Pada Piala Dunia 2026 kali ini, terdapat tiga maskot yang mulai muncul di televisi dan beberapa toko mainan: Maple si rusa Kanada, Zayu si jaguar Meksiko, dan Clutch si elang botak Amerika Serikat.
Di toko mainan mal dekat rumah, saya sempat memotret ketiga maskot tersebut. Lalu, saya sempat teringat pernah diajak Bapak pergi ke Bogor dan sempat melihat maskot Piala Dunia 2018 yang berbentuk serigala bermain bola.
Apa yang terpikir di kepala saya, hingga sekarang, adalah "Mengapa Piala Dunia harus selalu ada maskotnya? Apa fungsi dari maskot-maskot tersebut?" Dari sinilah, saya mencari mengapa maskot itu penting.
Definisi dan Fungsi Maskot
Sebelum itu, kita perlu bertanya, "Apa itu maskot?" Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Kemendikbud menyatakan bahwa maskot adalah orang, binatang, atau benda yang digunakan kelompok tertentu sebagai lambang keberuntungan atau keselamatan.
Kita mungkin pernah melihat, misalnya, kucing memegang lampion dan melambaikan tangannya ke atas dan ke bawah di beberapa toko yang ada hubungannya dengan budaya Jepang, seperti restoran sushi atau toko pajangan animasi Jepang. Mungkin juga kita pernah mendengar Mickey Mouse atau Winnie the Pooh sebagai salah satu perwakilan perusahaan Disney. Mungkin juga kita pernah melihat instansi pemerintah tertentu atau tempat tertentu memiliki pajangan atau orang memakai baju hewan tertentu.
Nah, ketiga contoh tadi adalah maskot. Namun, benarkah maskot hanya dipakai untuk keberuntungan dan keselamatan? Tidak juga. Maskot juga dipakai untuk memperkenalkan orang dengan merek atau konsep tertentu. Ketika orang melihat Winnie the Pooh, mungkin mereka terpikir akan perusahaan Disney atau teman-teman Pooh seperti Tigger, Piglet, dan lainnya. Saat seseorang melihat kucing melambai ke atas dan ke bawah, mungkin orang terpikir budaya Jepang atau Tiongkok, atau 'kucing keberuntungan'.
Lantas, apa fungsi mendasar dari maskot Piala Dunia?
Pengenalan Negara Melalui Maskot Pildun
Rupanya, saat saya mencari tahu maskot-maskot Piala Dunia di situs resmi FIFA, ada beberapa hal menarik yang saya temukan. Pertama, maskot pertama Piala Dunia FIFA adalah seekor singa Inggris bernama World Cup Willie pada tahun 1966.
Kedua, maskot-maskot Piala Dunia tidak hanya berbentuk manusia atau hewan. Ada juga yang bentuknya jeruk dari Spanyol seperti Naranjito pada Piala Dunia 1982 atau figur tongkat dari Italia bernama Ciao pada tahun 1990. Bahkan, ada yang bentuknya makhluk asing seperti Ato, Kaz, dan Nik dalam Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan.
Lalu, setiap maskot Piala Dunia rupanya mewakili negara tertentu. Sebagai contoh, Piala Dunia 2018 di Rusia memiliki maskot serigala bernama Zabivaka. Si serigala lucu ini dibuat oleh Ekaterina Bocharova dan dipilih oleh sejuta orang Rusia dalam pemilihan maskot yang diadakan FIFA.
Nah, maskot Piala Dunia 2026, uniknya, berbentuk "tiga sekawan" sama seperti maskot tahun 2002 dan mewakili tiga negara di Benua Amerika (AS, Meksiko, dan Kanada).
Mengapa tiga maskot yang mewakili tiga negara berbeda harus berbentuk rusa, jaguar, dan elang botak? Jika maskot Pildun Rusia 2018 muncul karena dipilih orang Rusia sendiri dan maskot Pildun Jepang/Korsel tahun 2002 ada karena voting dari McDonald's, bagaimana FIFA menentukan bahwa maskot Pildun 2026 adalah ketiga hewan tersebut?
Rupanya, setelah saya cari mengenai mereka bertiga, mereka ini merupakan hewan-hewan yang menjadi perwujudan negara mereka. Di Kanada sendiri, rusa menjadi salah satu hewan ikonik negara, Amerika Serikat terkenal dengan elang botak, dan Meksiko berhubungan dengan jaguar. Sama saja seperti Indonesia berhubungan dengan komodo dan burung kasuari.
