Pelatih Timnas Indonesia John Herdman bersama PSSI telah merilis daftar nama final yang diproyeksikannya untuk bertarung di ajang FIFA Series 2026 pada akhir bulan Maret ini.
Dari 41 nama yang dimasukkan dalam daftar provisional skuat, eks Timnas Kanada tersebut memilih 24 nama untuk diboyongnya dalam guliran.
Namun, pemilihan daftar final skuat ini tentu saja tak menyisakah ruang debat di kalangan penggemar setia Timnas Indonesia.
Pasalnya, meskipun berisikan para pemain yang memiliki kualitas mumpuni, namun masih ada titik-titik lemah yang ditinggalkan oleh Herdman dalam pemilihan tim.
Penasaran dengan tiga titik lemah yang bisa saja menjadi bom waktu dalam permainan anak asuh John Herdman di turnamen perdana sang pelatih ini? Mari kita ulas bersama!
1. Krisis Posisi Bek Kanan
Kelemahan pertama yang bisa dilihat oleh para penggemar Timnas Indonesia pada rilisan skuat final untuk FIFA Series milik John Herdman kali ini adalah, krisis pemain asli di sektor bek kanan.
Berdasarkan informasi yang diunggah oleh akun Instagram Timnas Indonesia (21/3/2026), Herdman memberikan slot sembilan pemain untuk mengisi sektor defender.
Namun sayangnya, dari nama-nama tersebut, hanya Sandy Walsh yang memiliki DNA natural di posisi kanan pertahanan, sementara nama lain yang bisa menjadi opsi pengganti seperti Kevin Diks adalah pemain asli di sektor sentral pertahanan.
Selain Diks, sejatinya ada pemain lain yang bisa menggantikan posisi Sandy Walsh, yakni Yakob Sayuri.
Namun, Yakob yang tipikal bermainnya berorientasi pada penyerangan, kerap tampil kagok ketika ditempatkan di sektor ini seperti yang terjadi saat menjalani ronde keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 pada bulan Oktober lalu.
2. Minim Kreator Permainan
Titik lemah kedua yang membayangi rilisan skuat final FIFA Series 2026 John Herdman kali ini adalah, minimnya pemain yang bisa dijadikan sebagai kreator permainan tim.
Dari lima nama yang diplot Herdman untuk bermain di posisi tengah permainan, tiga di antaranya bukan pemain tengah asli, yakni Calvin Verdonk, Eliano Reijnders dan Jordi Amat.
Sementara dua pemain dengan DNA asli lini tengah seperti Ivar Jenner dan Joey Pelupessy, bukanlah pemain yang memiliki daya kreativitas tinggi mengingat peran asli mereka sebagai box to box midfielder ataupun defensive midfielder, sehingga tak begitu tinggi atribut kreativitas permainannya.
Setelah kehilangan Thom Haye karena sanksi bermain yang didapatkannya, John Herdman sejatinya sempat memasukkan nama Ricky Kambuaya dan Arkhan Fikri yang memiliki visi bermain cukup apik untuk "mematahkan pinggang" para pemain lawan dengan kreativitasnya.
Namun sayangnya, dua nama ini justru hilang di daftar skuat final, sehingga membuat lini tengah tak memiliki sosok yang bisa dijadikan sebagai pusat permainan tim.
3. Lini Serang yang Underperform
Jika dibandingkan dengan sektor lain yang masih bisa "diotak-atik" agar menjadi lebih baik, sejatinya kelemahan di sektor lini serang ini berada di luar kuasa dari John Herdman.
Pasalnya, nama-nama penyerang yang dipanggil masuk dalam skuat final ini, semuanya sedang dalam fase penurunan performa, termasuk Ole Romeny yang selama ini dipandang sebagai penyerang terbaik untuk Timnas Indonesia.
Nama-nama lain seperti Sananta, Ragnar Oratmangoen hingga Mauro Zijlstra, hingga saat ini bahkan terbilang masih belum bisa memberikan garansi garang di depan gawang lawan, mengingat penampilan mereka yang masih sangat fluktuatif bersama klubnya masing-masing.
Tiga titik lemah yang dimiliki oleh skuat final Timnas Indonesia ini tentu saja memantik pertanyaan dalam diri pribadi saya.
Kira-kira, bagaimana cara John Herdman menyolusikan kelemahan-kelemahan yang ada dalam timnya kali ini ya?
Baca Juga
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
Ini 4 Darah Muda Timnas Indonesia Pilihan John Herdman di Skuad FIFA Series 2026
-
Inilah 5 Pemain Paling Berpengalaman di Timnas Indonesia dalam FIFA Series 2026
-
Waspada Timnas Indonesia! St Kitts and Nevis Diperkuat 9 Pemain Didikan Liga Inggris
-
Kata-kata Marc Klok Usai Tak Tembus Skuad Final Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026
-
Elkan Baggott Tiba di Jakarta Jelang Bela Timnas Indonesia
Hobi
-
Digosipkan Pecat Maverick Vinales, KTM Bakal Dibenci Pembalap MotoGP?
-
Dibandingkan dengan Marc Marquez, Alex Marquez Mengaku Sempat Alami Tekanan
-
Marc Marquez Waspadai Tantangan Besar di GP Inggris 2026, Ini Penyebabnya
-
MotoGP Inggris 2026 Resmi Dimulai Hari Ini, Cek Jadwal Lengkapnya
-
Tak Kejar Validasi, Marc Marquez Tetap Tenang dengan 7 Gelar Juara Dunia
Terkini
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Harga Alat Medis Empat Kali Lipat, Bisakah Layanan Kesehatan Tetap Murah?
-
Bencana dari Hal Sepele: Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan di Musim Kemarau
-
"The Rock from the Sky" dan Pelajaran tentang Berani Menghadapi Perubahan
-
Fenomena AI Slop: Mengapa Poster UMKM Makin Seragam dan Bikin Kita Bosan?