama Nurburgring 24H: Mercedes Juara dan Max Verstappen Tumbang Jelang Finis
-
Pecahkan Kutukan Selama 22 Tahun, Arsenal Resmi Jadi Raja Inggris Lagi!
-
MotoGP Catalunya 2026 Kacau! Jorge Martin Emosi, Aprilia Tegur Trackhouse
-
BMW Rilis Vision K18 Concept Bike, Padukan Luxury Bagger dan Nuansa Aviasi
Terkini
-
Fenomena Earphone Kabel di Kalangan Gen Z, Fashion Statement ala Y2K?
-
4 Serum Heartleaf Solusi Atasi Jerawat dan PIH pada Kulit Berminyak
-
Moon Geun Young Berpotensi Comeback di Film Baru Sutradara Train to Busan
-
Bukan Sekadar Kamera Saku, Insta360 GO 3S Retro Kini Jadi Pelengkap Outfit!
-
Mobile Suit Gundam Hathaway: Sajikan Pertarungan Epik dan Visual yang Tajam