Sebagian orang merasa tidak biasa dengan kesendirian, pergi tanpa teman atau keluarga, sekadar keluar rumah seorang diri saja rasanya enggan, rasa malu yang timbul karena terlalu bingung jika hanya ada diri sendiri tanpa seseorang di dekatnya.
Ternyata soal me time itu perlu. Mungkin terdengar tidak asing di telinga jika kita sudah sering melakukannya. Namun, bagaimana jika ada seseorang yang belum pernah mencobanya?
Ada kutipan yang sering saya dengar, seperti "Cintai dirimu sendiri sebelum mencintai orang lain." Dengan begitu, me time adalah salah satu cara untuk kita bisa terus menanamkan cinta ke dalam diri sendiri.
Di era sekarang, banyak orang yang sibuk dengan pekerjaannya, tanpa memikirkan dirinya sendiri yang sebenarnya membutuhkan kesehatan mental yang baik.
Maka dari itu, banyak cara sederhana agar kita bisa membuat diri kita jauh lebih berharga dan bisa untuk rehat sejenak. Lakukan me time dengan mudah; Jika suka dengan membaca, kita bisa meluangkan waktu untuk pergi ke tempat yang nyaman dan mulailah membaca dengan suasana baru. Suka jalan-jalan? Cobalah pergi ke tempat yang membuatmu lebih menyegarkan. Ingin tetap di rumah? Bisa untuk membeli makanan dan menonton film kesukaan untuk menyenangkan diri.
Kegiatan yang tidak perlu mahal pun bisa membuat diri kita istirahat dari rutinitas sehari-hari. Saat menyendiri dengan melakukan me time, kita bisa mengenal diri kita lebih dalam, yang biasanya kita hanya melakukan sesuatu dengan monoton, ternyata dari me time itu sendiri sangat bisa memperlihatkan kualitas diri kita.
Masih merasa tidak berani untuk pergi sendiri melakukan me time? Tanamkan dalam pikiran kita bahwa sesuatu di luar sana akan baik-baik saja, selama kita berada di tempat umum dan yang terpenting kita tahu mana baik dan buruk. Pergilah dengan tujuan yang tidak terlalu jauh dulu, bisa dengan sekadar mampir ke tempat-tempat indah di dalam kota.
Beri ruang untuk berenti sejenak dari kesibukan yang membuat penat, stres atau pun kecemasan yang berlebih. Mulailah mencintai diri sendiri, jadwalkan waktu untuk bisa melakukan me time, beri waktu khusus untuk diri kita sendiri, pastikan dengan memilih aktivitas yang benar-benar bisa dinikmati, agar me time lebih bermakna dan menyenangkan. Jangan lupa jauhkan diri dari gadget atau hal-hal yang membuat kita tidak fokus selama me time. Fokuslah pada diri sendiri dan aktivitas yang kita lakukan.
Jiak kita sudah sekali melakukan me time, teruslah melakukannya lagi dengan waktu yang pas. Me time tidak akan membuat rugi, hal ini malah membuat kita jauh lebih berharga. Konsisten, lakukan me time secara rutin agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Nikmati me time, jangan anggap sepele waktu untuk diri sendiri, dengan membahagiakan diri, pasti hidup kita jauh lebih sehat dan baik.
Ada yang mengira bahwa me time butuh waktu yang banyak untuk dilakukan, padahal me time tidak perlu untuk berlama-lama, dengan beberapa jam tanpa sehari penuh pun, me time sudah terlaksana. Maka gunakan waktu kita sebaik mungkin, lakukan hal-hal yang pastinya kita sukai (positif).
Yuk ubah diri jadi lebih baik! Yang tadinya sering badmood, sedikit-sedikit marah, tidak bisa ngontrol emosi, pikiran cepat lelah, apa salahnya untuk me time, berikan diri sendiri waktu untuk bersuka, bukan egois, tapi diri ini juga butuh dicintai.
Sedikit demi sedikit kita bisa memberi waktu untuk diri sendiri, pasti akan merasakan perubahan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Belajar untuk mengatasi sifat dan sikap dengan me time. Itulah yang bisa membuat semuanya jauh lebih seimbang.
Sebelum me time, jangan lupa untuk izin orang yang di rumah, agar tidak perlu membuat orang lain khawatir dan me time kita bisa lebih tenang.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Saatnya Mengaku: Kita Scrolling Bukan Mencari Hiburan, Tapi Lari dari Kenyataan
-
Bahagia Menurut Ki Ageng Suryomentaram, Plato hingga Al-Ghazali: Bedah Buku Filsafat Kebahagiaan
-
Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap
-
Cintai Diri, Maka Kamu Akan Bahagia: Seni Menjalani Hidup Bahagia
-
Standar Sosial dan Keterbatasan: Benarkah Uang Membatasi Cara Kita Bahagia?
Kolom
-
Di Balik Kemudahan AI: Ancaman Krisis Listrik, Air Bersih, dan E-Waste Data Center di Indonesia
-
Perempuan dan Kebiasaan Overthinking: Sesulit Itukah Memerdekakan Pikiran?
-
HUT RI Milik Siapa? Ketika Negara Merayakan dengan APBN, Warga dengan Iuran
-
MBG-Kopdes dalam APBN: Benarkah Negara Sedang Menciptakan Lapangan Kerja?
-
Skill Serba Bisa, Bayaran Seadanya: Pergeseran Makna UMR di Dunia Kerja
Terkini
-
4 Low pH Cleanser Beta Glucan, Kunci Kelembapan Maksimal pada Kulit Kering
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
4 Ide OOTD Eclectic Retro-Chic ala Momo TWICE untuk yang Suka Eksplor Gaya!
-
Gagal di Pasaran, Sony Pictures Kapok Bikin Film Spin-off Spider-Man?
-
Vivo S2 5G Resmi Hadir, Usung Baterai 7.050 mAh dan Bodi Tangguh untuk Aktivitas Ekstrem