Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran wajib di tingkat pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Bahkan, beberapa kampus juga mewajibkan mahasiswanya untuk mengambil mata kuliah bahasa Indonesia di semester tertentu.
Di tingkat pendidikan dasar, mata pelajaran bahasa Indonesia berfokus pada pengembangan empat keterampilan dasar berbahasa, yang meliputi membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan. Siswa pada tingkat pendidikan dasar, diajarkan untuk mengenali dan menggunakan kosakata yang tepat, serta memahami struktur kalimat sederhana untuk dapat diaplikasikan dalam komunikasi sehari-hari.
Di tingkat pendidikan menengah, cakupan materi yang diajarkan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia makin mendalam. Dengan ciri pendekatan pembelajaran berbasis teks, cakupan kegiatan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia meliputi analisis teks, evaluasi teks, hingga memproduksi teks, baik teks faktual maupun teks sastra. Jika diterapkan sebagaimana yang tertulis dalam capaian pembelajaran (CP) yang dirumuskan pemerintah, mata pelajaran bahasa Indonesia bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dasar siswa dalam berbahasa, melainkan juga bertujuan untuk memperkenalkan siswa pada kekayaan budaya dan sumber daya Indonesia.
Di perguruan tinggi, mata kuliah bahasa Indonesia lebih banyak dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan komunikasi yang dibutuhkan di dunia akademik dan profesional. Teori-teori penulisan dan proyek-proyek menulis karya ilmiah merupakan langkah awal kampus untuk membentuk mahasiswa agar terbiasa menulis teks akademik secara terstruktur dan memudahkan para mahasiswa untuk menyelesaikan berbagai tugas di mata kuliah lain bahkan tugas akhirnya. Melalui berbagai tugas dan proyek yang diberikan dalam mata kuliah bahasa Indonesia, mahasiswa didorong untuk selalu berpikir kritis, kreatif, dan menyampaikan ide-ide mereka secara terstruktur. Keterampilan-keterampilan tersebut tidak hanya akan bermanfaat di lingkungan akademik saja, tetapi juga dalam karir profesional mereka kelak.
Selain sebagai mata pelajaran wajib di sekolah, bahasa Indonesia memiliki peran yang jauh lebih esensial dalam membentuk identitas, budaya, dan kepribadian bangsa. Bahasa Indonesia merupakan simbol persatuan di tengah berbagai keragaman yang dimiliki negara kita. Sebagai bahasa resmi negara, bahasa Indonesia berperan sebagai alat komunikasi yang menjembatani berbagai elemen masyarakat, menciptakan rasa saling terhubung, dan juga menjadi identitas nasional bangsa Indonesia.
Selain itu, bahasa Indonesia juga hadir sebagai sarana penyampaian budaya. Melalui bahasa Indonesia, berbagai nilai, tradisi, adat istiadat, dan kebudayaan diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Puisi, prosa, hingga drama yang ditulis dalam bahasa Indonesia mengandung ajaran moral, norma, dan nilai-nilai budaya yang dapat membentuk karakter bangsa.
Bahasa Indonesia juga berperan penting dalam pengembangan pribadi siswa. Kemampuan berbahasa yang baik memungkinkan seseorang untuk menyampaikan ide dan pendapat secara jelas dan terstruktur. Dalam konteks ini, bahasa Indonesia tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan dan menguatkan pribadi siswa yang kelak akan bermanfaat dalam karir mereka.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Adu Jurus Purbaya VS Luhut: Polemik Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung
-
Gawai, AI, dan Jerat Adiksi Digital yang Mengancam Generasi Indonesia
-
Married to the Idea: Relevankah Pernikahan untuk Generasi Sekarang?
-
Rangga dan Cinta Bukan Sekuel, Tapi Reinkarnasi Romansa Ikonik AADC
-
Pegawai Melimpah, Kinerja Seret: Potret Ironi Birokrasi Kita
Artikel Terkait
-
5 Contoh Motivation Letter Beasiswa Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
-
Belajar dari Kasus Supriyani, DPR Minta Guru Pahami Metode Ajar untuk Siswa Masa Kini
-
Imabsi Unila Gelar Festival Bulan Bahasa Indonesia 2024, Libatkan Pelajar SMP hingga Mahasiswa!
-
Netizen Salut dengan Eliano Reijnders yang Selalu Berusaha Pakai Bahasa Indonesia
-
Relevansi Pendidikan untuk Gen Alpha: Cukupkah Sistem Pembelajaran saat Ini?
Kolom
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Internalized Misogyny: Ketika Perempuan Justru Melestarikan Ketimpangan
-
Menguliti Narasi 'Kuliah Itu Scam': Apa Gelar Masih Menjadi Senjata Utama?
-
Belajar Bahasa Asing Itu Bukan Cuma soal Grammar, tapi soal Rasa
-
Kawasan Tanpa Rokok, Tapi Mengapa Asap Masih Bebas Berkeliaran?