Dua agenda pertarungan uji coba telah diselesaikan oleh Timnas Indonesia U-22 yang diproyeksikan untuk bersaing di ajang SEA Games. Dalam dua pertarungan melawan Mali, anak asuh Indra Sjafri tersebut mendapatkan dua hasil yang berbeda.
Setelah dihajar tiga gol tanpa balas pada pertandingan pertama, Skuat Garuda Muda bangkit di pertarungan kedua dan berhasil menahan imbang tim lawan dengan skor 2-2. Dua pemain berdarah Belanda, Mauro Zijlstra dan Rafael Struick, menjadi dua nama yang sukses menjebol gawang tim tamu di pertarunga kedua kali ini.
Namun sayangnya, meskipun mendapatkan banyak pelajaran berharga dari dua laga uji coba melawan Mali, namun jika dianalisis dengan lebih mendalam, dua laga uji coba yang dijalani oleh Ivar Jenner dan kolega ini terkesan pecuma dan sia-sia.
Hal ini tentunya bukan tanpa alasan, karena jika mengingat proyeksi utama tim ini dipersiapkan untuk gelaran SEA Games, uji coba melawan Mali tentunya tak bisa dijadikan sebagai ajang untuk meraba kekuatan calon lawan yang akan dihadapi oleh Pasukan Garuda Muda nanti.
Sederhananya begini, selayaknya yang terjadi di pentas persepakbolaan internasional, ketika akan menghadapi sebuah ajang atau turnamen, sebuah tim tentunya akan mempersiapkan lawan uji coba yang memiliki gaya bermain relatif mirip dengan lawan yang akan dihadapinya nanti.
Seperti contoh, sebelum terjun ke pentas Piala Dunia U-17, Timnas Indonesia U-17 mengagendakan uji coba melawan Paraguay, Pantai Gading dan Panama yang secara permainan, memiliki kemiripan dan tipikal relatif serupa dengan Brasil, Zambia dan Honduras yang menjadi lawan sesungguhnya di turnamen.
Hasilnya pun cukup bagus. Meskipun harus menelan kekalahan dari Zambia dan Brasil, Timnas Indonesia U-17 tetap bisa mengamankan satu kemenangan ketika bertarung melawan Honduras.
Dan hal inilah yang tak bisa kita temukan benang merahnya di laga uji coba antara Timnas Indonesia U-22 melawan Mali. Patut diingat, tim ini sendiri diproyeksikan oleh PSSI untuk gelaran SEA Games, yang mana nantinya mereka akan bersaing melawan tim-tim seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina, Myanmar dan tim-tim ASEAN lainnya.
Lantas, dari mana ada kemiripan permainan tim-tim dari kawasan Asia Tenggara itu dengan calon lawan yang akan dihadapi di SEA Games nanti? Tentunya tak ada bukan?
Bukan hanya berbeda secara kawasan, namun style dan gaya bermain Mali yang menjadi lawan Indonesia di dua laga uji coba, sama sekali berbeda dengan tim-tim yang menjadi lawan Indonesia di SEA Games nanti.
Jika seperti itu, bukankah laga uji coba Indonesia U-22 kali ini terkesan percuma? Yah, setidaknya jika dilihat dari komparasi gaya bermain Mali dan lawan-lawan Indonesia di bulan Desember nanti.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
FIFA Series 2026, Ajang Debut John Herdman yang Terancam Sepi Kehadiran Suporter
-
Meski Berakhir Ricuh, Sudah Sepatutnya Persepakbolaan Indonesia Berterima Kasih kepada Persib
-
Meski Inferior Ketimbang Indonesia, Saint Kitts and Nevis Ternyata Miliki 10 Pemain Diaspora!
-
Gelaran Piala Asia U-17 2026 dan Perjalanan Penuh Keraguan bagi Pasukan Garuda Muda
-
Selain Coreng Wajah Indonesia, Bobotoh Juga Tempatkan Persib dalam Intaian Sanksi Berganda
Artikel Terkait
-
Kontrak Ivar Jenner Tak Diperpanjang FC Utrecht
-
Curhat Pelatih Timnas Mali Frustrasi Hadapi Timnas Indonesia, Basa Basi?
-
Kata-kata Mauro Zijlstra yang Akhirnya Cetak Gol untuk Timnas Indonesia U-23
-
Uji Coba Kontra Mali dan Alarm Bahaya dari Ivar Jenner di Balik Penampilan Impresifnya
-
Indra Sjafri Sampaikan Kabar Sedih Jelang SEA Games 2025
Hobi
-
FIFA Series 2026, Ajang Debut John Herdman yang Terancam Sepi Kehadiran Suporter
-
Premier League: Mikel Arteta Ungkap Frustasi Arsenal usai Dijegal Wolves
-
Meski Berakhir Ricuh, Sudah Sepatutnya Persepakbolaan Indonesia Berterima Kasih kepada Persib
-
Meski Inferior Ketimbang Indonesia, Saint Kitts and Nevis Ternyata Miliki 10 Pemain Diaspora!
-
Jelang MotoGP 2026: Jorge Martin Ingin Pulih dan Adaptasi dengan Cepat
Terkini
-
Mengelola Euforia Ramadan: Antara Tradisi Bising Petasan dan Keselamatan Anak
-
4 Serum Korea Diperkaya Galactomyces Atasi Kulit Bertekstur dan Kusam
-
4 Padu Padan OOTD Long Sleeve ala Karina aespa, Bikin Gaya Anti Flat!
-
Kondisi Kesehatan Menurun, Manon KATSEYE Umumkan Hiatus Sementara Waktu
-
Memilih Guna Lisan di Bulan Ramadan: Membaca Al-Qur'an atau Ghibah?