Sikap toxic pada diri sendiri hanya akan berdampak buruk bagi kehidupan. Selama ini, mungkin kita hanya menganggap orang lain toxic. Alias orang lain yang bertingkah toxic dan merugikan kita. Padahal tanpa disadari, kita sendiri juga dapat bersifat toxic bagi diri sendiri.
Toxic berasal dari bahasa Inggris yang artinya racun. Toxic di sini artinya segala sikap tidak baik yang dilakukan oleh seseorang. Sikap buruk itu dapat berdampak pada kesehatan mental atau pikiran orang lain, maupun dirinya sendiri.
4 kebiasaan toxic atau buruk yang mungkin selama ini tidak kita sadari, tetapi akan berdampak buruk bagi diri kita sendiri, di antaranya:
1. Terlalu perfeksionis
Kita cenderung memaksakan diri untuk senantiasa perfeksionis dan ingin segala sesuatu berjalan dengan baik. Hal ini sebenarnya tidak salah. Namun, jika terlalu ambisius dan berlebihan, tentu saja akan berdampak pada mental, pikiran, serta fisik.
Kebiasaan yang selalu menuntut kesempurnaan akan membuat kita tidak akan berhenti sebelum itu tercapai. Padahal, seperti diketahui bersama, tidak ada yang 100 persen sempurna di dunia ini.
Akibatnya, kita hanya akan menjadi orang yang gampang stres, sering mengalami burnout, terkadang insecure, serta lelah secara fisik dan mental.
2. Suka memendam emosi
Emosi yang bertumpuk di pikiran, tanpa tempat untuk disalurkan, hanya akan membuat pikiran negatif senantiasa terperangkap di dalam otak kita. Hal ini akan menyebabkan kita menjadi pribadi yang mudah marah hanya karena hal sepele.
Beberapa dampak lain jika kita terlalu sering memendam emosi adalah perubahan mood yang berlebihan. Bahkan, dapat menyebabkan perasaan tidak berharga dan berbagai permasalah psikologis lainnya.
Curahkan emosi yang kita miliki pada media atau orang yang tepat, agar pikiran negatif tidak tertumpuk dan malah menjadi racun bagi kesehatan mental kita sendiri.
Terlalu sering memendam emosi memang tidak baik. Namun, sering mengeluh secara berlebihan juga tidak baik. Ingat, segala sesuatu punya porsinya masing-masing. Segala sesuatu yang berlebihan pastilah akan berdampak tidak baik.
Terlalu sering mengeluh hanya akan menjadikan kita menjadi pribadi yang tidak percaya diri, tidak pandai bersyukur, serta akan membuat kita semakin merasa bersalah pada diri sendiri. Mengeluhlah sewajarnya, lalu kembali bangkit.
4. Suka menunda
Salah satu sikap atau perilaku yang tidak baik, tetapi sering kita lakukan adalah menunda-nunda melakukan sesuatu. Dengan berbagai alasan, ada saja hal-hal yang menggoda kita untuk mengulur waktu saat ingin mengerjakan sesuatu.
Sikap suka menunda-nunda pekerjaan hanya akan membuat kita semakin tertekan dan menambah beban pikiran karena belum terselesaikan. Semua mungkin terasa santai di awal, tetapi dapat dipastikan, menjelang hari H atau mendekati deadline, kita akan kelabakan. Jadi, stop kebiasaan menunda-nunda sesuatu!
Semangat memperbaiki diri. Ingat, selalu ada orang-orang baik di sekitar yang siap mengulurkan tangan untuk membantu!
Baca Juga
-
Ikuti Perjalanan Hampa Kehilangan Kenangan di Novel 'Polisi Kenangan'
-
3 Novel Legendaris Karya Penulis Indonesia, Ada Gadis Kretek hingga Lupus
-
Geram! Ayu Ting Ting Semprot Netizen yang Hujat Bilqis Nyanyi Lagu Korea
-
Haji Faisal Akui Sempat Syok dengan Konten Atta Halilintar yang Disebut Netizen Sentil Fuji
-
Outfit Bandara Seowon UNIS Jadi Sorotan, K-netz Perdebatkan Usia Debut
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Serum Korea Ginseng Alternatif Anti-Aging, Bikin Kencang dan Awet Muda
-
4 Outfit Dress ala Annie ALLDAY PROJECT, dari Edgy sampai Elegan Look!
-
3 Pilihan Setting Spray Satin Finish untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
-
4 Milky Toner Vitamin C Berbahan Ascorbic Acid, Rahasia Glowing dan Kenyal
-
Tak Mau Hubungan Cepat Bubar? Pelajari Triangular Theory of Love Ini!
Terkini
-
Film Anime To You in the Beyond Siap Sapa Penggemar pada Musim Gugur 2026
-
Seni Melambat: Mengapa Kita Tidak Perlu Selalu Merasa Terburu-buru?
-
Mengenal 6 Tipe Kepribadian Perempuan: Kamu Alpha, Beta, atau Sigma?
-
Di Antara Batu, Kami Bertumbuh
-
Reuni di Persija Jakarta, Shayne Pattynama Sambut Kedatangan Mauro Zijlstra