Bicara soal masalah, mungkin tidak hanya kamu yang memiliki masalah di dunia ini. Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti memiliki masalahnya masing-masing. Hanya saja yang membedakannya adalah bentuk dari permasalahan yang dihadapi. Pastinya akan berbeda antara masalah yang kamu hadapi dengan masalah yang dihadapi oleh orang lain, sekalipun saudara kembarmu sendiri.
Hadirnya setiap permasalahan yang beragam pada setiap orang inilah yang akan membuat kamu menemukan cara pandang baru dalam menyikapi setiap permasalahan, Sayangnya, tidak semua orang mampu mengekspresikan emosi akibat permasalahan yang ia hadapi dengan tepat. Alih-alih membuat perasaan menjadi membaik, justru mengekspresikan emosi dengan cara yang tidak tepat dapat membuat keadaan semakin runyam.
Kira-kira hal buruk apa saja yang sering dilakukan saat mengekspresikan permasalahan? Yuk, simak uraian berikut ini!
1. Membanting barang
Memang dalam mengatasi masalah, kamu boleh dan malah sangat perlu untuk meluapkan apa yang kamu rasakan. Akan tetapi, bukan berarti semua ekspresi boleh ditunjukkan, misalnya dengan membanting barang. Tindakan sarkasme ini tidak dibenarkan dalam mengekspresikan perasaan apapun keadaannya. Membanting barang justru menunjukkan bahwa kamu adalah seorang temperamental yang kasar. Tentunya dengan membanting barang tidak juga membuat kamu menjadi lebih balik, justru sebaliknya.
Diam tidak selamanya emas, begitu kira-kira. Ketika menghadapi sebuah persoalan kamu perlu untuk mengomunikasikan maksud dan perasaan yang kamu alami, bukan malah mendiamkan lawan bicaramu. Tindakan mendiamkan orang lain ini sangat menyakitkan bagi orang di sekelilingmu. Bukan hanya melukai secara psikis, mendiamkan orang lain juga akan mengganggu hubungan sosialmu dengan orang lain.
3. Nangis terus-menerus
Menangis adalah respons wajar dan alami ketika kamu merasakan suatu hal yang menyakitkan baik secara psikis maupun fisik. Menangis sangat dianjurkan oleh para profesional kesehatan mental karena dengan menangis dapat memberikan efek positif pada perasaanmu. Akan tetapi, menangis secara terus-menerus dan meratapi kesulitan bukanlah hal yang tepat. Bukannya membaik, kamu justru akan jatuh dalam perasaan yang toxic.
4. Melupakan masalah dengan tidur
Bagi sebagian orang, tidur dapat membuatnya istirahat dari masalah yang melelahkan. Denagn tertidur mereka mampu melupakan emosi yang dirasakannya. Namun, tahukah kamu? tidur saat menghadapi permasalahan adalah salah satu hal negatif yakni berarti kamu telah menghindari masalah. Bukannya masalahmu selesai, kamu justru semakin menunda penyelesaian masalahmu.
Demikian empat hal buruk yang seringkali dilakukan saat menghadapi masalah. Mulai sekarang berhentilah melakukan 4 hal di atas karena hanya akan merugikan kamu.
Baca Juga
-
Dear HRD, Ini 6 Cara Membangun Lingkungan Kerja yang Positif
-
Kamu Seorang Karyawan? Yuk Kenali 6 Jenis Izin Meninggalkan Pekerjaan ini!
-
Ketahui Waktu Istirahat dan Izin untuk Meninggalkan Pekerjaan Menurut UU Ketenagakerjaan dan Cipta Kerja
-
4 Tantangan yang Harus Dihadapi oleh HRD di Perusahaan, Kamu Harus Siap!
-
5 Tips untuk Mengatasi Overthinking di Kantor, Terapkan Mindfullness!
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Wrapping Mask Korea Collagen Rahasia Kulit Kencang, Kenyal, dan Sehat
-
4 Ide OOTD Effortless ala Seonghyeon CORTIS, Simpel tapi Tetap Stand Out!
-
Redmi Note 15 5G Diam-Diam Rilis, tapi Spesifikasinya Bikin Kaget
-
XL Ultra 5G+ Hadirkan Ultraverse Festival 2026 di Tiga Kota Serentak
-
4 Serum Polyglutamic Acid untuk Hidrasi Intensif dan Perkuat Skin Barrier
Terkini
-
Ulasan Novel Romansa Opium, Kejahatan, Kekuasaan, dan Cinta di Era Kolonial
-
Review Lagu Aperture Harry Styles: Makna di Balik Metafora Cahaya dan Kejujuran
-
Bahagia Versi Siapa? Mempertanyakan Klaim Prabowo di Swiss Tentang Rakyat RI
-
Perjalanan Inspiratif Mike Octavian: Dari Manusia Silver ke Dunia Modeling
-
Sinopsis Saikai: Silent Truth, Drama Terbaru Ryoma Takeuchi dan Mao Inoue