Timnas Indonesia membawa misi wajib menang besar melawan Myanmar pada laga penutup Grup C SEA Games 2025. Kehadiran Ivar Jenner sebagai kapten bersama dua pemain pilar lainnya diyakini jadi kunci untuk membuka peluang lolos semifinal.
Di pertandingan yang berlangsung hari ini, Jumat (12/12/2025), skuad Garuda Muda harus menang minimal 3-0 agar selisih gol cukup untuk bersaing dengan runner-up grup lain. Situasi tersebut tentu membuat peran tiga pemain utama Indonesia kian krusial menghadapi Myanmar.
Indonesia dan Myanmar sama-sama mengemas nol poin setelah dua laga, tetapi peluang masih terbuka apabila mampu mencetak banyak gol. Kekalahan 0-1 dari Filipina membuat tekanan meningkat, tetapi para pemain mengaku siap mengerahkan seluruh kemampuan demi merebut tiga angka penting.
Di tengah tekanan tersebut, peran Ivar Jenner sebagai pemimpin lapangan menjadi titik fokus. Gelandang kelahiran Belanda itu sudah menunjukkan kepemimpinan kuat sejak dipercaya sebagai kapten Timnas U-23 pada 2025, dan kini diproyeksikan kembali mengatur alur serangan Garuda Muda.
Ivar dikenal dengan visi permainan yang tajam, kreativitas tinggi, serta kemampuan menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Ia juga memiliki pengalaman internasional dengan 19 caps di level senior, termasuk gol debutnya ke gawang Turkmenistan lewat tendangan jarak jauh.
Selain itu, performanya saat tampil penuh 90 menit menghadapi Mali di laga uji coba menuai pujian. Meski Indonesia kalah, kehadiran Ivar tetap menjadi jangkar permainan yang membuat pelatih tetap percaya padanya sebagai starter.
Perannya pada laga hidup-mati kontra Myanmar sangat jelas, yakni memastikan suplai bola matang ke lini depan, menjaga ritme permainan, dan mengurangi kesalahan build-up yang sebelumnya muncul saat menghadapi Filipina. Dengan pengalamannya, ia menjadi figur yang mampu menenangkan situasi.
Dua Pilar Lain yang Tak Kalah Penting
Melansir suara.com perhatian juga tertuju pada Mauro Zijlstra yang diharapkan menjadi penuntas peluang di kotak penalti. Posturnya sebagai striker bertipe Belanda serta insting gol yang kuat membuatnya salah satu opsi paling menjanjikan bagi pelatih Indra Sjafri.
Mauro memang belum tampil maksimal saat melawan Mali, terutama karena kurangnya suplai bola dan sedikitnya ancaman yang ia terima di kotak penalti. Namun ia menyebut laga uji coba itu sebagai pelajaran penting terkait intensitas permainan jelang SEA Games.
Jika Ivar mampu mengalirkan bola secara konsisten, Mauro menjadi sosok yang harus mengonversi peluang tanpa terbuang sia-sia, terutama setelah Indonesia gagal menuntaskan dominasi ketika menghadapi Filipina.
Di lini belakang, Dony Tri Pamungkas diprediksi menjadi fondasi pertahanan. Bek muda ini tampil penuh determinasi dan daya juang, bahkan saat Indonesia kalah 0-3 dari Mali. Penampilannya disebut membuat Indra Sjafri tetap tersenyum karena menunjukkan karakter bertahan kuat.
Dony sebelumnya meraih penghargaan Man of the Match dalam pertemuan Timnas dengan Myanmar pada ajang AFF, sebuah modal kepercayaan diri untuk tampil solid kembali. Ia juga dikenal kuat dalam menghalau serangan dan piawai membangun serangan dari lini belakang.
Tugas utamanya di laga kali ini adalah menutup celah terutama dalam situasi bola mati, seperti lemparan jauh Filipina yang sempat membahayakan. Dengan pertahanan yang lebih stabil, peluang Indonesia mencatat clean sheet akan semakin besar.
Sementara itu, secara hitungan matematis, kemenangan 3-0 akan membuat Indonesia mengoleksi tiga poin dengan selisih gol menjadi -1. Hasil tersebut membuka kemungkinan menyalip runner-up Grup B seperti Malaysia yang saat ini memiliki selisih gol +3.
Kabar baik datang ketika Vietnam mengalahkan Malaysia 2-0 pada laga kemarin, yang membuat peluang runner-up terbaik semakin terbuka. Namun syaratnya jelas: Garuda Muda wajib menang besar, setidaknya tiga gol, seperti kemenangan 5-0 pada SEA Games 2023 silam.
Baca Juga
-
Ketika Piala Dunia Bikin Patah Hati: Tips Bangkit Setelah Tim Favorit Gugur
-
Romelu Lukaku Sanjung Karakter Kuat Belgia, Setan Merah OTW Tembus Final?
-
Jajan Dulu, Tenang Kemudian: Coping Mechanism ala Gen Z, Aman Diteruskan?
-
Penyakit Lama Kambuh, Jerman Kembali Tersingkir Dini dari Ajang Piala Dunia
-
Belanda Terpeleset di Babak Tos-tosan, Maroko Kantongi Tiket 16 Besar
Artikel Terkait
-
Respons Kevin Diks usai Timnas Indonesia 'Berantakan' Ditinggal Shin Tae-yong
-
Detik-detik Asnawi Mangkualam Semprot Exco PSSI Arya Sinulingga
-
Jadwal Bulu Tangkis SEA Games 2025 Hari Ini: Putri KW Awali Perjuangan Wakil Indonesia di 8 Besar
-
Lolos Lubang Jarum, Masuk Kandang Macan! Ini Lawan Timnas Indonesia U-22 Jika Tembus Semifinal
-
Misi Lolos Semifinal: 3 Pemain Ini Jadi Kunci Timnas Indonesia U-22 Gempur Myanmar
Hobi
-
Lompatan Suporter Meksiko saat Lawan Ekuador Picu Getaran Mirip Gempa
-
Duel Panas Demi 16 Besar: Portugal Siap Habisi Kroasia atau Justru Tumbang?
-
10 Julukan Pesepak Bola Dunia dan Kisah di Balik Namanya
-
Dikalahkan Belgia 2-3, Senegal Tak Mampu Ulang Memori Piala Dunia 2002
-
Romelu Lukaku Sanjung Karakter Kuat Belgia, Setan Merah OTW Tembus Final?
Terkini
-
Di Balik Ban Kapten, Ada Sisi Psikologi yang Menentukan Nasib Sebuah Tim
-
Elite Force Tayang 22 Juli, Serial Netflix Angkat Operasi Antiteror GIGN
-
Satu Program, Seribu Panggung: Jejak Narasi MBG dalam Pidato Prabowo
-
Ada Jakarta! T.O.P Rilis Jadwal Tur Fan Meeting Asia, T.O.P PRE-STUDIO 2026
-
Media Sosial vs Real Life: Hidup Sempurna di Feed, Berantakan di Dunia Nyata