Timnas Malaysia U-17 akhirnya urung untuk menjadi kontestan di gelaran Piala Asia U-17 yang digelar di Arab Saudi tahun depan.
Meskipun sempat memberikan penampilan yang apik di babak kualifikasi Grup C, namun kekalahan telak dari Vietnam di laga terakhir membuat mimpi Harimau Muda untuk berpartisipasi di gelaran tahun depan harus terkubur rapat-rapat.
Laman AFC menulis, hingga partai terakhir melawan Vietnam, Malaysia masih memiliki kans yang sama besarnya dengan Tim Naga Emas.
Sama-sama mengoleksi 12 poin, Malaysia secara matematis bisa mengamankan satu tiket putaran final dengan memenangi pertarungan melawan Vietnam yang berstatus sebagai tuan rumah babak kualifikasi.
Namun sayangnya, di partai nan menentukan itu tim Harimau Muda justru harus terkapar dengan hantaman empat gol tanpa balas. Laman match report AFC menuliskan, gol-gol dari Nguyen Manh Cuong, Nguyen Ngoc Anh Hao, Nguyen Van Duong dan Le Sy Bach, menjadi penjegal dari impian Malaysia untuk bertarung melawan tim-tim terbaik benua Asia tahun depan.
Uniknya, kekalahan berujung kegagalan yang didapatkan oleh Malaysia ini secara tak langsung juga membuat Induk Sepak Bola Benua Asia, AFC mendapatkan tamparan keras. Bagaimana tidak, Malaysia sendiri merupakan penerima salah satu penghargaan yang "cukup bergengsi" dari AFC perihal tata kelola dan pengembangan talenta-talenta muda terbaik di tahun 2025 ini.
Seperti yang diinformasikan oleh akun instagram @aff_aseanfootball yang merupakan akun instagram resmi dari AFF selaku induk sepak bola Asia Tenggara, Malaysia di tahun 2025 ini dinobatkan sebagai pemenang kedua AFC President's Recognition Award for Grassroots Football.
Sekadar menginformasikan, dalam penjelasan yang dituliskan di laman resmi AFC, label tersebut diberikan oleh AFC kepada membernya yang dinilai sukses dan berkontribusi besar dalam pengembangan bibit-bibit muda di negaranya.
Selain FAM dari Malaysia yang menempati peringkat kedua, Uni Emirat Arab dinobatkan sebagai pemenang pertama dan Bangladesh di peringkat ketiga.
Namun pada kenyataannya, label yang diberikan AFC kepada FAM tersebut justru hanya terkesan hanya sebatas embel-embel belaka. Jangankan lolos ke putaran final Piala Asia U-17, Timnas Malaysia U-17 yang digadang-gadang merupakan hasil dari kesuksesan FAM dalam membina talenta mudanya justru kandas dari tim tetangganya, Vietnam dengan gelontoran empat gol pula.
Kalau seperti ini, jangan-jangan label dan penghargaan yang didapatkan oleh Malaysia di bulan Oktober kemarin kayaknya kurang pas ya. Malah sepertinya lebih layak jika diberikan kepada Indonesia yang menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara di pentas Piala Dunia U-17.
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Media Malaysia Cemas Sabar/Reza Dipastikan Turun di SEA Games 2025
-
Pelatih Vietnam Kesampingkan Malaysia, Sebut Timnas Indoensia U-22 Rival Kuat di SEA Games 2025
-
Piala Asia U-17 dan Nasib Tragis Malaysia yang Terkudeta dari Kumpulan The Big Four ASEAN
-
Pelatih Malaysia U-22 Khawatir 'Kutukan Laga Perdana' Kembali Terulang di SEA Games 2025
-
FIFPro Kecam FIFA, Bela 7 Pemain Keturunan 'Palsu' Timnas Malaysia
Hobi
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
Terkini
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!