Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji secara terbuka mengungkap syarat khusus yang harus dipenuhi oleh calon pelatih Timnas Indonesia senior di masa depan. Kriteria utama ini bukan sekadar soal taktik atau rekam jejak prestasi, melainkan kesediaan untuk berbagi ilmu dengan tenaga lokal.
Dalam jumpa pers yang digelar di Jakarta pada Selasa (16/12/2024) lalu, ia menegaskan bahwa PSSI sedang bergerak sangat selektif. Pihaknya ingin memastikan bahwa sosok yang akan menahkodai skuad Garuda adalah individu yang sesuai dengan kebutuhan mendasar organisasi saat ini.
Salah satu poin yang ditekankan adalah pentingnya proses 'transfer ilmu' atau transfer pengetahuan. PSSI menginginkan adanya regenerasi pelatih di tanah air agar kualitas juru taktik lokal bisa setara dengan pelatih-pelatih kelas dunia.
"Berkaitan dengan pelatih timnas senior, ini memang menjadi isu, tapi yakinlah bahwa kami di PSSI ingin betul-betul mendapatkan pelatih timnas senior yang sesuai kriteria yang kami butuhkan," tuturnya, dikutip dari Antara News pada Rabu (17/12/2025).
Secara spesifik, pelatih baru nantinya diwajibkan untuk menerima kehadiran asisten pelatih lokal di dalam jajaran staf kepelatihannya. Hal ini dipandang krusial agar ilmu kepelatihan modern tidak hanya berhenti di pelatih kepala asing saja.
Sumardji mengambil contoh sukses dari sosok Nova Arianto. Menurutnya, Nova adalah bukti nyata keberhasilan program transfer ilmu yang terjadi selama era kepelatihan Shin Tae-yong (STY) yang sudah berlangsung selama lima tahun.
"Hal terpenting yang perlu saya sampaikan, pelatih yang terpilih nanti hal utamanya harus mau menerima asisten-asisten dari lokal untuk bergabung secara bersama-sama. Contohnya sama, coach Nova, dari nol. Awalnya sama, kita minta STY ada pelatih lokal yang ikut di tim," sambungnya.
Perjalanan Nova dimulai dari titik nol saat pertama kali diminta mendampingi STY sebagai asisten. Selama periode tersebut, Nova terlibat dalam 57 pertandingan tim senior, termasuk momen bersejarah di babak 16 besar Piala Asia 2023.
Selain di tim senior, Nova juga mendapatkan pengalaman berharga saat membantu STY di Timnas U-23. Ia menjadi bagian dari tim yang mencapai semifinal Piala Asia U-23 2024 hingga berjuang di babak playoff Olimpiade 2024.
Berkat pengalaman panjang di bawah arahan pelatih asal Korea Selatan tersebut, Nova kini mampu berdiri sendiri. Ia sukses membawa Timnas U-17 lolos ke Piala Dunia U-17 2025 melalui jalur kualifikasi dengan catatan performa yang impresif.
Meniru Keberhasilan "Model" Nova Arianto
PSSI melihat pola pendampingan asisten lokal ini sebagai investasi jangka panjang. Dengan adanya keterlibatan pelatih lokal, diharapkan akan muncul pelatih-pelatih hebat lainnya yang memiliki pemahaman sepak bola level dunia namun tetap memahami kultur pemain Indonesia.
"Ini penting sekali, karena kalau tidak ada keterwakilan, transfer ilmu itu juga tidak jalan. Karena ini hal yang penting, perlu saya sampaikan bahwa supaya ada keterwakilan. Paling tidak berharap minimal ada dua orang untuk bisa bersama-sama jadi satu dengan tim kepelatihan karena kita membutuhkan pelatih-pelatih yang bisa menimba ilmu sama-sama," jelasnya.
Mengenai sosok calon pelatih tersebut, PSSI mengakui sudah mengantongi dua nama kandidat terkuat. Nama-nama besar seperti John Herdman dan Giovanni van Bronckhorst sempat mencuat di media sosial sebagai calon potensial.
Anggota Exco PSSI, Endri Erawan, tidak membantah maupun mengiyakan nama-nama yang beredar tersebut. Mereka menjaga kerahasiaan identitas kandidat demi privasi dan proses negosiasi yang sedang berlangsung.
Meskipun enggan menyebut nama secara gamblang, Endri memberikan sinyal bahwa bocoran yang beredar di media tidak terlalu jauh dari kenyataan. Kandidat yang tengah diwawancarai kabarnya merupakan sosok yang memiliki profil kuat di kancah internasional.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Tampil Serasi di Script Reading Dive Into You
-
Ada yang Hilang dari Xdinary Heroes, Lagu Lost and Found Jadi Lebih Nylekit
-
Bentrok Jadwal, Lee Jong Suk Dipastikan Batal Bintangi Iseop's Romance
-
Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?
Artikel Terkait
-
Gagal Lolos ke Semifinal SEA Games 2025, Pendukung Indonesia Harusnya Salahkan Vietnam!
-
Allegri Buka Suara Soal Bursa Transfer Januari, Kans Jay Idzes Direkrut Menguat?
-
Persiapan Buruk, Pergerakan Melenceng: Kritik Keras untuk Timnas Indonesia U-22
-
Bocoran: Giovanni van Bronckhorst Disebut Tinggal Tanda Tangan Kontrak dengan PSSI
-
Kriteria Pelatih Timnas Indonesia Terbaru Demi Ambisi Besar Lolos Putaran Final Piala Dunia 2030
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam
-
Anti Sumpek dan Lengket, Ini 4 Andalan Moisturizer Lotion untuk Kunci Hidrasi Wajah
-
Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi
-
5 Peptide Sheet Mask untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Kulit Kenyal
-
Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah