Stres merupakan respons yang dialami tubuh atas situasi tertentu yang mengubah hidup seseorang. Kondisi ini sering kali memicu gangguan fisik dan mental yang jika tidak segera ditangani akan mengarah pada depresi.
Biasanya, stres dapat menimbulkan sederet dampak negatif, seperti sakit kepala, gangguan tidur, perubahan emosi, depresi, sampai trauma.
Sebelum terlambat, ada baiknya untuk segera menangkal stres yang mulai dirasakan. Lakukan tiga cara ampuh menurut psikologi berikut ini untuk melawan stres. Yakin pasti bisa!
BACA JUGA: CEK FAKTA: Presiden Jokowi Stres, Gibran Rakabuming Dipastikan Dihukum Mati, Benarkah?
1. Fokus pada solusi
Segala sesuatu akan mendapatkan hasil terbaik saat dilakukan dengan fokus dan memusatkan perhatian secara utuh, termasuk dalam menyelesaikan masalah.
Seringkali masalah yang muncul mampu menjadi pemicu stres saat kita mulai kurang fokus pada solusi dan hanya melihat dampak dari masalah tersebut.
Fokuskan pikiran pada solusi paling memungkinkan agar tidak terus terjebak dalam masalah yang terkadang hanya ada di pikiran kita.
Cara berpikir semacam ini akan membantu kita melakukan segala sesuatu yang memang dibutuhkan untuk mengubah situasi menjadi lebih baik.
2. Ubah mindset
Reappraisal merupakan metode untuk menafsirkan ulang pandangan tentang situasi agar tidak stres atau setidaknya mengurangi dampak yang ada jika memang sudah terlanjur dirasakan. Misalnya, stres yang muncul akibat mengalami pemutusan hubungan kerja atau malah patah hati.
Jangan hanya merasa sedih atau terpuruk, ubah situasi tersebut agar tidak terus menerus menekan pikiran dan mental. Tidak apa-apa kehilangan pekerjaan, nanti bisa dicari lagi.
Tidak apa-apa kehilangan kekasih, mungkin dia memang bukan jodoh terbaik. Mindset sederhana seperti ini akan membantu membangun ketenangan dan mengalihkan fokus pada hal-hal yang lebih layak diprioritaskan.
BACA JUGA: 3 Faktor Penyebab Stres, Salah Satunya dari Pekerjaan
3. Tenangkan emosi
Tidak dimungkiri bahwa setiap masalah hidup yang mampu memicu stres akan membuat mental seseorang mudah jatuh. Bukan selalu karena beratnya masalah, terkadang pengaruh fluktuasi emosi justru lebih sering menambah tekanan batin jika tidak segera ditangani.
Cobalah untuk menenangkan emosi dan kondisi mental dengan cara berbagi perasaan lewat momen curhat. Cara ini terbilang ampuh karena perasaan akan jauh lebih lega dan seringkali ada solusi yang bisa didapat dari teman curhat, entah itu keluarga, saudara, atau sahabat.
Jika tidak memungkinkan untuk bercerita, menyibukkan diri dengan aktivitas fisik juga bisa berdampak positif. Berolahraga akan membantu menenangkan tubuh sekaligus membuang energi negatif dalam pikiran. Atau hangout dan mencoba aktivitas baru yang belum pernah dilakukan juga layak dicoba, lho.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Drama Setelah Lebaran: Kenapa Transisi dari Rebahan ke Kerja Begitu Menyiksa?
-
Post-Lebaran Syndrome pada Gen Z: Raga Udah di Kantor, Nyawa Masih di Kampung
-
Cara Cepat Berhenti Capek Mental: Setop Beri Ekspektasi Tinggi ke Orang Lain
-
Soft Saving: Menabung Tanpa Menyiksa Diri di Tengah Tekanan Ekonomi
-
Refleksi Pasca Lebaran: Mampukah Saya Konsisten Menjaga Versi Terbaik Diri?
Artikel Terkait
-
Resep dan Cara Membuat Kue Bawang Gunting yang Lagi Viral, Cocok jadi Stok Cemilan!
-
Jangan Sampai Salah! Begini Cara Mengukur Berat Badan Ideal yang Benar
-
Cara Cek Nama Penerima Bansos Melalui Website Resmi Kemensos
-
Lesti Kejora Dianggap Terlalu Kurus, Ini 5 Cara Mendapatkan Berat Badan Ideal
-
Cara Daftar Beasiswa LPDP 2023 di beasiswalpdp.kemenkeu.go.id, Dibuka Hari Ini!
Lifestyle
-
Modal 2 Juta Bisa Punya "Laptop" Mini? Cek 5 Rekomendasi Tablet Kece Buat Nulis
-
4 Toner Lokal Ukuran 200-500 ML, Solusi Awet Andalan Kulit Cerah dan Lembap
-
Google Pixel 10a Rilis, HP Google Termurah di Lini Pixel dengan Fitur AI
-
4 Ide Gaya OOTD Dress ala Joy Red Velvet, Tampil Manis di Semua Kesempatan!
-
5 Ide Layering Outfit ala Yoo Yeon Seok, Bikin Penampilan Makin Memesona
Terkini
-
Menimbang Ulang Sekolah Daring di Tengah Krisis Global
-
Dari Perpustakaan ke Hamburg: Manis-Pahit Kisah Alster Lake
-
Selat Hormuz Ditutup, Laptop Dibuka: Apakah WFH Solusi Penghematan BBM Nasional?
-
Imajinasi Saja Tidak Cukup, Menulis Fiksi Juga Butuh Riset
-
Ferrari F40, Proyek Supercar Terakhir Karya Enzo Ferrari yang Jadi Legenda