Manusia lahir dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, Tuhan telah dengan adil mengatur semuanya. Tidak ada manusia yang dibuat-Nya sempurna. Orang bisa memiliki kelebihan yang luar biasa. Namun, di balik itu semua, pasti mereka juga memiliki kekurangan. Begitupun sebaliknya, seseorang yang mungkin terlihat memiliki banyak kekurangan, pasti juga disertai dengan kelebihan.
Perbedaan tersebut, tak jarang memunculkan insecure. Istilah insecure ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. Sebenarnya perasaan tersebut adalah hal yang manusiawi. Bahkan, jika kita bisa mengendalikannya, insecure bisa jadi motivasi.
Namun ada juga rasa minder yang muncul malah menjadikan orang itu depresi atau merendahkan diri sendiri. Ia melihat kehidupan orang lain yang jauh lebih baik darinya. Padahal, di dalam dirinya sediri juga menyimpan begitu banyak potensi.
Lantas bagaimana mengatasi insecure yang tidak baik tersebut? Berikut beberapa tips mengatasi insecure yang bisa kamu coba.
1. Sadari bahwa Setiap Orang Memiliki Jalan yang Berbeda
Jangan pernah membandingkan dirimu dengan orang lain. Bagaimanapun, kamu dengan dia tidak sama. Kalian berasal dari latar belakang, orang tua, pendidikan, bahkan kondisi mental dan fisik yang berbeda pula. Jadi, jika hasil yang kamu dapat tidak sama dengan orang lain, usahakan jangan merasa minder. Jadilah yang terbaik versi dirimu sendiri.
2. Rezeki Sudah Ditentukan
Hal yang perlu diingat adalah, untuk mendapat rezeki itu, harus ada usaha pengiringnya. Sedangkan besar kecilnya rejeki yang didapat sudah diatur oleh Tuhan. Kita tidak pernah bisa menentukan seberapa hasil yang didapatkan. Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa. Jadi, bukan salah siapa-siapa jika kamu sudah berusaha, tetapi hasilnya belum bisa seperti pencapaian orang lain.
3. Maksimalkan Potensimu
Seperti di awal tadi, setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan. Maksimalkan potensi atau kelebihan yang ada dalam dirimu. Kamu bisa ikuti pelatihan-pelatihan yang bisa membuatmu menjadi professional dalam bidang itu. Akan lebih baik jika dari potensi itu, kamu bisa mendapat penghasilan.
4. Fokuskan ke Hal-Hal yang Positif
Daripada sibuk memikirkan pencapaian orang lain, lebih baik jika kamu fokus pada perkembanganmu sendiri. Sibukkan diri dengan hal-hal yang positif. Berkarya sebanyak yang kamu bisa, sehingga tidak ada kesempatan memikirkan hal-hal tidak penting, lebih-lebih insecure.
Itulah beberapa tips mengatasi insecure dari dalam diri. Pada intinya, semua kembali pada kita. Bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan dan memaksimalkan potensi diri menjadi kunci hidup tenang tanpa bayang-bayang insecure. Apabila rasa insecure sudah memuncak dan susah diselesaikan, ada psikolog yang bisa membantumu.
Tag
Baca Juga
-
Sprint Race MotoGP Amerika 2025, Pecco Bagnaia Mulai Beri Perlawanan
-
Red Bull Resmi Tukar Liam Lawson dengan Yuki Tsunoda, Keputusan yang Tepat?
-
Bukan Pecco Bagnaia, Marc Marquez Sebut Adiknya Sebagai Pesaing Utama
-
Performa Mentereng Marc Marquez Buat Ducati Kerap Dicurigai Pilih Kasih
-
Lando Norris dan Oscar Piastri Siap Bersaing untuk Gelar Juara Dunia 2025
Artikel Terkait
-
Insecure Parah? Ini 3 Lagu Bertema Self Love dari IVE yang Bisa Kamu Dengar
-
'Semua yang Sesak Akan Perlahan Reda', Sebuah Buku untuk Jiwa yang Gelisah
-
Buku 'Kita Akan Baik-Baik Saja', Belajar Berdamai dengan Rasa Insecure
-
Ulasan Buku Titian Persahabatan, Ajarkan Anak untuk Hindari Sikap Insecure
-
Ulasan Buku Hidup Damai Tanpa Insecure, Belajar Mencintai Diri Sendiri
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?