Di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari, banyak anak muda merasa bahwa politik bukan urusan mereka. “Ah, buat apa pusingin politik? Toh, tetap aja hidup begini-begini aja.”
Mungkin kalimat ini sering terlintas di kepala. Namun, sadar atau tidak, keputusan politik yang dibuat hari ini akan sangat berpengaruh pada masa depan kita.
Bayangkan, suatu hari kamu lulus kuliah dengan penuh semangat, siap memasuki dunia kerja. Tapi ternyata, lapangan pekerjaan makin sempit, gaji pas-pasan, dan harga kebutuhan pokok terus naik.
Ketika kamu ingin beli rumah, harganya sudah melambung tinggi, sementara upah stagnan. Saat ingin berobat pula, biaya kesehatan terasa mencekik.
Ini bukan sekadar kebetulan. Semua ini adalah hasil dari keputusan politik—siapa yang memimpin, kebijakan apa yang dibuat, dan bagaimana anggaran negara dikelola. Jika kita hanya diam dan membiarkan semuanya berjalan tanpa pengawasan, maka yang dirugikan adalah diri kita sendiri.
Banyak yang berpikir bahwa politik hanya urusan orang tua atau mereka yang duduk di pemerintahan. Padahal, sejarah membuktikan bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari anak muda.
Di berbagai negara, gerakan anak muda telah menggulingkan rezim korup, mendorong reformasi, dan memperjuangkan hak-hak masyarakat. Sayangnya, di Indonesia, masih banyak generasi muda yang lebih peduli pada tren media sosial daripada kebijakan yang sedang berjalan.
Lihat saja, ketika banyak orang mengeluh soal harga makanan yang mahal, akses pendidikan yang sulit, atau sulitnya mencari pekerjaan, berapa banyak yang benar-benar mencari tahu akar masalahnya? Kebijakan ekonomi yang salah, korupsi di pemerintahan, hingga efisiensi anggaran yang justru merugikan masyarakat kecil adalah hal-hal yang harus dikritisi.
Lalu, Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Mulailah dari diri sendiri! Tidak perlu langsung terjun ke dunia politik, tapi setidaknya kamu bisa membaca berita dari sumber yang kredibel. Jangan hanya terima informasi mentah-mentah dari media sosial tanpa mengecek kebenarannya.
Selain itu, kamu juga harus berani bersuara dan mengkritisi kebijakan. Jangan takut untuk mengkritik kebijakan yang merugikan rakyat. Media sosial bisa menjadi alat ampuh untuk menyuarakan pendapat dan menekan pemerintah agar lebih transparan dalam bekerja.
Dan terakhir, bergabunglah dengan komunitas atau organisasi yang peduli terhadap isu sosial dan politik. Makin banyak anak muda yang aktif, makin besar pula peluang untuk membawa perubahan.
Jangan sampai kita hanya menjadi korban kebijakan tanpa pernah mencoba mengubah keadaan. Politik bukan hanya urusan para pejabat, tapi juga milik kita sebagai warga negara.
Jika anak muda terus diam dan tak peduli, maka masa depan hanya akan ditentukan oleh mereka yang berkuasa, tanpa ada kontrol dari rakyat.
Sudah saatnya kita bangkit, membuka mata, dan peduli. Karena sejatinya, politik bukan hanya tentang mereka yang duduk di kursi pemerintahan, tapi juga tentang bagaimana kita ingin hidup di masa depan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Harta Koruptor Aman, RUU Perampasan Aset Mandek Lagi
-
FOMO tapi Hemat: Rahasia Gen Z Bisa Nonton Coachella Meski Dompet Pas-pasan
-
Misi Kemanusiaan Prabowo: Siapkah Indonesia Menampung Pengungsi Gaza?
-
Keadilan Rp60 Miliar: Ketika Hakim Jadi Makelar Hukum untuk Korporasi Sawit
-
Antara Ambisi Digital dan Realita: Mengkritisi Wacana Migrasi ke e-SIM
Artikel Terkait
-
Tegaskan Tanggung Jawab Revisi UU Pemilu di Pihaknya, Pimpinan Baleg DPR: Kami akan Lanjutkan
-
'Di Udara' Efek Rumah Kaca: Seruan Perjuangan yang Tidak Akan Pernah Mati
-
Pimpinan Pastikan RUU Pemilu Dibahas di Komisi II, Revisi ASN Tetap Jalan Terus
-
Menghidupkan Semangat Ki Hadjar Dewantara dalam Politik Pendidikan Era AI
-
'Mesra' dengan Megawati, Mungkinkah Prabowo Lepas dari Bayang-bayang Jokowi?
Kolom
-
Belajar Pendidikan dan Pembangunan Jati Diri Masyarakat dari Taman Siswa
-
Perantara Melalui Sang Dewantara: Akar Pendidikan dan Politik Bernama Adab
-
Benarkah 'Kerja Apa Aja yang Penting Halal' Tak Lagi Relevan?
-
Ngopi Sekarang Bukan Lagi Soal Rasa, Tapi Gaya?
-
Penurunan Fungsi Kognitif Akibat Kebiasaan Pakai AI: Kemajuan atau Ancaman?
Terkini
-
Ulasan A Wind in the Door: Perjalanan Mikroskopis Memasuki Sel-Sel Tubuh
-
Tapaki Partai Puncak, Romantisme Pendukung Uzbekistan dan Indonesia Terus Berlanjut
-
Review Film Muslihat: Ada Setan di Panti Asuhan
-
5 Rekomendasi Film Baru Sambut Akhir Pekan, Ada Pengepungan di Bukit Duri
-
Mengenal Chika Takiishi, Antagonis Wind Breaker Terobsesi Kalahkan Umemiya