Sifat labil mungkin bisa terjadi dalam diri semua orang tergantung beragam faktor yang mempengaruhinya. Namun, ada beberapa individu yang justru memiliki sifat labil yang cukup tinggi bahkan sampai mempengaruhi kehidupannya. Sifat labil bisa diartikan sebagai sikap seseorang yang seringkali berubah-ubah, termasuk dalam kondisi kejiwaan dan perasaannya.
Sifat labil seringkali sangat berkaitan dengan kematangan emosi dalam diri seseorang. Hal ini disebabkan pada dasarnya setiap orang pasti akan mengalami sifat labil yang dipengaruhi oleh kondisi-kondisi tertentu di sekitarnya. Berikut ini adalah beberapa tanda yang dapat diketahui apabila seseorang masih memiliki sifat labil dalam dirinya.
1. Mudah Terpengaruh atau Dipengaruhi oleh Hal Lain
Orang yang masih memiliki sifat labil yang cukup kuat dalam dirinya cenderung sering terpengaruh oleh hal lain atau pengaruh orang lain dalam pengambilan keputusan. Orang-orang ini seringkali mengikuti hal yang diutarakan oleh orang lain, bukan berasal kemauan yang datang dari dirinya sendiri. Bahkan, dalam beberapa kasus mereka tanpa disadari oleh dirinya sendiri dapat menerima hasutan atau pengaruh dari orang lain secara mentah-mentah, sehingga dapat mempengaruhi dirinya dalam proses pengambilan keputusan yang seharusnya ditentukan oleh dirinya sendiri.
2. Tidak Memiliki Pendirian Yang Teguh
Orang yang masih memiliki sifat labil yang cukup kuat juga cenderung kurang atau tidak memiliki sikap pendirian yang teguh terhadap suatu hal. Orang-orang ini cenderung belum bisa tegas dalam mengambil keputusannya sendiri dan mudah terombang-ambing dalam menentukan keputusan. Mereka yang cenderung tidak teguh dengan pendiriannya, seringkali kurang cakap dalam pengambilan keputusan. Hal ini dapat berpengaruh dalam kegiatan harian seperti kurangnya fokus, tidak dapat konsisten dengan satu hal dahulu sehingga menyebabkan pekerjaannya tertunda atau kurang maksimal.
3. Tidak Memiliki Komitmen Yang Jelas
Salah satu tanda yang bisa dibilang cukup kentara dari seseorang yang memiliki sifat labil yang kuat yakni tidak adanya komitmen yang jelas dalam dirinya. Mereka juga cenderung tidak terlalu disiplin yang disebabkan komitmen yang ada dalam dirinya tidak begitu jelas.
Salah satu contohnya yakni ketika orang ini menjanjikan untuk datang tepat waktu, akan tetapi dia justru tidak dapat menepati janjinya tersebut. Bahkan, tidak jarang pula dia tidak memberikan kabar terlebih dahulu, sehingga memberikan kesan sebagai orang yang tidak profesional. Hal ini tentunya bisa cukup berpengaruh secara signifikan dalam kegiatan harian, khususnya dunia kerja.
4. Merasa Kesulitan Dalam Pengendalian Emosi
Orang yang cenderung labil juga memiliki tingkat pengendalian emosi yang tidak stabil atau kurang. Mereka seringkali terpengaruh dalam emosinya sendiri sehingga memberikan dampak terhadap pengambilan keputusan yang dilakukannya. Emosi tersebut bisa marah, sedih, gembira atau luapan emosi lainnya dalam dirinya. Selain dapat dikatakan memiliki kelabilan yang cukup tinggi, kurangnya dalam pengendalian emosi juga dapat memberikan kesan bahwa orang tersebut belum memiliki sifat kedewasaan yang sempurna.
5. Cenderung Selalu Menghindar atau Lari Dari Permasalahan
Mungkin hal ini tidak selalu dialami oleh seseorang yang memiliki sifat labil yang kuat dalam dirinya. Namun, orang lebih juga cenderung seringkali menghindar atau bahkan lari dari permasalahan yang menghampirinya. Mereka juga cenderung seringkali menghindari tanggung jawab daripada memilih untuk menghadapinya.
Itulah beberapa hal yang dapat menjadi pertanda seseorang memiliki sifat labil yang cukup besar dalam dirinya. Meskipun tidak semua tanda yang disebutkan tersebut terjadi kepada semua orang, akan tetapi hampir pasti seseorang yang memiliki sifat labil yang tinggi dalam dirinya mengalami tanda-tanda tersebut. Sejatinya sifat labil dapat diatasi dengan beberapa cara, mulai dari lebih percaya kepada dirinya sendiri dalam pengambilan keputusan, mencoba menerima kritik dan saran yang membangun hingga mengurangi stres yang berlebih dapat menjadi beberapa cara dalam mengatasi sikap labil dalam diri sendiri.
Video yang mungkin Anda lewatkan.
Baca Juga
-
Dirumorkan ke Liga Indonesia, Karier Ragnar Oratmangoen Diprediksi Menurun?
-
Timnas U-17 Lakoni Uji Coba Lawan Cina, Siapa Pantas Jadi Pelatih?
-
Eksodus Pemain Diaspora ke Liga Indonesia, Pengamat Ini Beri Kritik Tajam!
-
Ramadhan Sananta Bidik Jalan Pulang ke Liga 1, Persebaya Surabaya Siap Menampung?
-
Gabung Persija Jakarta, Mauro Zijlstra Berpeluang Main di AFF Cup 2026!
Artikel Terkait
-
Terpopuler: Cara Memakai Krim Wajah Legendaris, Kuis Genre Film yang Mewakili Kisah Hidup
-
Fetisisme Kesibukan: Saat Lelah Menjadi Simbol Status Sosial
-
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
-
BlibliStyle Outlet Resmi Hadir, Destinasi Baru Belanja Sport dan Fashion ORI
-
Terpopuler: Riwayat Sakit Lula Lahfah, Fakta Menarik Manusia Silver yang Jadi Model
Lifestyle
-
4 Rekomendasi HP dengan Baterai Jumbo Terbaik dan Banyak Diburu di Awal 2026, Mulai Rp2 Jutaan
-
Poco F8 Series Rilis Hari Ini di Indonesia, Perkenalkan Konsep Baru Bertajuk "UltraPower Ascended"
-
Xiaomi Pad 8 Siap Meluncur di Pasar Global, Usung Chipset Kencang Snapdragon 8s Gen 4
-
4 Brightening Sleeping Mask Alcohol-Free untuk Kulit Cerah Tanpa Iritasi
-
Anti-Mainstream! 6 Ide Makanan Manis untuk Hadiah Valentine Selain Cokelat
Terkini
-
Bedah Buku Stolen Focus: Rahasia di Balik Algoritma yang Membuat Kita Kecanduan
-
Krisis Demografi Mereda? Angka Kelahiran Korea Selatan Tertinggi dalam 18 Tahun
-
Drama China Unforgettable Love: Keluarga Lahir dari Kasih Sayang
-
Jennie BLACKPINK Resmi Kolaborasi dengan Tame Impala di Lagu Dracula
-
Sinopsis Mardaani 3, Film India Terbaru Rani Mukerji dan Janki Bodiwala