Kebersamaan antara PSSI dan pelatih Indra Sjafri pada akhirnya menemukan titik batas. Imbas pencapaian minor yang dialami oleh Pasukan Garuda Muda besutannya di SEA Games Thailand 2025, induk sepak bola Indonesia memutuskan untuk mengakhiri rangkaian kerja sama antara kedua.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2025 ini tampaknya sama sekali tak bersahabat dengan pelatih berdarah Sumatra Barat tersebut. Bukan hanya gagal di gelaran SEA Games 2025 dan urung untuk kembali membawa pulang medali emas, laman Suara.com (16/12/2025) juga merilis beragam capaian suram sang pelatih di sepanjang tahun ini.
Namun demikian, meskipun gagal di SEA Games dan tampil tak meyakinkan di sepanjang tahun 2025 ini, sejatinya Indra Sjafri masih layak untuk tetap berada di lingkaran PSSI. Bukan semata karena pelatih yang satu ini sudah mampu memberikan beragam prestasi untuk Timnas Indonesia kelompok umur, namun lebih karena Indra Sjafri adalah salah satu pelatih Indonesia yang memahami dengan baik karakteristik para pemain asli Indonesia.
Dengan kata lain, meskipun hasil melatih coach Indra terkadang fluktuatif, namun pada kenyataannya pelatih yang satu ini adalah sosok yang memiliki insting yang sangat baik dalam menemukan talenta-talenta berbakat di negeri ini.
Dalam sejarah karier kepelatihan yang dimilikinya, coach Indra tercatat sukses melambungkan nama-nama tenar di blantika persepakbolaan nasional. Melalui tangan dinginnya, pelatih yang membawa Indonesia menggapai medali emas SEA Games Kamboja tahun 2023 tersebut berhasil memunculkan nama-nama pemain muda yang tak sedikit di antaranya sukses mewarnai permainan Timnas Indonesia level senior.
Contohnya? Tentu saja bukan hanya satu atau dua saja. Dimulai dari era Evan Dimas di tahun 2013 lalu yang generasinya menyumbangkan nama seperti Muhammad Hargianto, Hansamu Yama Pranata hingga Dimas Drajad, atau bahkan generasi sesudahnya yang sampai saat ini masih berkiprah di level tertinggi seperti Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman.
Sehingga, akan sangat rugi bagi PSSI jika nantinya pemecatan Indra Sjafri pasca pencapaian buruk yang didapatkannya di SEA Games kemarin, membuat sang pelatih benar-benar keluar dari lingkaran federasi.
Karena bagaimanapun, meskipun secara taktik, strategi dan game plan maupaun game play coach Indra terkesan monoton, namun dalam hal identifikasi bakat-bakat muda yang dimiliki oleh persepakbolaan tanah air, pelatih yang satu ini tetap memiliki keunggulan tersendiri.
Mungkin, jikapun tak menjadi pelatih, coach Indra bisa ditempatkan oleh PSSI untuk menjadi pemandu bakat atau asisten dari Simon Tahamata di bidang itu ya!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
Artikel Terkait
-
Satu Calon Pelatih Timnas Indonesia Tak Hadiri Proses Wawancara PSSI, Siapa?
-
Media Honduras Laporkan John Herdman Prioritaskan Timnas Indonesia
-
Kembali ke Persib Bandung usai SEA Games 2025, Robi Darwis Fokus Hadapi Bhayangkara FC
-
Tak Pandang Bulu, Ini Cara Nova Arianto Seleksi Pemain Untuk Timnas U-20!
-
Sumardji Ungkap Syarat Khusus yang Wajib Dipenuhi Pelatih Timnas Indonesia
Hobi
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
-
Kimi Antonelli Merasa Lebih Siap untuk F1 GP Miami 2026, Bakal Hattrick?
-
Venue Playoffs MPL ID S17 Diumumkan, Jakarta Velodrome Jadi Tuan Rumah
Terkini
-
Saat Crush Mengetahui Rahasia Terbesarmu dalam Web Series To Two
-
Antara Adab dan Inferioritas: Membaca Ulang Warisan Mentalitas Kolonial
-
Perempuan dalam Dunia Pendidikan: Dari Murid hingga Penggerak Perubahan
-
Novel Kotak-Kotak Ingatan: Kotak yang Tak Pernah Benar-Benar Terkunci
-
Hardiknas, Masa Depan Guru, dan Pertarungan Melawan 'Mesin Pintar'