Hayuning Ratri Hapsari | Arifa R.
Ilustrasi tim Spanyol saat lawan Austria di fase gugur (ZUMA Press/Ringo Chiu)
Arifa R.

Timnas Spanyol baru saja membuktikan kelasnya sebagai salah satu raja di panggung sepak bola dunia. Menghadapi Austria dalam laga hidup-mati di babak 32 besar Piala Dunia, skuad berjuluk La Roja ini tampil dominan dengan skor 3-0.

Kemenangan ini menjadi penanda bahwa Spanyol telah resmi menghancurkan kutukan panjang yang selama ini membayangi mereka di fase gugur turnamen termegah ini.

Bermain di Los Angeles Stadium yang dipenuhi lautan suporter merah, anak asuh Luis de la Fuente langsung mendikte permainan lewat penguasaan bola sejak menit awal.

Kemeriahan di tribun semakin terasa dengan kehadiran deretan megabintang Hollywood seperti Penelope Cruz dan Javier Bardem, hingga penyanyi populer Rosalia yang ikut memberikan dukungan langsung.

Spanyol sebenarnya sempat mencetak gol pembuka lewat sundulan Marc Cucurella memanfaatkan sepak pojok Lamine Yamal, namun dianulir wasit karena Pau Cubarsi dinilai mengganggu pergerakan kiper Austria. Kiper Austria, Alexander Schlager, juga sempat melakukan penyelamatan gemilang saat menepis tendangan rendah Mikel Oyarzabal.

Kebuntuan Spanyol akhirnya pecah pada menit ke-36. Berawal dari umpan akurat Pedri ke sisi kiri, Cucurella langsung melepaskan umpan silang yang diselesaikan oleh Oyarzabal.

Austria sempat mendapat peluang emas lewat Stefan Posch yang berdiri tanpa kawalan, namun kontrol bola yang kurang tepat membuat momentum tersebut hilang.

Memasuki babak kedua, Austria mencoba merespons dengan memasukkan dua striker jangkung, Sasa Kalajdzic dan Marko Arnautovic, untuk menerapkan strategi bola-bola panjang. Namun, pertahanan Spanyol yang solid justru berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-66 lewat sundulan Pedro Porro yang memanfaatkan umpan lambung Alex Baena.

Pesta kemenangan Spanyol akhirnya ditutup pada menit ke-89 setelah Oyarzabal kembali mencetak gol keduanya memanfaatkan umpan manis Cucurella.

Rekor Spanyol di Fase Gugur

Jika menengok sejarah, keberhasilan menumbangkan Austria ini sangat berarti bagi Spanyol. Meski menyandang reputasi mentereng dengan koleksi tiga trofi Euro dan satu gelar juara Piala Dunia sejak tahun 2008, rekam jejak La Roja di fase gugur Piala Dunia belakangan ini justru terbilang kelam.

Sebelum kemenangan hari Kamis kemarin, Spanyol tercatat tidak pernah lagi memenangkan satu pun pertandingan di babak gugur sejak mereka mengangkat trofi juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan.

Dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir setelah kejayaan tersebut, Spanyol selalu gagal melewati kutukan babak 16 besar. Mereka langsung angkat koper di fase grup pada tahun 2014, serta mengalami patah hati berturut-turut lewat adu penalti saat disingkirkan oleh Rusia pada 2018 dan Maroko pada 2022.

Secara keseluruhan, sejak sistem fase gugur pertama kali diperkenalkan pada Piala Dunia tahun 1986, Spanyol mengantongi rekor 8 kali menang dan 7 kali kalah.

Catatan uniknya, satu kemenangan dan empat kekalahan di antaranya harus ditentukan lewat drama adu penalti, sementara satu kemenangan bersejarah diraih lewat babak perpanjangan waktu saat melawan Belanda di final 2010.

Kini, setelah berhasil menghentikan tren tersebut, lawan sesungguhnya telah menanti Lamine Yamal dan kawan-kawan, yang dijadwalkan akan menantang rival abadi mereka, Portugal, dalam laga babak 16 besar.

Pertandingan tersebut akan digelar pada Senin, 6 Juli mendatang, bertempat di AT&T Stadium yang terletak di Arlington, Texas.

Menanggapi laga akbar yang sudah di depan mata ini, seperti yang dilansir dari Aljazeera, Mikel Oyarzabal mengaku rileks dan tidak memedulikan siapa pun lawan yang harus mereka hadapi karena ia memiliki banyak teman baik di kubu lawan.

Tugas berat justru berada di pundak generasi baru La Roja untuk membuktikan bahwa performa mereka saat menghancurkan Austria adalah awal langkah nyata mereka untuk merajai sepak bola dunia.