Di Kanada, rusa ada di setiap provinsi kecuali di Pulau Pangeran Edward. Dikutip dari The Canadian Encyclopedia, ada empat jenis rusa di Kanada, yaitu rusa Alaska, rusa Shiras, rusa Kanada Barat, dan rusa Kanada Timur. Bahkan, lambang Provinsi Ontario yang menjadi salah satu tempat pertandingan Pildun 2026 (lebih tepatnya, Stadion Toronto) memiliki gambar tanduk rusa.
Sementara itu, elang botak menjadi bagian dari AS sejak tahun 1782, tetapi baru diresmikan oleh pemerintah sebagai hewan nasional resmi pada tahun 2024 di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden. Menurut situs resmi BBC, elang botak sudah ada di stempel resmi negara di dalam dokumen pemerintah AS sejak tahun 1782, dan ada undang-undang AS tahun 1940 yang melarang perburuan elang botak. Elang botak juga dijadikan lambang kekuatan, keberanian, dan keabadian menurut Departemen Veteran AS.
Bagaimana dengan jaguar dan Meksiko? Berdasarkan penelitian dari Washington State University pada tahun 1969, jaguar di Benua Amerika Selatan dan Tengah memiliki banyak arti. Kulitnya dipakai untuk menunjukkan status sosial yang tinggi, suku Maya menganggap jaguar sebagai bagian dari kekuatan pasukan mereka, dan hewan ini muncul di banyak pahatan di negara-negara Benua Amerika Selatan seperti Meksiko. Namun, sayangnya, menurut catatan World Wildlife Fund atau WWF pada tahun 2024, populasi jaguar terancam punah karena deforestasi. Pada tahun 1990 hingga 2015, 6,4 juta hektare alias 64.000 km² hutan di Meksiko telah ditebang.
Singkatnya, ketiga hewan tersebut mewakili budaya tiap negara penyelenggara Pildun 2026 (sekaligus masalah di baliknya).
Baca Juga
-
3 Rekomendasi Resto Sushi Halal di Mall Kelapa Gading, Patut Dicoba!
-
Saat Opini Media Sosial Dianggap Lebih Valid dari Sains: Selamat Datang di Era Matinya Kepakaran
-
Selat Hormuz Ditutup, Laptop Dibuka: Apakah WFH Solusi Penghematan BBM Nasional?
-
Ramadan Masa Kini: Mengapa Semakin Sepi?
-
Buka Puasa Terakhir Joni
Artikel Terkait
-
Benamkan Kanada, Maroko Buka Peluang Menuju Final Piala Dunia 2026?
-
Piala Dunia 2026: Akhir Perjalanan Wakil Asia dan Pergantian Kiper yang Terasa Sangat Menyakitkan
-
Menggugat Ilusi Kutukan Eropa: Sepak Bola Modern dan Tuntutan Realistis bagi Timnas Brasil
-
Rahasia di Balik Tembok Pertahanan Timnas Argentina: Air Suci dan Kayu Aromatik
-
Emosi Cristiano Ronaldo Meledak, Serang Jurnalis Brasil di Konferensi Pers
Kolom
-
Saat Gelar Tak Lagi Jadi Tiket Masuk: Realita Pahit Dunia Kerja Bagi Lulusan Baru
-
Ironi Kelas Pekerja Indonesia: Hidup Mode Survival Meski Kerja Full Time
-
Gen Z dan Work Life Balance di Era Serba Cepat: Kebutuhan atau Mimpi Kosong?
-
Menggugat Ilusi Kutukan Eropa: Sepak Bola Modern dan Tuntutan Realistis bagi Timnas Brasil
-
Kacamata Kuda Pejabat Negara: Berhenti Menjadikan Warga Desa sebagai Simbol Kemunduran
Terkini
-
Film Anime Orisinal ghost Garapan MADHOUSE Ungkap Judul Resmi, Tayang 2027
-
Benamkan Kanada, Maroko Buka Peluang Menuju Final Piala Dunia 2026?
-
Bocah Jenius atau Terlatih? Mengenal Nala, Anak TK yang Fasih Bicara Soal Biomedis
-
Piala Dunia 2026: Akhir Perjalanan Wakil Asia dan Pergantian Kiper yang Terasa Sangat Menyakitkan
-
Cinta Paling Rumit: Bukan Sekadar Kisah Romansa, Ini Refleksi Luka dan Harapan Kita