Ada sebuah laga yang menarik pada leg kedua Liga Champions musim ini, yakni raksasa Spanyol, Real Madrid sekaligus raja Liga Champions yang bakal kedatangan sang Eks Sekutu dari Prancis, PSG. Laga ini bakal berlangsung pada Kamis 10 Maret 2022 di markas kebanggaan Real Madrid, Santiago Bernabeu dini hari.
Mengapa saya menyebutnya laga ini menarik? Tentu saja banyak faktornya. Selain karena kedua tim ini dihuni oleh pemain berlabel bintang, di lain sisi Real Madrid selaku raja Liga Champions, pada leg pertama kemarin justru harus keok dari PSG lewat winger mudanya, Kylian Mbappe di menit injury time babak kedua.
Iya, PSG memang menang 1:0 dan kita tau, itu modal berharga. Yang namanya kemenangan tentu tidak harus menang besar, meski itu adalah lebih urgensi.
Betapa tidak, kemenangan tipis lewat gol semata wayang winger muda terbaik itu membuat Los Blancos harus mati-matian bermain impresif dan memenangkan pertandingan di leg kedua ini. Bagaimana jika tidak? Tak lain mereka harus terkubur di babak ini. Sebab di leg kedua ini, pasukan Mauricio Pochettino hanya membutuhkan hasil imbang. Akankah Los Blancos bangkit seperti Bayern Munchen yang baru saja menumpaskan Salzburg 7:1? Tidak semudah itu.
Kedua tim ini kalau ditarik lebih dalam adalah sama-sama memikul beban. Kenapa? Begini. Real Madrid bermain di kandang, jelas hal ini sedikit banyak akan mempengaruhi daya mentalitas permainan mereka. Siapa yang mau menanggung malu di hadapan publiknya sendiri? Tidak ada. Maka jelas Real Madrid mengincar kemenangan.
Sama seperti di leg pertama, PSG mengincar kemenangan di kandangnya demi menyongsong nasib baik dan modal berharga di leg kedua. Dan mereka pun impiannya terwujud. Tapi apakah ia bisa dikatakan murni tanpa beban saat mau menatap leg kedua? Sama, tidak demikian. Alih-alih, Madrid sedang on fire, dan ini yang harus diwaspadai oleh anak-anak PSG.
Adanya Verratti, Pereira, Neymar hingga Messi bukan lantas membuat PSG gampang memenangkan laga. Ingat, Real Madrid selaku klub dengan juara terbanyak Liga Champions, tentu tak mau kalah dan gugur begitu saja. Apalagi kandas di babak 16 besar. Dan yang mau menumpaskan mereka adalah PSG, tim yang belum juara Liga Champions. Maka rasa waswas dan malu adalah ada di benak Benzeman dan kolega. Di sini lah rasa dan gairah Real Madrid untuk tetap pede dan tidak akan membiarkan PSG luluasa memainkan jalannya laga apalagi memetik kemenangan. Jadi, PSG bukan lantas mantap karena mengantongi "kemenangan" di leg pertama.
Real Madrid bakal tampil menggila dan PSG tak akan mudah menyingkirkan sang raja.
Baca Juga
-
Final Piala Super Spanyol: Mengurai Benang Kusut Permasalahan Barcelona
-
Chat Dosen Pembimbing Harus Sopan biar Tugas Skripsi Lancar Itu Nggak Cukup
-
5 Tradisi yang Dulu Sering Dilakukan, tapi Kini Sudah Jarang, Apakah di Kampungmu Juga?
-
Wisata Goa Soekarno Sumenep: Dulu Berkawan Keramaian, Kini Berteman Kesepian
-
3 Cara agar Video TikTok Ditonton Banyak Orang meski Sedikit Pengikutnya, FYP Bos!
Artikel Terkait
Kolom
-
Mak, Saya ke Rumah Orang saat Lebaran Itu Buat Makan, Bukan Cuci Piring!
-
Dari Orde Baru ke Reformasi: Kontroversi Barnas dalam Catatan Habibie
-
Evolusi Doa: Saat Saya Berhenti Meminta Dunia dan Mulai Meminta Ketenangan
-
Siomay Bukan Dimsum: Memahami Istilah yang Tertukar dalam Kuliner Tiongkok
-
Mudik Jalur Sabar: Tutorial Gak Emosi Pas Macet Demi Sepiring Opor Ibu
Terkini
-
Arkadia Digital Media Luncurkan Aura Research, Layanan Riset dan Analisis Isu Media Digital
-
Bikin Nostalgia! Sally dari Film Cars Kini Hadir lewat Porsche 911 Asli
-
Novel Resepsi: Bukan Sekadar Pesta, Tapi Cara Melepaskan Diri Masa Lalu
-
Perbedaan iPhone 17e vs iPhone 16e: Apa Saja Peningkatannya?
-
Menambal Luka Masa Kecil di Novel Biantama Karya Carissa Alda