Inner child merupakan sisi yang ada pada diri seseorang yang tidak ikut bertumbuh dewasa. Inner child biasanya dipengaruhi dan dibentuk oleh kejadian serta pengalaman yang terjadi di masa lalu atau ketika kita masih kecil.
Berbagai kejadian mulai dari yang menyenangkan sampai menyedihkan akan memengaruhi inner child kita. Bahkan, kejadian atau pengalaman yang tidak menyenangkan dapat membuat sisi inner child kita menjadi terluka. Lalu, bagaimana cara mengatasinya, ya?
Berdasarkan tulisan Hapsari, A. (2021) dari Hello Sehat, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi sisi inner child kita yang terluka.
1. Dengarkan inner child-mu
Cara pertama adalah dengan mendengarkan sisi inner child yang muncul dalam diri kita. Mendengarkan orang lain saja perlu, apalagi mendengarkan inner child kita sendiri. Jangan berusaha menampik atau menghilangkan sisi inner child tersebut. Kita harus bisa mengenali dan jujur agar bisa mengatasinya.
2. Pahami inner child-mu
Setelah kamu bisa mendengarkan inner child kamu sendiri, sekarang cobalah untuk memahaminya dengan baik. Ada beberapa orang yang bisa tahu apa penyebab terlukanya inner child, tetapi ada pula beberapa orang yang tidak mengetahui penyebabnya. Kita bisa meminta bantuan profesional untuk mencari tahu penyebabnya.
3. Sayangi inner child-mu
Kejadian tidak menyenangkan yang terjadi di masa lalu sedikit banyak pasti memengaruhi sikap kita dalam memandang rasa kasih sayang. Ingatlah bahwa setiap orang berhak untuk disayangi dan dicintai, termasuk inner child kita sendiri. Setelah tahu penyebab terlukanya inner child serta berusaha mengatasinya, hal terakhir yang bisa kita lakukan adalah menyayangi inner child kita dengan tulus karena ini merupakan bagian dari menyayangi diri kita sendiri.
Itulah tiga cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sisi inner child yang terluka. Seperti kata-kata Walt Disney, "Orang dewasa hanyalah anak-anak yang beranjak dewasa", kita tidak akan bisa menghapus sisi inner child kita begitu saja. Inner child merupakan bagian dari identitas dan diri kita sendiri, yang bisa kita lakukan adalah memahami dan menyayangi sisi itu.
Baca Juga
-
Dari Viral ke Layar Lebar: 4 Fakta Film Baby Udon yang Bikin Sesak
-
Dari Misteri hingga Klasik, Ini Deretan Novel yang Jadi Teman Bacaan Para Idol K-Pop
-
Bibir Juicy & Sehat Selama Hamil: 5 Lipstik BPOM Paling Direkomendasikan
-
Hamil Tetap Glowing: 5 Skincare Aman Buat Ibu Hamil dan Menyusui
-
Kafe Ajaib yang Memasak Impian: Fantasi Epik yang Menyuntik Semangat Mimpi!
Artikel Terkait
-
5 Tanda Inner Child Terluka, Kenali dan Hadapi dengan Tepat
-
4 Cara Menghilangkan Kenangan Buruk yang Ada dalam Pikiran
-
3 Tanda Inner Child yang Mempengaruhi Hubungan dengan Pasangan, Apa Saja?
-
5 Alasan Mengapa Kamu Harus Coba Hidup Merantau, Belajar Bertanggung Jawab
-
Waktu Terasa Cepat? 4 Hal Ini Bisa Buatmu Lebih Menikmati Hidup
Lifestyle
-
4 Ide OOTD Boyfriend Material ala Yunho ATEEZ, Bikin Look Auto Charming!
-
Xiaomi 18 Series Jadi Smartphone Pertama dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6
-
WhatsApp Ubah Cara Tampilkan Status Online, Kini Pakai Fitur Titik Hijau
-
Bye Hiperpigmentasi! 4 Serum Symwhite 377 Ampuh Mencerahkan Tanpa Iritasi
-
Kulit Tetap Sehat, Ini 5 Facial Wipes yang Punya Kandungan Skincare!
Terkini
-
Petaka Cinta Lintas Planet: Kala Dahlan Menjadi Mak Comblang
-
Spanyol Dominan, Portugal Mengandalkan Ronaldo: Siapa yang Bakal Menang?
-
Bystander Effect: Saat Privasi Menjadi Alasan Kita Membiarkan Kejahatan Terjadi di Depan Mata
-
Menjinakkan "Asisten Otonom": Redefinisi Kendali Manusia di Era Agentic AI
-
Cegah Pelecehan Siber Berkedok Candaan, Dosen Unpam Bekali Siswa SMK Telkom "Red Flag Detector"