Seringkali kita mendengar istilah “right person, wrong time” atau orang yang tepat di waktu yang salah, konsep ini percaya bahwa seseorang mungkin adalah orang yang tepat buat kita, tapi datang di waktu yang salah.
Banyak yang percaya bahwa hubungan bisa gagal hanya karena faktor waktu. Tapi jika kita pikir lagi, benarkah orang yang tepat bisa terpengaruh oleh kondisi waktu? Atau apakah ini sekadar cara kita menghibur diri sendiri ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana?
Di satu sisi, percaya pada konsep orang yang tepat di waktu yang salah seolah memberi kenyamanan. Karena ada perasaan bahwa di suatu hari nanti, kamu dan dia akan bertemu lagi di waktu yang lebih tepat. Tapi sayangnya, kepercayaan ini bisa jadi malah menutup mata kita terhadap realita yang ada dan membuat kita terjebak dalam bayangan seseorang yang sebenarnya memang tidak tepat sejak awal.
Menurut seorang penulis bernama Heide Priebe dalam tulisannya yang berjudul “The Truth About Meeting Someone At The Wrong Time”, ketika seseorang benar-benar tepat untukmu, seharusnya ia akan hadir dengan cara yang tidak terikat waktu.
Kehadirannya di hidupmu bukan hanya soal momen yang pas, melainkan soal kesesuaian jiwa dan komitmen yang mampu bertahan di segala keadaan. Orang yang benar-benar cocok untukmu akan mampu memahamimu dan bertumbuh bersama tak peduli apa pun yang sedang kamu alami. Jika orang tersebut tepat, maka waktu harusnya bukanlah penghalang utama.
Konsep “right person, wrong time” ini juga sering kali jadi penghiburan diri atas kenyataan pahit. Ketika hubungan tidak berhasil, kita lebih memilih percaya bahwa masalahnya ada di waktu yang belum tepat, bukan pada ketidakcocokan atau ketidaksiapan diri kita masing-masing. Tidak ada istilah waktu yang tepat dalam hubungan yang benar-benar kuat dan solid, karena hubungan yang sehat adalah yang mampu bertahan dan bertumbuh bersama, apa pun kondisinya.
Orang yang tepat adalah orang yang mampu beradaptasi di segala keadaan, dan mampu berkompromi dengan keadaan kita. Jika dia pergi hanya karena merasa waktunya tidak tepat, mungkin dia tidak benar-benar tepat untukmu. Karena kadang kita harus menciptakan kebahagiaan di tengah ketidakpastian. Orang yang benar-benar tepat akan hadir bukan hanya ketika segalanya berjalan mulus, tapi juga saat hidup sedang berantakan.
Jadi, daripada mempercayai konsep “right person, wrong time”, lebih baik bertanya pada diri sendiri apakah orang itu benar-benar tepat, jadikan waktu yang ada untuk melihat ke diri sendiri juga apakah ada yang salah dalam hubungan kalian?
Baca Juga
-
Viral Gempi Dapat HP Baru, Kapan Sebaiknya Anak Diberi HP Pertama?
-
Masalah Komunikasi, Apa Timnas Sepak Bola Wajib Dilatih oleh Pelatih Lokal?
-
Stop Gaya Hidup YOLO, Sekarang Waktunya YONO: You Only Need One!
-
Viral Istilah Self-Serving Bias Jadi Penyakit Orang Indonesia, Apa Artinya?
-
Welcome Desember, 4 Rekomendasi Tontonan Spesial Natal yang Ada di Netflix!
Artikel Terkait
Lifestyle
-
3 Tablet Rp1 Jutaan Rasa Premium di 2026: Murah, Kencang, dan Layar Tajam
-
4 Acne Toner Lokal Zinc, Solusi Kontrol Produksi Sebum pada Kulit Berminyak
-
4 Tone Up Cream Alpha Arbutin Bikin Wajah Cerah secara Instan tanpa Abu-Abu
-
Headset VR Rp60 Jutaan dari Apple, Apa yang Bikin Vision Pro M5 Spesial?
-
Vivo Y05: HP Rp1 Jutaan, Tahan Banting dan Baterai Tahan hingga 3 Hari
Terkini
-
Nasib Apes Pemain Diaspora: Main di Belanda tapi "Dibekukan" Gara-Gara Paspor WNI?
-
Saat Opini Media Sosial Dianggap Lebih Valid dari Sains: Selamat Datang di Era Matinya Kepakaran
-
Riyadus Shalihin: Teduhnya Oase Spiritual di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia
-
Pantai Panjang Bengkulu: Pasirnya Putih, Ombaknya Panjang, Bikin Betah Sampai Lupa Pulang!
-
Pengikut Tak Kasatmata