Hayuning Ratri Hapsari | Rana Fayola R.
Jay Idzes. (Instagram/jayidzes)
Rana Fayola R.

Ajang FIFA Series 2026 yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada akhir Maret ini menjadi panggung yang dinanti bagi Timnas Indonesia. Di bawah asuhan pelatih John Herdman, skuad Garuda diharapkan tampil gacor dengan mengandalkan kombinasi talenta lokal dan para pemain diaspora yang berkarier di Eropa. Momentum ini menjadi ujian perdana yang krusial bagi strategi pressing tinggi yang diusung sang juru taktik baru.

Persiapan matang telah dilakukan melalui pemusatan latihan (TC) intensif di Jakarta sejak 20 Maret. Dari 41 nama yang masuk daftar sementara, Herdman akhirnya mengerucutkan pilihannya menjadi 24 pemain final. Nama-nama besar seperti Ernando Ari dan Marc Klok harus rela tercoret dari daftar demi memberikan ruang bagi komposisi yang dianggap paling fit dan sesuai dengan kebutuhan taktikal saat ini.

Kehadiran sembilan pemain yang berkarier di Eropa menjadi sorotan utama dalam skuad kali ini. PSSI pun sangat memperhatikan aspek keselamatan mereka. Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, menjelaskan bahwa rute penerbangan pemain dari Eropa akan dialihkan untuk menghindari kawasan Timur Tengah yang sedang mengalami eskalasi konflik.

"Penerbangan nanti lewat Singapura bisa kan. Lewat Singapura bisa ya, pasti. Karena kan bisa transit Singapura. Itu yang paling dekat ya. Karena kalau lewat yang lain, Jepang kan kejauhan dia. Singapura paling dekat ya. Kalau yang lewat Timur Tengah udah susah ya," jelas Arya Sinulingga pada 13 Maret lalu, sebagaimana diungkap Antara News.

Menariknya, para pemain dijadwalkan berkumpul tepat setelah hari raya Idulfitri. Kebijakan ini diambil agar para pemain yang beragama Islam memiliki kesempatan untuk merayakan momen Lebaran bersama keluarga sebelum fokus sepenuhnya membela merah putih di lapangan hijau.

"Ya habis Lebaran pastinya," tambah Arya menekankan waktu berkumpulnya skuad Garuda.

Kekuatan Inti dan Strategi John Herdman

Di tengah antusiasme ini, setidaknya ada lima pemain yang diprediksi akan mencuri perhatian karena performa impresif mereka di klub masing-masing. Nama pertama adalah Jay Idzes. Bek andalan Feyenoord ini tidak hanya menjadi pilar pertahanan, tetapi juga dipercaya mengemban ban kapten. Ketenangannya di lini belakang Eredivisie menjadi jaminan mutu bagi pertahanan Indonesia.

Selanjutnya ada striker tajam Ole Romeny. Pemain asal Oxford ini merupakan top skor Timnas dengan koleksi 3 gol di babak kualifikasi sebelumnya. Ketajamannya di depan gawang lawan menjadikannya pilihan utama untuk mengisi slot ujung tombak dalam formasi Herdman.

Lini tengah akan dikomandoi oleh Joey Pelupessy. Gelandang berpengalaman yang kini membela Lommel ini dianggap sebagai kunci penyeimbang transisi permainan. Pengalamannya merumput di Eropa sangat dibutuhkan untuk menjalankan skema pressing ketat yang diinginkan pelatih.

Nama Kevin Diks juga menjadi sosok yang sangat diwaspadai lawan. Tampil gemilang bersama Borussia Mönchengladbach di Bundesliga, Diks diprediksi akan membentuk tembok kokoh bersama Elkan Baggott dalam skema tiga bek sejajar. Kemampuannya membaca arah serangan lawan menjadi aset berharga bagi Garuda.

Terakhir, ada Ragnar Oratmangoen yang dijuluki sebagai "assist king" dari Fortuna Sittard. Kecepatan dan kelincahannya menyisir sisi sayap diharapkan mampu memberikan variasi serangan yang mematikan serta suplai bola matang bagi para penyerang.

Indonesia dijadwalkan akan menjamu Saint Kitts dan Nevis pada 27 Maret 2026. Tiga hari berselang, tepatnya pada 30 Maret, anak asuh John Herdman akan menghadapi tantangan dari Bulgaria atau Kepulauan Solomon di stadion yang sama.

Dengan komposisi 24 pemain yang kompetitif, termasuk empat kiper tangguh seperti Emil Audero dan Maarten Paes, Indonesia memiliki potensi besar untuk menyapu bersih kemenangan di turnamen ini. Kualitas pemain diaspora yang dipadukan dengan pilar Liga 1 yang solid diharapkan menjadi formula sukses bagi debut Herdman.