Kehadiran John Herdman untuk melatih Timnas Indonesia dipastikan akan membuat wajah permainan Pasukan Garuda berubah di lapangan hijau.
Berasal dari Inggris yang dikenal dengan karakteristik permainan sepak bolanya yang keras dan mengedepankan permainan fisik, John Herdman disinyalir akan memberikan sentuhan "kick and rush" khas Inggris di tubuh Pasukan Garuda.
Bagi sobat bola Yoursay yang masih awam, istilah "kick and rush" sendiri dapat dijelaskan secara sederhana sebagai permainan sepak bola yang memaksa pada pemain di lapangan untuk terus bergerak menendang dan mengejar bola.
Dengan kata lain, "kick and rush" yang memang dikenal di dunia menjadi ciri khas tim-tim asal daratan Inggris, menyuguhkan permainan dengan intensitas tinggi dan menuntut stamina serta endurance yang baik.
Dan jika benar gaya bermain ini menjadi pondasi bagi permainan Timnas Indonesia di era kepelatihan Herdman, maka besar kemungkinan kedatangan eks pelatih Timnas Kanada tersebut juga akan menjadi akhir dari cerita para pemain uzur di tubuh Pasukan Garuda.
Berkaca dari apa yang dilakukan terhadap Timnas Kanada, John Herdman sendiri memang menerapkan permainan dengan intensitas tinggi saat melatih tim yang berasal dari kawasan Amerika Utara tersebut.
Dari hasil analisis yang dilakukan oleh themastermindsite maupun video unggahan di kanal YouTube FIFA, saat menakhodai Timnas Kanada, Herdman menerapkan gaya bermain yang terus memaksa para pemainnya untuk bergerak mengejar bola dan mengganggu permainan lawan-lawannya.
Dalam pakem permainan yang dikembangkannya, para pemain yang berposisi di sektor gelandang tengah dan penyerangan menjadi kunci bagi kemenangan timnya. Sehingga, di dua lini ini, Herdman menuntut para pemai memiliki jiwa petarung yang tinggi, pegerakan yang cepat dan daya tahan yang prima.
Sehingga syarat-syarat tersebut akan cenderung sulit untuk dipenuhi oleh para pemain yang sudah berumur.
Berdasarkan data dari laman transfermarkt, pada pemanggilan terakhir yang dilakukan oleh Patrick Kluivert, Timnas Indonesia sendiri masih dihiasi dengan beberapa nama gaek. Setidaknya 6 nama yang sudah berada di atas usia kepala tiga, mendapatkan panggilan bergabung dari pelatih berkebangsaan Belanda tersebut.
Selain Sandy Walsh, Thom Haye, Joey Pelupessy dan Jordi Amat yang kerap menjadi langganan di Timnas Indonesia era STY, Kluivert juga memasukkan nama Marc Klok dan Stefano Lilipaly ke dalam skuat.
Nah, jika nantinya John Herdman sang pelatih anyar menerapkan permainan berintensitas tinggi di Timnas Indonesia, kira-kira siapa yang bakal dicoret dengan alasan fisik dan usia nih sobat bola Yoursay?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Bek Kiri Timnas Indonesia Berpotensi Pindah ke Ajax Amsterdam?
-
Batal Hadapi Timnas Indonesia, Finlandia Tampil di FIFA Series Selandia Baru
-
Kabar Buruk Pilar Timnas Indonesia di Thailand, Dua-duanya Keok!
-
John Herdman Terbukti Piawai Rayu Pemain Keturunan, Naturalisasi Timnas Indonesia Bertambah?
-
Masa Depan Suram Elkan Baggott di Ipswich Town Jadi Sorotan Media Inggris
Hobi
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
Terkini
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia
-
Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan
-
Pertama! Film Korea Possible Love Bawa Pulang Piala Silver Lion di Venice
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan