Menjadi mahasiswa adalah momen untuk menyerap ilmu, skil, dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Itu semua mesti dimiliki mahasiswa agar memiliki kecakapan yang dibutuhkan abadi ini sehingga siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Menurut Trilling dan Fadel (2009), kecakapan abad 21 terdiri tiga jenis kecakapan utama, yaitu: (1) life and career skills, (2) learning and innovation skills, dan (3) information media and technology skills. Kemendikbud (2017) mensosialisasikan kompetensi abad 21 dengan istilah “4C” yakni: keterampilan berpikir kreatif (creative thinking), berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solving), berkomunikasi (communication), dan berkolaborasi (collaboration).
Selain melalui kegiatan perkuliahan, ada banyak kegiatan di luar perkuliahan yang bisa diikuti untuk mendapatkan berbagai kecakapan dan kompetensi terseburt. Terdapat berbagai program bagi mahasiswa untuk meningkatkan kecakapan berpikir, komunikasi, kepemimpinan, hingga problem solving. Salah satu program tersebut adalah Kampus Mengajar.
Kampus Mengajar adalah salah satu program Kampus Merdeka yang memberikan kesempatan mahasiswa belajar di luar kampus selama satu semester. Melalui program ini, mahasiswa diasah kemampuan menyelesaikan permasalahan yang kompleks dengan menjadi mitra guru untuk berinovasi dalam pembelajaran, pengembangan strategi, dan model pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan.
Diluncurkan sejak tahun 2020, Kampus Mengajar saat ini sudah sampai di angkatan ke-8. Hingga akhir tahun 2023 kemarin, sudah lebih dari 112 ribu mahasiswa mengikuti program ini. Selain memberikan pengalaman dan skil, program Kampus Mengajar dirancang untuk bisa meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi pada siswa SD dan SMP.
Terbukti, berdasarkan data Kemendikbudristek, Program Kampus Mengajar telah berdampak positif bagi peningkatan literasi dan numerasi di sekolah. Berdasarkan Asesmen Kompetensi Minimum Kelas, diketahui bahwa pembelajaran selama tiga bulan melalui program Kampus Mengajar angkatan ketiga setara dengan pembelajaran literasi selama 3,6 bulan untuk SD kelas 5 dan 4,2 bulan untuk SMP kelas 8. Kemudian untuk pembelajaran numerasi setara dengan 14,8 bulan untuk SD kelas 5 dan 10,8 bulan untuk SMP kelas 8 (kemdikbud.go.id, 20/2/2023).
Bagi mahasiswa, ada banyak keuntungan yang didapatkan dengan mengikuti program Kampus Mengajar. Proses keterlibatan langsung menjadi mitra guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan dalam menyusun dan melaksanakan strategi pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan adalah sebuah pengalaman berharga yang jarang didapatkan di bangku kuliah.
Setiap satuan pendidikan memiliki keunikan, karakter, dan persoalan yang berbeda-beda sehingga menuntut kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah secara langsung dari lapangan. Pengalaman tersebut akan mengasah kecakapan berpikir, kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, hingga berpikir analisis dan problem solving.
Tak hanya mahasiswa keguruan, kebermanfaatan program Kampus Mengajar juga dirasakan mahasiswa vokasi. Sebagai contoh, dalam acara KM Talk (23/11/2024), seorang mahasiswa Akuntansi Politeknik Negeri Pontianak yang mendapatkan tugas mengajar di salah satu SMP di Singkawang menceritakan bagaimana ia mendapatkan banyak manfaat dengan mengikuti program Kampus Mengajar.
Mahasiswi tersebut mengaku pengalaman mengajar telah mengubah dirinya baik secara hard skills maupun soft skills. “Saya yang awalnya pendiam, dengan mengikuti program Kampus Mengajar kini menjadi pribadi yang lebih berani untuk tampil di depan publik karena harus mengajar pada siswa dan berinteraksi dengan para guru,” katanya (vokasi.kemdikbud.go.id, 24/22/2024).
Selain mengasah skil, Program Kampus Merdeka juga akan memperluas jaringan pertemanan. Karena mahasiswa dikelompokkan dalam tim-tim yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai latar belakang kampus dan jurusan, sehingga bisa saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dan pengetahuan.
Program Kampus Mengajar telah menunjukkan kebermanfaatan dan capaian yang positif bagi berbagai pihak. Mahasiswa mendapatkan skil dan pengalaman, sekolah mendapatkan solusi dalam memecahkan masalah, dan skor literasi dan numerasi siswa SD SMP meningkat. Dengan mengikuti program Kampus Mengajar, artinya mahasiswa mengabdi dan turut berkontribusi dalam mendorong perubahan dunia pendidikan ke arah yang lebih baik.
Kita mengharapkan keberlanjutan program-program Merdeka Belajar, termasuk Kampus Mengajar yang telah terbukti memberikan manfaat dan dampak positif bagi dunia pendidikan. Cara-cara kolaboratif seperti ini dapat dilanjutkan dan terus disempurnakan agar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Baca Juga
-
The Nutcracker and The Mouse King: Dongeng Klasik Jerman yang Tak Lekang oleh Waktu
-
Membentuk 'Habit' Anak Indonesia Hebat
-
17 Tahun Itu Bikin Pusing: Inspirasi Menjadi Gen Z Tangguh Pantang Menyerah
-
Ulasan Buku Karya Rebecca Hagelin: Tips Melindungi Anak dari Konten Negatif
-
Kitab Anti Bodoh: Menjadi Pemilih Cerdas Tanpa Cacat Logika
Artikel Terkait
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Viral Polisi Suruh Pendemo Tolak UU TNI Cap Jari dan Foto, Publik Murka: Mereka Penjahat?
-
Demo Tolak UU TNI, Mahasiswi Ini Skakmat Annisa Mahesa: Diskusi Baik-baik Mau Didengar?
-
Pendaftaran UTBK Ditutup, Peserta Diminta Cek Kembali Lokasi Ujian dan Syarat Pembayaran
-
Aksi Tolak UU TNI di Jakarta Berakhir Ricuh
Kolom
Terkini
-
'Weak Hero Class 2' Tayang April, Kelanjutan Kisah Yeon Si Eun di SMA Baru!
-
Spider-Man: Brand New Day, Jembatan Multiverse MCU ke Avengers: Doomsday
-
First Impressions Drama 'Korea The Divorce Insurance', Worth It Gak Sih?
-
Resmi! PSSI Umumkan Skuad Timnas Indonesia Untuk Piala Asia U-17 2025
-
22 Tahun Bersama, TVXQ Resmi Perpanjang Kontrak dengan SM Entertainment