"Menjadi guru itu tanggung jawab besar. Mendidik anak dengan latar belakang yang berbeda–beda. Bertujuan membentuk generasi bangsa yang tak hanya berwawasan tapi juga mengamalkan nilai-nilai keagamaan dengan baik dan benar. Tapi kok malah disalahkan bahkan dituntut untuk dipenjara? Sungguh miris sekali guru di negara ini."
Banyaknya kisah miris yang dialami oleh guru di Indonesia seperti sudah bukan hal yang baru lagi. Apalagi berita belakangan yang ramai diperbincangkan publik, mulai dari guru yang dibacok siswanya sendiri lantaran tak terima diberi nilai kurang sampai guru yang dituntut orang tua siswa sebab mengingatkan siswa untuk ikut sholat berjamaah. Bukannya berterima kasih, orang tua siswa malah tak terima. Guru dituntut, mau dipenjarakan. Apakah mendidik siswa seperti itu adalah tindak kriminal? Itu hanya dua dari kisah miris yang dialami guru di Indonesia. Sementara masih banyak sekali kisah lain yang bahkan bisa lebih parah dari itu.
BACA JUGA: Ada Hikmah di Balik Duka Seorang Anak yang Ditinggalkan Ayah
Sejak beberapa tahun silam, berita tentang guru mendapatkan perlakuan tak manusiawi dari orang-orang terasa sangat menyakitkan. Tak heran jika banyak orang yang turut menyuarakan keadilan bagi guru agar mendapatkan apa yang mereka lakukan. Guru itu tak cuma mengajar. Mereka adalah orang-orang yang akan melakukan perubahan pada diri para penerus bangsa ini. Membentuk kepribadian yang tak hanya berwawasan tetapi juga memiliki akhlak dan perilaku yang baik.
Lalu apa kabar yang dulu bercita-cita jadi guru? Kisah miris para guru ini memunculkan rasa takut bahkan ragu bagi saya yang sejak kecil ingin menjadi guru. Takut dibuli siswa sendiri, takut apa yang diajarkan ternyata tidak sesuai dengan latar belakang siswa, takut mendapatkan perlakuan tidak baik, bahkan takut hal-hal yang lebih buruk terjadi.
BACA JUGA: Tradisi Minta Uang Tambahan Mahar Pernikahan Tidak Seharusnya Memberatkan
Lantas jika ketakutan ini terjadi pada banyak orang-orang yang bercita-cita jadi guru, bagaimana dengan nasib pendidikan di Indonesia? Tentu akan berdampak buruk bagi bangsa Indonesia sendiri.
Guru itu tulus dan penuh kerelaan. Mereka menghabiskan waktu untuk mengajar dan terus mengajar dengan penuh suka cita bahkan merasa bangga. Tak masalah jika harus pergi pagi pulang sore jika apa yang mereka miliki bisa diamalkan untuk orang lain. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Guru itu harus dihormati. Lihatlah orang-orang besar di Indonesia. Siapa yang mendidik mereka jadi seperti sekarang jika bukan guru. Sekali lagi ayo hormati guru.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
5 Ide Casual Outfit Terinspirasi dari Hwang Minhyun, Bisa Jadi Referensi!
-
7 Inspirasi OOTD Simpel ala Jung Hae In, Bisa Buat Beragam Look!
-
7 Inspirasi Gaya Sporty ala Cha Eun Woo ASTRO, Tampil Modis dan Fashionable
-
Tampil Anggun dan Elegan dengan 5 Ide Feminim Outfit ala Kim Yoo Jung
-
Biar Gak Mati Gaya, Intip 7 Ide Styling Celana Jeans ala I.N Stray Kids
Artikel Terkait
-
Viral Polisi Suruh Pendemo Tolak UU TNI Cap Jari dan Foto, Publik Murka: Mereka Penjahat?
-
Demo Tolak UU TNI, Mahasiswi Ini Skakmat Annisa Mahesa: Diskusi Baik-baik Mau Didengar?
-
TPG Lebaran Tertunda? Ini Langkah Cepat Agar Tunjangan Cair April 2025!
-
Pendaftaran UTBK Ditutup, Peserta Diminta Cek Kembali Lokasi Ujian dan Syarat Pembayaran
-
Bill Gates Prediksi Profesi Dokter dan Guru Bakal Hilang 10 Tahun Lagi
Kolom
-
Menelisik Kiprah Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan dan Politik Indonesia
-
Penurunan Harga BBM: Strategi Pertamina atau Sekadar Pengalihan Isu?
-
Jumbo: Langkah Berani Animasi Lokal di Tengah Dominasi Horor
-
Ketimpangan Ekonomi dan Pembangunan dalam Fenomena Urbanisasi Pasca-Lebaran
-
Saatnya Resign setelah Lebaran?
Terkini
-
Hadapi Korea Selatan, Timnas Indonesia U-17 Wajib Raih Minimal 1 Poin
-
Review The Recruit, Aksi Spionase Menegangkan dengan Sentuhan Humor Segar
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
Review Norma - Antara Mertua dan Menantu: Film Selingkuh Menariknya Apa?